• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Terbaru Uji Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Update Terbaru Uji Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Berita tentang perkembangan vaksin corona selalu menjadi angin segar di tengah suasana pandemi seperti saat ini. Terutama jika berita terbarunya positif. Meski tidak bisa langsung menghentikan pandemi, mengetahui ada kandidat vaksin yang terus menunjukkan hasil positif tentu bisa membangkitkan semangat. 

Saat ini, banyak kandidat vaksin corona yang masih dalam tahap uji coba fase ketiga. Salah satunya adalah vaksin corona Sinovac, yang sedang berlangsung uji klinisnya di Bandung, Jawa Barat. Seperti apa perkembangan dan kabar terbaru uji klinis vaksin corona Sinovac di Bandung? Simak pembahasannya hingga tuntas, ya!

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

Uji Klinis Berjalan dengan Lancar

Saat ini, tahap uji klinis vaksin corona buatan Sinovac Biotech, China, yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma, masih berada di fase ketiga. Pengujian tersebut dilangsungkan oleh Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.  

Diberitakan Kompas (20/11), sebanyak 1.620 relawan telah menerima suntikan pertama dan 1.603 subjek telah menerima suntikan kedua (dengan interval 14 hari sejak penyuntikan pertama). Terkait hal ini, Ketua Komnas Komite Nasional Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, mengatakan bahwa sejauh ini perkembangan uji klinis fase ketiga vaksin corona Sinovac hasilnya baik. 

Dalam konferensi pers terkait perkembangan uji klinis vaksin corona, Kamis (19/11) lalu, Hindra mengatakan bahwa dari 1600-an relawan yang telah divaksin, tidak ada yang mengalami efek samping serius. Meski begitu, Hindra menyebut bahwa uji klinis vaksin corona belum selesai dan setiap hal masih perlu terus dikaji.

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

BPOM Akan Mengamati Khasiat dan Keamanan Vaksin

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Penny K. Lukito, MCP., mengatakan bahwa proses selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengamatan terhadap khasiat dan keamanan vaksin pada semua subjek. 

Pengamatan tersebut akan dilakukan setelah pemberian suntikan pertama, hingga 6 bulan sesudah pemberian suntikan kedua. Selain efek samping, pengamatan juga akan dilakukan terhadap kemungkinan terjadinya Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) pasca imunisasi. 

Selain itu, Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Padjajaran juga melakukan pemantauan terhadap keamanan relawan uji klinis. Penny mengatakan, dari hasil inspeksi yang dilakukan, sejauh ini uji klinis telah dilaksanakan dengan baik, dan belum ada KTD atau efek samping serius yang dialami.

Selain melakukan pengamatan terhadap para relawan, BPOM telah melakukan inspeksi ke fasilitas produksi Sinovac Life Science, Beijing, pada 2-5 November 2020 lalu. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mendukung data mutu uji klinis vaksin corona Sinovac. 

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

Inspeksi tersebut dilakukan secara menyeluruh, untuk memastikan produsen menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), juga secara konsisten di sepanjang proses pembuatan vaksin. Mulai dari pembuatan bahan baku vaksin, formulasi vaksin, hingga proses pengisian ke dalam vial menjadi produk jadi.

Vaksin corona Sinovac adalah vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech, perusahaan biofarmasi yang bermarkas di Beijing, China. Berdiri pada 1999, Sinovac Biotech berfokus pada riset, pengembangan, pembuatan dan komersialisasi vaksin-vaksin yang mencegah penyakit menular manusia.

Selain mengembangkan vaksin hepatitis A pada 1999, selama dua dekade terakhir, Sinovac Biotech juga telah mengembangkan dan mengkomersialkan enam vaksin yang digunakan manusia dan satu vaksin hewan. Termasuk juga terlibat dalam pengembangan vaksin H1N1 pada 2009.

Apakah Sinovac Biotech pada akhirnya dapat menjadi pengembang vaksin corona yang terbukti efektif dan aman? Tentu belum bisa dipastikan. Sambil terus menunggu kabar terbaru tentang vaksin, jangan lupa senantiasa menjaga hidup bersih dan sehat, ya. Kalau sakit, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter.

Referensi:
CNBC Indonesia. Diakses pada 2020. Bos BPOM Paparkan Update Uji Vaksin Sinovac di Bandung.
Kompas. Diakses pada 2020. Uji Klinik Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung, Bagaimana Perkembangannya?
Tirto. Diakses pada 2020. Update Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia.