• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Turunkan Berat Badan dengan Diet Nasi Merah, Kok Bisa?

Turunkan Berat Badan dengan Diet Nasi Merah, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Beras merah baik untuk kesehatan karena merupakan biji-bijian utuh. Serat dalam beras merah membantu menurunkan kolesterol, memindahkan limbah melalui saluran pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan darah.

Beras merah dianggap sebagai makanan dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik mengacu pada seberapa cepat dan seberapa banyak makanan meningkatkan gula darah seseorang setelah makan. Selain baik untuk kesehatan, beras merah juga efektif menurunkan berat badan. 

Beras Merah Kaya Akan Serat

Nasi merah adalah makanan yang sering dikaitkan dengan makan sehat. Beras merah memiliki nutrisi yang tidak dimiliki nasi putih seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Buat orang yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat, mereka kerap menghindari nasi merah, padahal nasi merah adalah pilihan terbaik buat mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Baca juga: Makanan Kaya Protein Bisa Meningkatkan Metabolisme, Benarkah?

Mengganti biji-bijian olahan dengan beras merah dapat membantu menurunkan berat badan. Biji-bijian olahan seperti nasi putih, pasta putih, dan roti putih mengandung sedikit serat. Serat membantu kamu tetap kenyang dalam jangka waktu yang lebih lama. Mengonsumsi makanan kaya serat dapat menekan rasa lapar yang pada akhirnya membantu menurunkan berat badan. 

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak biji-bijian seperti beras merah memiliki berat lebih sedikit daripada mereka yang mengonsumsi lebih sedikit biji-bijian. Wanita yang memiliki asupan serat tertinggi memiliki risiko 49 persen lebih rendah mengalami kenaikan berat badan dibandingkan wanita yang sedikit memiliki asupan serat. 

Mengganti nasi putih dengan nasi merah juga dapat membantu mengurangi lemak perut, penurunan tekanan darah dan protein C-reaktif yang merupakan penanda adanya peradangan di tubuh. Beras merah direkomendasikan menjadi pilihan menu diet, karena kaya akan antioksidan. Sifat anti-inflamasi dan antioksidan juga membantu dalam menangani berbagai penyakit kesehatan, termasuk asma dan artritis. Beras merah juga mengandung zat besi, kalium, vitamin, dan nutrisi penting lainnya. 

Baca juga: Diet Keto Bisa Pengaruhi Kesehatan Pencernaan

Informasi selengkapnya mengenai diet nasi merah, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Mengolah Beras Merah untuk Menu Diet

Beras merah, seperti biji-bijian lainnya, harus dibilas dengan air mengalir supaya kotorannya luruh. Nasi merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak daripada nasi putih. Tekstur nasi merah juga lebih kenyal dengan rasa menyerupai kacang ketimbang nasi putih. 

Beras merah bisa diolah menjadi beberapa sajian. Misalnya sebagai burger vegetarian, nasi goreng dengan isian bombay, jahe, dan telur. Kamu juga bisa menyajikan nasi merah dengan labu, kacang mete sebagai alternatif sajian renyah. 

Baca juga: Diet Keto Bisa Sebabkan Flu Keto, Benarkah?

Salah satu pilihan lain untuk menjadikan nasi merah sebagai menu sehat adalah dengan menambahkan jamur. Jamur menambah rasa yang enak pada hidangan. Jamur juga meningkatkan nilai gizi seluruh hidangan.

Nasi merah yang diolah seperti salad juga jadi pilihan oke. Kamu bisa menambahkan nasi merah dengan paprika, daun bawang, tomat dan disiram dengan lemon, bawang putih dan saus minyak zaitun. Selamat mencoba!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Brown Rice Good for You?
Live Science. Diakses pada 2020. Brown Rice: Health Benefits & Nutrition Facts.
The Kitchn. Diakses pada 2020. Five Ways to Eat: Brown Rice.
Times of India. Diakses pada 2020. Why you MUST eat brown rice for weight loss.