• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Vaksin Corona: 11 Kandidat yang Masuk Uji Fase 3

Update Vaksin Corona: 11 Kandidat yang Masuk Uji Fase 3

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Menggunakan bahan dari virus flu yang dilemahkan hingga potongan kode genetik, saat ini para ilmuwan di seluruh dunia tengah mengembangkan lusinan kandidat vaksin unik untuk melawan COVID-19. Mereka berusaha untuk mengembangkan vaksin tersebut dalam waktu yang lebih cepat dari biasanya.

Vaksin biasanya membutuhkan pengujian selama bertahun-tahun dan waktu tambahan lagi untuk memproduksinya dalam skala besar. Namun, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan vaksin corona dalam 12-18 bulan. Vaksin tersebut harus melewati standar keamanan yang lebih tinggi daripada obat lain karena akan diberikan kepada jutaan orang sehat untuk melindungi mereka dari COVID-19.

Baca juga: Butuh Waktu 18 Bulan untuk Buat Vaksin COVID-19, Apa Alasannya?

11 Kandidat Vaksin Berhasil Masuk Fase 3

Menurut Food and Drug Administration (FDA), uji klinis vaksin corona dibagi menjadi tiga hingga empat tahap, dengan tahap awal (tahap 1 dan 2) bertujuan untuk memeriksa keamanan, dosis, dan kemungkinan efek samping, serta keefektifan (seberapa baik kerjanya dalam memerangi patogen) dari calon vaksin terhadap sekelompok kecil orang. Namun, kunci agar vaksin kandidat bisa disetujui adalah dengan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba fase 3 yang lebih maju.

Dilansir dari The Guardian (14/10/2020), dari 170 lebih vaksin yang sedang diteliti, sebanyak 11 kandidat berhasil mencapai tahap 3. Berikut daftarnya:

  1. Universitas Oxford/ AstraZeneca.
  2. BioNTech/ Fosun Pharma/ Pfizer.
  3. Novavax.
  4. CanSino Biologics Inc./Beijing Institute of Biotechnology.
  5. Moderna/NIAID.
  6. Sinovac.
  7. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm.
  8. Johnson & Johnson’s Janssen Pharmaceutical Companies.
  9. Gamaleya Research Institute.
  10. Beijing Institute of Biological Products/ Sinopharm.
  11. University of Melbourne/ Murdoch Children’s Research Institute.

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Uji Coba Vaksin Corona di Indonesia?

Memahami Fase Uji Coba Vaksin Corona

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana prosedur pada tiap fase uji coba vaksin corona?

Dilansir dari ABC, sebuah vaksin bisa dinyatakan aman, efektif dan siap digunakan secara luas bila terbukti aman dan efektif digunakan manusia untuk melindungi tubuh dari virus. Untuk mengetahui apakah vaksin aman dan efektif, para ahli atau perusahaan pengembang vaksin akan melakukan uji coba vaksin kepada hewan dan manusia dalam beberapa tahap.

Uji coba vaksin pada manusia biasanya terdiri dari tiga tahap yang pelaksanaannya membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada fase 1, sekelompok kecil orang menerima vaksin percobaan.

Kemudian, pada fase kedua, studi klinis diperluas dan vaksin diberikan pada orang-orang yang memiliki karakteristik (seperti usia dan kesehatan fisik) serupa dengan mereka yang menjadi sasaran vaksin baru. 

Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk menguji keefektifannya, yaitu apakah vaksin benar-benar dapat melindungi dari infeksi tersebut dan aman digunakan. Adakan para relawan yang datang melaporkan hal-hal, seperti muncul efek samping, infeksi, atau keluhan setelah menerima vaksin, atau semua berjalan baik-baik saja.

Selain itu, dari semua relawan yang terlibat dalam uji coba vaksin, tidak semua mendapatkan vaksin yang sesungguhnya. Melainkan ada sekelompok orang yang mendapatkan plasebo atau obat kosong untuk kontrol penelitian.

Dr. Paul Goepfert, MD, profesor kedokteran dan mikrobiologi di Universitas Alabama, mengungkapkan bila ada lebih banyak orang dalam kelompok plasebo yang terinfeksi atau mengalami infeksi dengan gejala yang parah, maka vaksin tersebut dianggap efektif.

Hal itu karena vaksin memang dirancang untuk mengurangi potensi infeksi dan meringankan gejala mereka yang sudah terinfeksi.

Bila hasil uji coba vaksin sudah menunjukkan efektivitas dan keamanan penggunaan, data-data yang ada kemudian diserahkan pada FDA untuk ditelaah lebih lanjut untuk mendapatkan lisensi atau persetujuan.

Pada bulan Juni, FDA mengatakan bahwa vaksin virus corona harus melindungi setidaknya 50 persen orang yang divaksinasi agar bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan otorisasi darurat atau persetujuan penuh.

Di sana, data akan diperiksa Komite Penasihat yang terdiri dari 15 orang ahli yang sebagian besar merupakan spesialis penyakit menular. Setelah itu, rekomendasi diteruskan ke Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi, kemudian kembali diteruskan pada Komisaris FDA, Stephen Hahn. Hahn berjanji FDA akan meninjau data dengan menggunakan proses ilmiah yang ketat dan penuh pertimbangan sebelum memberikan persetujuan.

Baca juga: Ini Tahapan Pengujian dan Perkembangan Global Vaksin Corona

Itulah update mengenai vaksin corona yang cukup memberikan harapan, karena sudah ada 11 kandidat yang masuk uji coba fase 3. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mencurigakan dan mirip gejala COVID-19, coba bicarakan saja terlebih dahulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Kamu juga bisa melakukan rapid test dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi. Jadi, jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc ya di App Store dan Google Play.

Referensi:
The Guardian. Diakses pada 2020. Covid vaccine tracker: when will a coronavirus vaccine be ready?.
Livescience. Diakses pada 2020. Here are the most promising coronavirus vaccine candidates out there.
ABC. Diakses pada 2020. Coronavirus vaccine: How the approval process works.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Vaccine Testing and the Approval Process