09 November 2018

Usus Buntu Bisa Disembuhkan dengan Minum Antibiotik, Benarkah?

Usus Buntu Bisa Disembuhkan dengan Minum Antibiotik, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Usus buntu adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada usus buntu. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pada usus buntu, yang disebabkan oleh feses, benda asing atau bakteri sehingga bakteri bisa tumbuh dan berkembang. Akibatnya, usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Komplikasi penyakit usus buntu yang perlu diwaspadai adalah peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding perut) dan abses (munculnya kantong kumpulan nanah yang terasa sakit).

Bagaimana Cara Mengobati Usus Buntu?

Penyakit usus buntu bisa diobati melalui operasi usus buntu (apendektomi). Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di perut kanan bawah. Pada kasus yang ringan, pengidap usus buntu hanya dirawat selama 1 hari atau bisa pulang di hari yang sama dengan pelaksanaan operasi. Namun untuk kasus yang parah, yaitu saat usus buntu sudah pecah, pengidap usus buntu perlu dirawat inap lebih lama dan diberi suntikan antibiotik.

Berikut dua jenis apendektomi yang dilakukan untuk mengobati usus buntu:

1. Operasi Laparoskopi

Operasi ini adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul. Cara ini lebih banyak dipilih oleh pengidap usus buntu, terutama pada kelompok usia lanjut yang mengidap obesitas. Operasi ini membutuhkan beberapa sayatan kecil pada perut untuk mengangkat usus buntu, sehingga proses pemulihan pasca operasi lebih cepat. Pengidap usus buntu biasanya sudah bisa diizinkan pulang setelah beberapa hari atau 24 jam setelah operasi.

2. Bedah Sayatan Terbuka

Pada kasus yang parah, yaitu saat usus buntu sudah pecah dan infeksi menyebar, pengidap usus buntu membutuhkan prosedur bedah sayatan terbuka untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga perut. Dibanding operasi laparoskopi, proses pemulihan pasca operasi bedah sayatan terbuka lebih lama (sekitar 1 minggu). Aktivitas fisik berat perlu ditunda pasca operasi, setidaknya selama 1 - 2 bulan.

Apakah Usus Buntu Bisa Diobati Hanya dengan Antibiotik?

Jawabannya tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan penyakit usus buntu bisa diobati hanya dengan antibiotik. Namun, pengobatan dengan antibiotik hanya boleh dilakukan jika penyakit usus buntu yang dialami masih ringan. Jika penyakit ini menyebabkan infeksi berat, peritonitis (infeksi pada selaput rongga perut) dan usus buntu pecah, pengobatan yang dilakukan adalah tindakan operasi.

Jadi, jika dokter menyarankan pengobatan penyakit usus buntu dengan antibiotik saja, bisa jadi penyakit yang dialami cukup ringan dan bisa ditangani tanpa operasi. Meski begitu, kamu perlu segera ke rumah sakit terdekat jika mengalami sakit perut di bagian kanan bawah, demam tinggi (lebih dari 39 derajat celcius), penurunan nafsu makan, mual, muntah, perut membengkak, tidak bisa buang gas, kram perut, diare, dan konstipasi, serta sakit saat buang air kecil.

Itulah fakta tentang pengobatan usus buntu yang perlu diketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar usus buntu, tanyakan saja pada dokter Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: