• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usus Buntu Bisa Disembuhkan dengan Minum Antibiotik, Benarkah?

Usus Buntu Bisa Disembuhkan dengan Minum Antibiotik, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Usus Buntu Bisa Disembuhkan dengan Minum Antibiotik, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Berbentuk seperti selang kecil dan tipis, usus buntu adalah bagian ujung dari usus besar yang juga bisa mengalami masalah. Salah satunya adalah peradangan atau dikenal dengan sebutan apendisitis. Kondisi radang usus buntu perlu segera ditangani secara medis.

Jika tidak, peradangan pada usus buntu bisa saja berkembang menjadi parah, membuat organ kecil itu pecah dan infeksi menyebar. Lantas, apakah benar kondisi ini bisa disembuhkan dengan minum antibiotik? Simak pembahasannya berikut ini.

Baca juga: Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Usus Buntu

Pilihan Pengobatan untuk Radang Usus Buntu

Sebenarnya, ada beberapa pilihan pengobatan untuk radang usus buntu, tergantung kondisi yang dialami. Pada beberapa kasus yang jarang, kondisi ini bisa diatasi dengan hanya minum antibiotik yang diresepkan dokter, tanpa perlu operasi. 

Namun, pada kebanyakan kasus, operasi diperlukan untuk mengatasi radang usus buntu. Jika usus buntu yang meradang menimbulkan abses (gumpalan nanah) yang belum pecah, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Lalu, dokter akan melakukan prosedur untuk mengeluarkan abses, dengan menggunakan tabung yang dimasukkan melalui kulit. Kemudian, dokter biasanya melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau apendiktomi. 

Prosedur apendiktomi terdiri atas dua jenis, yakni:

  • Laparoskopi apendektomi. Prosedur dilakukan dengan menggunakan sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut. Selang tersebut digunakan untuk melihat sekaligus mengangkat usus buntu.
  • Apendektomi terbuka. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada perut kanan bawah, guna mengangkat usus buntu.

Pada kasus usus buntu yang ringan, biasanya pengidap perlu dirawat selama 1 hari setelah operasi. Bahkan, ada pula yang langsung diperbolehkan pulang. Namun, pada kasus yang parah, seperti ketika usus buntu sudah pecah, rawat inap mungkin perlu dilakukan lebih lama. Sembari memantau komplikasi, dokter biasanya akan memberikan suntikan antibiotik selama rawat inap. 

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Usus Buntu

Waspada Gejala dan Ketahui Kapan Harus ke Dokter

Usus buntu perlu mendapatkan penanganan medis segera, maka penting untuk mengetahui gejala-gejalanya. Salah satu gejala khas dari penyakit ini, yaitu sakit perut yang dimulai di area perut tengah atas dekat pusar, yang kemudian berpindah ke perut kanan bawah.

Gejala sakit perut yang terasa ketika mengalami usus buntu juga dapat terasa memburuk saat batuk, tertawa, atau mengejan. Selain sakit perut, berikut ini gejala lain yang juga perlu diwaspadai: 

  • Mual dan muntah,
  • Kehilangan nafsu makan,
  • Sembelit atau diare,
  • Susah kentut,
  • Perut membesar, serta
  • Demam ringan.

Gejala penyakit usus buntu pada orang dewasa dan bayi pun tak sama. Itulah sebabnya orangtua perlu mengetahui apa saja gejala yang muncul pada anak-anak. Pada anak-anak dan remaja, gejala yang umum dialami adalah mual, muntah, dan sakit perut di sebelah sisi kanan bawah. 

Sementara itu, pada bayi 0-2 tahun, gejala yang muncul biasanya:

  • Demam.
  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Perut terlihat agak besar dan ketika ditepuk pelan terasa empuk.

Baca juga: Bukan karena Suka Makanan Pedas, Inilah Penyebab Usus Buntu

Pada ibu hamil, gejala usus buntu bisa jadi mirip dengan morning sickness, seperti berkurangnya nafsu makan, kram perut, mual, dan muntah. Namun, sakit perut yang dialami biasanya tidak terjadi di sisi kanan bawah, melainkan di perut bagian atas. Hal ini karena posisi usus terdorong menjadi lebih tinggi saat hamil. 

Jika kamu atau Si Kecil mengalami gejala usus buntu seperti yang dijelaskan tadi, segera cari bantuan medis. Bila ragu dengan gejala yang muncul, gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter, dan segera ke rumah sakit jika dokter menyarankannya.

Usus buntu yang tidak segera ditangani oleh dokter dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Misalnya saja, risiko usus buntu pecah dan infeksi yang bisa membahayakan nyawa. Jadi, jangan sepelekan kondisi ini jika kamu mengalaminya, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Appendicitis – Symptoms and Causes.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Appendicitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Appendicitis.