UGM dan MCRI Kembangkan Vaksin RV3-BB untuk Atasi Rotavirus pada Bayi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
ugm-dan-mcri-kembangkan-vaksin-rv3-bb-untuk-atasi-rotavirus-pada-bayi-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tahukah ibu tentang rotavirus yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak? Rotavirus adalah sejenis virus yang menginfeksi usus. Virus ini menjadi penyebab umum dari penyakit diare yang dialami oleh banyak anak-anak di seluruh dunia.

Bahkan, rotavirus telah menyebabkan lebih dari setengah juta anak di dunia meninggal setiap tahunnya. Karena itu, para orangtua dianjurkan untuk waspada dan melindungi anak-anak dari virus berbahaya ini.

Baca juga: Penyakit Rotavirus Bisa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Nah, cara terbaik untuk melindungi Si Kecil dari rotavirus adalah dengan memberikan vaksin rotavirus. Pada tahun 2018 yang lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan vaksin rotavirus jenis baru yang diberi nama vaksin RV3-BB yang bisa memberikan perlindungan lebih awal pada bayi dan anak kecil dari diare akibat rotavirus.

Vaksin yang dikembangkan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama dengan peneliti dari Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) Australia ini terbukti mampu meredakan peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan (gastroenteritis) akibat rotavirus berat pada bayi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, rotavirus masih menjadi penyebab diare berat pada anak-anak sampai saat ini. Secara global, rotavirus sudah menyebabkan kematian 215.000 anak di bawah usia lima tahun. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada sekitar 10.000 anak meninggal, 200.000 anak harus dirawat inap, dan 600.000 anak dirawat jalan akibat penyakit rotavirus setiap tahunnya.

Nah, vaksin rotavirus bisa mencegah setiap anak dari diare berat akibat rotavirus. Tapi, vaksin rotavirus yang sudah beredar selama ini hanya bisa diberikan ke bayi berusia lebih dari 6 minggu, sehingga bayi-bayi yang baru lahir tidak bisa mendapatkan proteksi dari infeksi rotavirus.

Karena itu, dikembangkanlah jenis vaksin terbaru yaitu RV3-BB yang bisa diberikan ke semua bayi sesaat setelah mereka lahir. Dengan memberikan vaksin RV3-BB pada bayi sesaat setelah ia dilahirkan, bayi dapat terlindungi dari penyakit mematikan ini pada usia tiga bulan.

Baca juga: Ini Bedanya Rotavirus dan Norovirus, Virus yang Sama-Sama Sebabkan Diare

Vaksin rotavirus jenis baru ini sudah diujikan secara klinis di 25 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sleman, DIY, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Vaksin ini diberikan kepada 1.649 bayi ada lima hari pertama usianya hingga usia 18 bulan dalam tiga dosis tunggal. Hasilnya, 94 persen bayi terlindungi di tahun pertama kehidupannya terhadap gastroenteritis rotavirus akut dan 75 persen bayi terlindungi sampai usia 18 bulan.

Uji klinis tersebut merupakan fase akhir dan pencapaian dari penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1990-an di Australia. Penelitian fase pertama dilakukan di Melbourne dan New Zealand berhasil mengetahui bagaimana sistem imun merespons vaksin dan kemampuan vaksin dalam melindungi diare berat pada bayi.

Selanjutnya, penelitian dilakukan di Indonesia sejak tahun 2013 hingga 2016 untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam menurunkan gastroenteritis rotavirus pada bayi. Rencananya, vaksin ini akan diproduksi secara massal pada tahun 2020 mendatang. Vaksin RV3-BB ini juga diharapkan dapat masuk ke dalam Program Imunisasi Nasional.

Baca juga: Inilah Cara Pencegahan dan Penanganan Rotavirus

Jangan sampai Si Kecil mengalami diare parah akibat rotavirus, beri ia perlindungan dengan memberi vaksin rotavirus. Bila ibu ingin tahu lebih banyak mengenai vaksin rotavirus, tanyakan saja ke dokter yang ahli di Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.