• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Awas Mengalami Dispepsia

Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Awas Mengalami Dispepsia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Timbulnya rasa nyeri pada ulu hati setelah makan, bukanlah kondisi yang langka. Sebab, tak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Bagaimana dengan dirimu? Apakah pernah mengalaminya juga?

Kalau tidak, bagaimana dengan ketidaknyaman pada perut bagian atas? Ternyata, keluhan tersebut bisa saja menandai sindrom dispepsia pada tubuh. Masih asing dengan dispepsia? 

Pengidap dispepsia akan mengalami ketidaknyaman perut pada bagian atas. Keluhannya bisa berusa sakit perut dan kembung. Hal yang mesti diingat, dispepsia ini bisa terjadi pada setiap orang. 

Namun, sindrom dispepsia bukanlah sebuah kondisi medis yang serius. Meski begitu, sebaiknya jangan menganggap enteng sindrom ini. Sebab, dispepsia bisa menimbulkan penyakit pencernaan yang lebih parah.

Lantas, selain nyeri ulu hati, apa lagi gejala yang bisa dialami pengidap dispepsia? 

Baca juga: Jangan Diremehkan, Dispepsia Bisa Berakibat Fatal

Rasa Terbakar Sampai Berisi Gas

Umumnya sindrom dispepsia muncul ketika seseorang makan atau setelah makan. Namun dalam beberapa kasus, ketidaknyamanannya bisa timbul dan terasa sejak sebelum makan. Ketika menjelang waktu makan, lambung akan menghasilkan asam. Masalahnya, dalam kondisi tertentu jumlah asam yang diproduksi oleh lambung bisa meningkat. Hal inilah yang bisa menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung, bahkan bisa terasa hingga kerongkongan. 

Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dispepsia juga disebut sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag. Selain itu, pengidap dispepsia juga sering mengeluhkan rasa tidak nyaman, perih atau sensasi terbakar pada ulu hati. Kadang-kadang rasa terbakar atau nyeri pada ulu hati ini bisa menjalar ke tenggorokan. 

Hal yang perlu digarisbawahi, gejala dispepsia sebenarnya tak cuma menyoal nyeri ulu hati saja.  Nah, berikut ini beberapa gejala lainnya menurut pakar di The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK):

  • Rasa sakit, perasaan terbakar, atau ketidaknyamanan di perut bagian bawah.

  • Nyeri ulu hati

  • Merasa kenyang terlalu cepat saat makan.

  • Merasa tidak nyaman atau perut terasa penuh setelah makan.

  • Kembung dan rasa begah setelah makan.

  • Bersendawa.

  • Mual dan kadang-kadang dapat disertai dengan muntah meskipun hal ini jarang terjadi.

  • Bersendawa makanan atau cairan.

  • Geraman keras atau gemericik di perut kamu.

  • Perut seperti banyak terisi gas.

Masih melansir NIDDK, pengidap dispepsia juga mungkin mengalami sakit maag atau heartburn . Namun, dispepsia dengan maag atau heartburn adalah kondisi yang terpisah untuk mendapatkan saran medis yang tepat

Nah, andaikan merasakan gejala-gejala di atas, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat

Selanjutnya, adakah cara ampuh untuk mencegah atau mengatasi dispepsia? 

Baca juga: 5 Makanan yang Aman Dikonsumsi Pengidap Dispepsia

Tips Mencegah Dispepsia 

Untungnya terdapat beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah dispepsia. Contohnya: 

  • Makan dengan porsi kecil, tetapi sering. Makanan harus dikunyah perlahan sebelum ditelan.

  • Cobalah hindari hal-hal yang bisa memicu dispepsia. Contohnya, makanan pedas dan berlemak atau minuman bersoda, alkohol, atau yang mengandung kafein.

  • Berhenti atau tidak merokok.

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.

  • Olahraga secara teratur dapat membantu menghilangkan berat badan berlebih dan menjaga agar berat badan tetap ideal.

  • Mengatasi stres dan rasa cemas. Caranya bisa dengan olahraga seperti yoga hingga memastikan tercukupinya waktu tidur.

  • Bila ada alternatif lain, ganti obat-obatan yang bisa mengiritasi lambung. Namun, jika tidak ada, pastikan bahwa konsumsi obat selalu dilakukan setelah makan (tidak dalam keadaan perut kosong).

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Symptoms & Causes of Indigestion.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Indigestion.  
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Indigestion?