• Home
  • /
  • Turunkan Berat Badan, Apakah Intermittent Fasting Aman?

Turunkan Berat Badan, Apakah Intermittent Fasting Aman?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Turunkan Berat Badan, Apakah Intermittent Fasting Aman?

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar tentang intermittent fasting? Intermittent fasting kerap dijadikan program penurunan berat badan namun tidak membatasi pilihan makanan. Ini dilakukan dengan mengatur pola makan yang dijalani. Banyak orang yang mengklaim bahwa intermittent fasting adalah cara yang aman dan sehat untuk menurunkan berat badan berlebihan. Sebaliknya, banyak pula yang menganggapnya tidak efektif dan tidak berkelanjutan.

Lantas, apa bedanya dengan puasa di bulan Ramadhan? Bedanya, intermittent fasting berfokus  membatasi makanan dan camilan pada rentang waktu tertentu, biasanya antara 6-8 jam sehari. Misalnya, 16/8 intermittent fasting dilakukan dengan membatasi asupan makanan hanya 8 jam per hari dan tidak makan selama 16 jam sisanya. Namun, angkanya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Lantas, apakah intermittent fasting aman dilakukan?

Baca Juga: Ingin Tetap Fit Saat Puasa? Coba 8 Tips Ini

Apakah Intermittent Fasting Aman?

Melansir dari Harvard Health Publishing, Dr. Deborah Wexler, ahli metabolisme dari Massachusetts mengatakan, ada bukti yang menunjukkan jika puasa yang dilakukan dengan membatasi makan selama periode 8-10 jam di siang hari, efektif untuk menurunkan berat badan. Ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa intermittent fasting yang dikombinasikan dengan gaya hidup sehat aman dilakukan dan efektif untuk menurunkan berat badan, terutama bagi orang yang berisiko diabetes. 

Namun, orang yang mengidap diabetes lanjut atau sedang menjalani pengobatan untuk diabetes, memiliki riwayat gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia dan wanita hamil atau menyusui tidak dianjurkan untuk menjalankan intermittent fasting, kecuali di bawah pengawasan ketat dari dokter. Singkatnya, intermittent fasting aman apabila dilakukan dengan benar dan disertai dengan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Adakah Efek Samping Lakukan Intermittent Fasting?

Melansir dari Healthline, intermittent fasting meningkatkan kadar norepinefrin, hormon, dan neurotransmitter yang meningkatkan metabolisme sepanjang hari. Selain itu, pola makan ini dapat mengurangi kadar insulin, hormon yang terlibat dalam pengaturan gula darah. Penurunan tingkat gula darah meningkatkan pembakaran lemak untuk menurunkan berat badan.

Beberapa penelitian menunjukkan, intermittent fasting membantu tubuh mempertahankan massa otot daripada pembatasan kalori yang meningkatkan daya tariknya. Apakah kamu tertarik mencobanya? Kalau iya, ada tips yang perlu diterapkan saat menjalani intermittent fasting.

Tips Saat Menjalani Intermittent Fasting

Kalau kamu mau intermittent fasting yang kamu jalani berjalan dengan baik, tips pertama yang harus kamu lakukan adalah menghindari gula dan biji-bijian olahan. Sebagai gantinya, perbanyak buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, lentil, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang bahan-bahan makanan tersebut, kamu bisa menanyakannya langsung dengan ahli gizi Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi ahli gizi kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: 6 Olahraga Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Puasa

Selain itu, hindari ngemil di antara waktu makan untuk menjaga  tubuh membakar lemak. Nah, agar diet menurunkan berat badan kamu berjalan lebih efektif, usahakan aktif sepanjang hari. Pertimbangkan bentuk sederhana intermittent fasting. Batasi jam makan setiap hari dan untuk efek terbaik, buatlah lebih awal pada hari itu, antara jam 7 pagi sampai jam 3 sore, atau bahkan jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Jangan mengatur jam mendekati waktu sebelum tidur. Kamu juga perlu menghindari ngemil atau makan di malam hari.

Referensi :
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Intermittent fasting: Surprising update.
Healthline. Diakses pada 2020. Does Intermittent Fasting Work for Weight Loss?.