Proses Uji Dahak untuk Diagnosis Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Proses Uji Dahak untuk Diagnosis Bronkiektasis

Halodoc, Jakarta – Bronkiektasis adalah penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan peradangan saluran udara dan membuat pasien tidak dapat membersihkan lendir dari paru-paru, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Salah satu tes yang dilakukan untuk diagnosis bronkiektasis adalah uji dahak. Sampel dahak (atau lendir) akan diambil dan diuji untuk melihat apakah ada infeksi bakteri atau mikroba yang menyebabkan masalah dengan paru-paru. Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, baca selengkapnya di sini.

Diagnosis Bronkiektasis

Salah satu pemeriksaan untuk penyakit ini adalah melalui uji dahak. Dokter atau perawat akan meminta kamu untuk mengeluarkan dahak ke dalam wadah yang nantinya dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Ini dilakukan untuk menemukan bakteri di paru-paru yang akan membantu memutuskan antibiotik terbaik untuk digunakan jika memang kamu memiliki infeksi dada.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Selain uji dahak, ada beberapa diagnosis lainnya yang perlu atau bisa dilakukan untuk menentukan apakah seseorang memang mengidap bronkiektasis. Pemeriksaan tersebut adalah:

  1. Tes Darah

Tes darah akan membantu dokter untuk menentukan apakah ada kondisi yang terkait dengan bronkiektasis dan untuk melihat apakah ada infeksi yang mendasarinya.

  1. CT Scan

Hasil CT scan atau rontgen dada akan digunakan untuk melihat paru-paru dengan lebih detail. Pemindaian akan menunjukkan masalah, seperti peradangan, jaringan parut, dan penebalan saluran udara.

  1. Tes Fungsi Paru

Tes fungsi paru-paru dilakukan untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa dihirup masuk dan keluar, bersama dengan kecepatan, dan kekuatan seseorang dapat mengembuskan udara dari paru-paru mereka. Tes ini juga dapat menentukan seberapa efisien paru-paru mengantarkan oksigen ke aliran darah.

  1. Tes Keringat

Tes keringat digunakan untuk mengetahui fibrosis kistik. Orang yang memiliki fibrosis kistik akan memiliki kadar garam yang sangat tinggi dalam keringat mereka. Fibrosis kistik seringkali dapat menjadi penyebab bronkiektasis.

Baca juga: Ketahui 11 Penyebab Terjadinya Bronkiektasis

  1. Bronkoskopi

Tes ini menggunakan tabung fleksibel dengan lampu terpasang yang bertujuan untuk mengambil gambar video dari saluran udara orang tersebut, sehingga analisis lebih lanjut dapat dilakukan.

Siapa sajakah yang berisiko mengalami bronkiektasis? Orang yang memiliki kondisi yang menempatkannya pada kerusakan paru-paru atau infeksi paru-paru berisiko mengalami bronkiektasis. Kondisi tersebut meliputi:

  1. Cystic fibrosis, penyakit ini menyebabkan hampir setengah dari kasus bronkiektasis di Amerika Serikat.

  2. Gangguan imunodefisiensi, seperti variabel imunodefisiensi umum dan lebih jarang, HIV dan AIDS.

  3. Aspergillosis bronkopulmonalis. Ini adalah reaksi alergi terhadap jamur yang disebut aspergillus. Reaksi menyebabkan pembengkakan di saluran udara.

  4. Gangguan yang memengaruhi fungsi silia, misalnya diskinesia silia primer. Silia adalah struktur kecil seperti rambut yang melapisi saluran udara. Fungsinya adalah membantu membersihkan lendir (zat berlendir) dari saluran udaramu.

Bronkiektasis dapat berkembang pada usia berapa pun. Secara keseluruhan, dua pertiga orang yang memiliki kondisi tersebut adalah wanita. Namun, pada anak-anak, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada pada anak perempuan.

Untuk mencegah bronkiektasis, sangat penting untuk mencegah infeksi paru-paru dan kerusakan paru-paru yang dapat menyebabkannya. Pemberian vaksin anak untuk campak dan batuk rejan dapat mencegah infeksi yang berkaitan dengan penyakit ini. Vaksin ini juga mengurangi komplikasi dari infeksi ini, seperti bronkiektasis.

Menghindari asap beracun, gas, asap, dan zat berbahaya lainnya juga dapat membantu melindungi paru-paru. Perawatan infeksi paru-paru yang tepat pada anak-anak juga dapat membantu menjaga fungsi paru-paru dan mencegah kerusakan paru-paru yang dapat menyebabkan bronkiektasis.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
European Lung Info. Diakses pada 2019. About Bronchiectasis.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2019. Bronchiectasis.
Bronchiectasis News Today. Diakses pada 2019. 6 Tests Needed for Diagnosing Bronchiectasis.