• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Anak Paling Rentan Terkena DBD

Usia Anak Paling Rentan Terkena DBD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Usia Anak Paling Rentan Terkena DBD

“Demam berdarah, atau DBD, termasuk salah satu penyakit yang dapat dengan mudah menyerang, terutama pada anak-anak. Namun, ada beberapa rentang usia pada anak yang rentan terkena DBD. Jika anak ibu termasuk dalam rentang usia tersebut, ada baiknya untuk berhati-hati.”

Halodoc, Jakarta – Demam berdarah, biasa disingkat DBD, adalah penyakit yang sangat rentan untuk terjadi pada anak-anak. Penyakit ini disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang telah menghisap darah dari seseorang yang mengidapnya dan hinggap lalu menggigit di tubuh orang lain. Penyebarannya yang terbilang mudah membuat anak-anak sangat rentan untuk mengalaminya.

Penyakit DBD juga dapat menimbulkan gangguan yang parah bahkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan. Maka dari itu, setiap orangtua wajib tahu usia anak yang paling rentan untuk terkena DBD. Dengan begitu, ibu dapat lebih berhati-hati dan melakukan segala cara untuk mencegah gangguan ini agar tidak terjadi. Nah, berikut usia rentan anak untuk terkena DBD!

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Berapakah Usia Rentan Anak Terkena DBD?

Demam berdarah adalah penyakit yang biasa terjadi di negara tropis yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sudah membawa virus. Seseorang yang terserang penyakit ini dapat mengalami beberapa gejala berupa demam, sakit kepala, ruam, hingga perasaan nyeri di seluruh tubuh. Sebagian besar orang yang terserang demam berdarah ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu.

Meski begitu, penyakit ini rentan untuk menyerang anak-anak sehingga butuh perhatian khusus saat anak mengidapnya. Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran urbanisasi yang tidak direncanakan, tingkat kepadatan penduduk, hingga sistem pengelolaan sampah dan limbah yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya DBD.

Selain itu, faktor usia pada anak-anak juga dapat memengaruhi risiko untuk terserang DBD. Namun, berapa usia yang paling rentan pada anak untuk terkena DBD?

Mengacu pada jurnal dari Paediatrics and International Child Health, data dari beberapa negara menunjukkan jika usia rata-rata dari kasus demam berdarah telah meningkat dari usia 5–9 tahun ke anak yang lebih tua. Bahkan di Thailand, 30–40 persen dari total kasus DBD terjadi pada seseorang dengan usia di atas 15 tahun.

Baca juga: Begini Cara Tepat untuk Menangani Gejala DBD pada Bayi

Maka dari itu, setiap orangtua sebaiknya berhati-hati terhadap penyakit ini karena berisiko untuk terjadi pada semua rentang usia, bahkan orang dewasa. Penting untuk menerapkan berbagai cara untuk pencegahan dari gigitan nyamuk, sehingga risiko untuk anak terkena DBD dapat menurun. Apa saja cara pencegahan yang dapat dilakukan? Berikut ini beberapa caranya:

  • Pada bayi, tutupi tempat tidurnya dengan kelambu agar nyamuk tidak dapat mendekat.
  • Pada anak-anak, kenakan pakaian yang dapat menutupi lengan dan kaki secara keseluruhan. Hal ini ampuh untuk menutup beberapa area yang rentan digigit oleh nyamuk.
  • Gunakan krim anti-nyamuk dan oleskan di area yang tidak tertutup oleh pakaian, seperti wajah dan telapak tangan.
  • Cobalah untuk mengosongkan atau membuang barang-barang yang dapat menahan air, seperti pot dan tempat sampah, agar nyamuk tidak dapat berkembangbiak.

Nah, sekarang ibu tahu jika semua anak dapat terkena DBD, sehingga penting untuk menjaga Si Kecil untuk tetap sehat dengan penerapan pencegahannya. Selain itu, jika anak mengalami gejala dari DBD, ada baiknya untuk segera melakukan penanganan rumahan. Jika gejalanya masih terjadi dalam beberapa hari, segera bawa anak ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Baca juga: Ibu, Kenali Gejala DBD pada Anak yang Dapat Terlihat

Ibu dapat melakukan pemesanan untuk pemeriksaan medis pada anak di beberapa rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, pemesanan untuk pemeriksaan ini dapat dilakukan di smartphone untuk menentukan sendiri lokasi dan jam yang diinginkan. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2021. Dengue fever and dengue haemorrhagic fever in adolescents and adults.
Kids Health. Diakses pada 2021. Dengue Fever.
CDC. Diakses pada 2021. Avoid Dengue by Preventing Mosquito Bites.