• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Lanjut Sebabkan Orang Terkena Fimosis

Usia Lanjut Sebabkan Orang Terkena Fimosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Fimosis umumnya merupakan hal yang normal terjadi pada bayi laki-laki yang baru lahir dan belum sunat. Fimosis terjadi ketika kulit kepala penis atau kulup merekat sangat lekat pada kepala penis. Namun, umumnya, pada bayi dan anak-anak, kulup dapat terlepas sendiri dengan bertambahnya usia. 

Baca juga: Si Kecil Alami Fimosis, Apakah Harus Segera Disunat?

Tidak hanya pada anak-anak, fimosis dapat dialami oleh orang  dewasa. Ada beberapa penyebab pria dapat alami fimosis, salah satunya adalah kebersihan alat kelamin yang tidak dijaga. Selain itu, faktor pertambahan usia juga meningkatkan risiko seseorang alami fimosis. Ini ulasannya.

Mulai dari Kebersihan Hingga Pertambahan Usia

Pengidap fimosis umumnya memiliki bagian kulup penis yang begitu ketat sehingga menyulitkan proses buang air kecil dan melakukan hubungan intim. Ada beberapa kondisi yang umumnya dialami oleh pria dewasa dengan fimosis, seperti nyeri, perih, dan mengalami penurunan hasrat seksual.

Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika fimosis menyebabkan kepala penis mengalami pembengkakan dan kemerahan, mengeluarkan cairan kental dari kulup, mengalami rasa panas saat melakukan buang air kecil, dan mengalami nyeri panggul pada bagian bawah. Buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pengobatan yang akan kamu jalani.

Pada anak-anak yang belum disunat umumnya kondisi ini merupakan hal yang normal. Pada orang dewasa, ada kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami fimosis, seperti:

1. Adanya Penyakit Tertentu

Ketika orang dewasa mengalami eksim, psoriasis, dan diabetes, maka dapat meningkatkan risiko seorang pria mengalami fimosis.

2. Usia Lanjut

Pertambahan usia yang dialami oleh seseorang, khususnya ketika memasuki usia lanjut menyebabkan serat kolagen dalam tubuh mengalami penurunan. Kondisi ini dapat membuat elastisitas kulit menurun dan membuat kulup lebih sulit untuk ditarik ke belakang.

3. Munculnya Jaringan Parut

Adanya peradangan pada kepala penis yang menyebabkan infeksi berisiko memunculkan jaringan parut pada sekitar kulup. Jaringan parut yang muncul menyebabkan keelastisitasan kulit semakin berkurang.

4. Penumpukan Smegma

Smegma terbentuk akibat adanya jaringan kulit mati di sekitar kepala penis dan bagian dalam dari ujung kulit penis. Smegma yang tidak rutin dihilangkan atau dibersihkan dapat menyebabkan kedua sisi dalam ujung penis menempel dan sulit ditarik. Untuk itu, menjaga kebersihan penis memang perlu dilakukan sebagai pencegahan fimosis pada pria dewasa.

Baca juga: 5 Faktor yang Tingkatkan Terjadinya Fimosis

Selain beberapa faktor diatas, sebaiknya jangan terlalu kasar saat menarik kulup penis. Gerakan kasar yang berulang dapat meningkatkan risiko lecet atau luka yang sebabkan fimosis.

Lakukan Penanganan yang Tepat untuk Atasi Fimosis

Pemeriksaan fisik pada bagian penis akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan fimosis yang kamu alami. Dilansir dari Medical News Today, dokter juga melakukan pengecekan urine untuk memastikan kondisi fimosis.

Jika fimosis disebabkan karena kondisi yang ringan, tentu dengan menjaga kebersihan fimosis dapat diatasi. Jika fimosis menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ada pengobatan yang bisa dilakukan, seperti:

1. Penggunaan Obat-obatan

Penggunaan salep atau krim diberikan untuk mengatasi gejala yang dialami pengidap fimosis. Krim yang diberikan umumnya dapat membuat kulup menjadi lebih lentur sehingga memudahkan untuk ditarik.

2. Sunat

Fimosis umumnya terjadi pada pria dewasa yang belum pernah disunat. Dilansir dari National Health Service UK, sunat menjadi penanganan yang tepat untuk atasi fimosis pada pria yang belum pernah disunat.

Baca juga: Waspada Kulup Mr P Ketat, Begini Langkah Pencegahan Fimosis

Fimosis yang dialami orang dewasa dapat sebabkan beberapa komplikasi jika tidak diatasi dengan tepat, seperti peradangan pada kulup, pembusukan jaringan kepala penis, dan autoamputasi akibat pembusukan yang terjadi pada jaringan kepala penis. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Is Phimosis?
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Tight Foreskin