• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Uji Vaksin Sinovac Diklaim Efektif Hingga 80 Persen

Uji Vaksin Sinovac Diklaim Efektif Hingga 80 Persen

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sinovac adalah vaksin pertama yang dipilih oleh pemerintah guna mengatasi penyebaran virus corona dan menghentikan pandemi yang masih berkecamuk. Per hari Jumat (30/4/2021), distribusi tahap ke-10 dari vaksin buatan China ini tiba di Indonesia dengan besaran sekitar 6 juta dosis. Vaksin ini siap untuk disebarluaskan ke seluruh daerah di Indonesia agar program vaksinasi nasional terus berlanjut.

Di samping itu, penelitian demi penelitian terus dilakukan untuk memastikan keefektivitasan vaksin sinovac di berbagai negara. Salah satu negara yang baru saja mengeluarkan pernyataan terkait efektivitas vaksin China ini adalah Chili. Disebutkan jika tingkat pencegahannya mencapai sekitar 80 persen. Benarkah hal tersebut? Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?

Tingkat Efektivitas Vaksin Sinovac yang Capai 80 Persen

Pada penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Chile yang diterbitkan pada bulan April lalu, disebutkan jika vaksin Sinovac mencatatkan efektivitas sebesar 67 persen dalam mencegah infeksi dari penyakit COVID-19 yang menimbulkan gejala. Selain itu, suntikan ini juga dapat menangkal 80 persen kematian yang dapat disebabkan oleh serangan dari virus corona.

Dari laporan tersebut juga mengatakan jika vaksin Sinovac dapat mencegah sekitar 85 persen untuk pengidapnya mendapatkan rawat inap, dan angka 89 persen juga mampu menghindari seseorang untuk mendapatkan unit perawatan intensif. Hal ini dapat menjadi bukti jika vaksin yang berasal dari China ini dapat efektif untuk melindungi seseorang dari COVID-19 jika digunakan secara luas.

Studi ini dilakukan pada 10,5 juta warga yang telah terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan publik dari negara tersebut, termasuk juga seseorang yang telah mendapatkan satu dosis, dua dosis, bahkan belum menerima suntikan sama sekali. Angka efikasi yang dihasilkan dapat terlihat setelah 14 hari pasca dosis kedua diberikan.

Vaksin yang dikembangkan oleh Beijing ini telah tersebar lebih dari 30 negara. dan memang banyak pertanyaan yang timbul terkait kemanjurannya untuk mencegah serangan dari virus corona. Beberapa negara, seperti Brazil dan Indonesia. memang bergantung pada dosis Sinovac untuk menyuntikkan warga negaranya, setelah jenis vaksin mRNA yang diklaim lebih efektif telah diambil alih oleh negara-negara yang lebih kaya.

Baca juga: Inilah Syarat Penerima Vaksin Corona di Indonesia

Lalu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait vaksin Sinovac atau hal lainnya yang berhubungan dengan penyakit COVID-19, dokter dari Halodoc siap membantu kapan saja dan dimana saja. Cukup download aplikasi Halodoc, kamu dapat berinteraksi dengan ahli medis di rumah untuk menghindari interaksi dengan orang lain sebagai pencegahan COVID-19. Unduh sekarang juga!

Namun, bagaimana dengan kenyataan di lapangan dari keefektivitasan vaksin Sinovac di Chile?

Disebutkan jika negara Amerika Selatan ini adalah salah satu peluncur vaksin tercepat di dunia, tetapi kasusnya terus meningkat pasca pelonggaran aturan di akhir tahun lalu. Hampir 40 persen populasi telah menerima setidaknya satu dosis, sementara itu sekitar 27 persen telah mendapatkan vaksin penuh atau dua kali suntikan.

Ada bukti yang nyata jika vaksin sudah mulai bekerja. Jumlah warga Chili yang berusia di atas 70 tahun yang saat ini berada di unit perawatan intensif, karena COVID-19 kurang dari setengah jumlah orang yang lebih muda. Terbukti jika lansia yang telah mendapatkan vaksin Sinovac dapat menurunkan dampak buruk yang dapat timbul, sehingga terhindar dari perawatan ICU serta kematian.

Baca juga: Jokowi Divaksin, Ini 8 Fakta Vaksin Sinovac yang Perlu Diketahui

Maka dari itu, jika kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin corona, terutama jenis Sinovac, jangan ragu lagi untuk menerimanya. Selain membantu untuk mengurangi penyebaran penyakit COVID-19, kamu juga dapat mencegah segala dampak buruk yang mungkin terjadi saat infeksinya menyebar. Diharapkan, saat semua orang mendapatkan vaksin ini, pandemi dapat berakhir.

Referensi:
Bloomberg. Diakses pada 2021. Chile Says Sinovac Is 80% Effective Against Death From Covid.
Reuters. Diakses pada 2021. China’s Sinovac COVID-19 vaccine 67% effective in preventing symptomatic infection - Chile govt report.