Usia Semakin Bertambah, Radang Sendi Mengincar?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Usia Semakin Bertambah, Radang Sendi Mengincar?

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The National Health Service, rheumatoid arthritis memengaruhi lebih dari 400.000 orang. Penyakit radang sendi ini dimulai ketika seseorang berusia antara 40 dan 50 tahun. 

Wanita 3 kali lebih mungkin mengidap kondisi ini ketimbang laki-laki. Pada penyakit radang sendi, sistem kekebalan tubuh menargetkan sendi-sendi, sehingga menyebabkan rasa sakit dan bengkak. Bagaimana cara mencegah dan penanganannya? Baca informasi selengkapnya di sini!

Hubungan Usia dan Radang Sendi

Penuaan memang sangat memengaruhi sistem muskuloskeletal. Tulang kita terus-menerus menjalani proses penyerapan dan pembentukan tulang, yang dikenal sebagai remodeling. Seiring bertambahnya usia, keseimbangan antara absorpsi dan formasi berubah, yang menyebabkan keropos tulang. 

Tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh. Komposisi dan sifat kartilago juga berubah. Kadar air dalam kartilago semakin sedikit seiring bertambahnya usia, mengurangi kemampuannya untuk meredam dan menyerap guncangan. 

Baca juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

Tulang rawan juga melewati proses degeneratif, yaitu ketika arthritis dapat berkembang. Ligamen dan jaringan ikat lainnya menjadi kurang elastis dan fleksibel seiring bertambahnya usia. Ini karena perubahan yang terjadi dalam sistem muskuloskeletal seiring bertambahnya usia, persendian biasanya mengalami penurunan rentang gerak. 

Saat tulang rawan rusak, persendian bisa meradang dan terasa sakit. Saat inilah terjadinya radang sendi. Namun, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Academy of Orthopedic Surgeons, perubahan yang terjadi pada sistem muskuloskeletal lebih disebabkan karena berkurangnya aktivitas. Jadi, ini tidak sepenuhnya karena penuaan. 

Menurut sumber kesehatan yang sama, lansia yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki kebiasaan aktif bergerak sejak muda dan terus menjalani pola hidup aktif justru tidak mengalami radang sendi. 

Kenapa para lansia pada akhirnya lebih rentan akan radang sendi, karena mereka kurang bergerak dan lebih banyak duduk. Para ahli telah menyatakan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah sedang sekalipun dapat bermanfaat. Peregangan dan rentang latihan gerakan membantu menjaga fleksibilitas. Latihan beban atau disebut juga latihan kekuatan, dapat meningkatkan massa otot dan membangun kekuatan. 

Baca juga: 5 Gejala Radang Sendi yang Sering Diabaikan

Olahraga teratur, dalam jangka panjang, dapat memperlambat hilangnya massa otot, dan mencegah peningkatan lemak tubuh yang berkaitan dengan usia. Sebagai informasi, ternyata kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko osteoartritis.

Karenanya, walaupun radang sendi kerap dialami oleh para lansia, tetapi tidak selamanya terjadi pada orang tua. Bahkan dewasa ini, mereka yang berada di usia di bawah 65 tahun bisa mengalaminya, termasuk anak-anak. Radang sendi bisa terjadi sejak dini salah satunya disebabkan karena kurangnya olahraga.

Jika anak kemungkinan memiliki radang sendi hubungi langsung Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor,  ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Berikut ini beberapa jenis radang sendi yang perlu untuk diketahui: 

  1. Onset osteoarthritis biasanya terjadi setelah usia 40 tahun.
  2. Arthritis reumatoid, suatu jenis radang sendi autoimun, dapat berkembang pada usia berapa pun.
  3. Lupus erythematosus sistemik biasanya berkembang antara bayi dan usia tua, dengan kejadian klimaks antara usia 15 hingga 40 tahun.
  4. Fibromyalgia biasanya didiagnosis pada usia pertengahan dan prevalensi meningkat dengan bertambahnya usia.
  5. Artritis anak-anak terjadi pada orang yang lebih muda dari 16 tahun.
Referensi:
VeryWell Health. Diakses pada 2019. The Connection Between Age and Arthritis.
The National Health Service. Diakses pada 2019. Arthritis.