• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaginismus Bisa Terjadi Akibat Trauma Seksual?

Vaginismus Bisa Terjadi Akibat Trauma Seksual?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Vaginismus Bisa Terjadi Akibat Trauma Seksual?

Halodoc, Jakarta - Vaginismus adalah suatu kondisi terjadinya kejang otot pada otot dasar panggul. Kondisi ini dapat membuat nyeri, sulit atau tidak bisa melakukan hubungan seksual. Saat kamu mencoba memasukkan benda seperti tampon, penis, atau spekulum ke dalam vagina, muncul rasa kencang karena kontraksi otot dasar panggul yang tidak disengaja. 

Kelompok otot yang paling umum mengalami vaginismus adalah kelompok otot pubococcygeus (PC). Otot-otot ini bertanggung jawab untuk melancarkan buang air kecil, senggama, orgasme, buang air besar, dan persalinan. Perlu diketahui, trauma seksual adalah salah satu penyebab terjadinya vaginismus. 

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Tanda Disfungsi Seksual pada Wanita

Penyebab Terjadinya Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh stres fisik, stres emosional, atau keduanya. Berikut ini penjelasan sederhananya:

Pemicu Emosional, termasuk:

  • Ketakutan, misalnya, rasa sakit atau kehamilan.
  • Kecemasan atau rasa bersalah.
  • Masalah hubungan, misalnya memiliki pasangan yang kasar atau perasan rentan.
  • Pernah mengalami trauma seksual, misalnya riwayat pelecehan.

Pemicu Fisik

  • Infeksi, seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi jamur.
  • Kondisi kesehatan, seperti kanker atau sclerosus lichen.
  • Pernah melakukan persalinan.
  • Menopause.
  • Riwayat operasi panggul.
  • Lubrikasi vagina tidak mencukupi.
  • Efek samping pengobatan.
  • Lubrikasi vagina tidak mencukupi.

Kondisi ini tidak mengganggu gairah seksual, namun bisa mencegah terjadinya penetrasi. Kamu tidak perlu merasa malu dengan kondisi ini. Meskipun begitu, gangguan ini bisa mengganggu hubungan dan kualitas hidup kamu. 

Tipe-tipe Vaginismus yang Perlu Diketahui

Vaginismus diklasifikasikan menjadi dua jenis:

  1. Vaginismus Primer: Ketika penetrasi vagina tidak pernah tercapai.
  2. Vaginismus Sekunder: Ketika penetrasi vagina pernah tercapai, tapi tidak mungkin terjadi lagi. Hal ini berpotensi karena faktor-faktor seperti operasi ginekologi, trauma seksual, atau radiasi.

Beberapa wanita mengembangkan vaginismus setelah menopause. Ketika kadar estrogen turun, kurangnya pelumasan dan elastisitas vagina membuat hubungan intim jadi menyakitkan, membuat stres, atau tidak mungkin dilakukan. Hal ini menyebabkan vaginismus pada beberapa wanita. 

Baca juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Untungnya, vaginismus dapat diobati. Perawatan biasanya mencakup terapi, konseling, dan olahraga. 

  • Terapi dan Konseling Seks

Terapi biasanya melibatkan belajar mengenai anatomi dan apa yang terjadi selama gairah dan hubungan seksual. Kamu juga akan mendapatkan informasi mengenai otot-otot yang terlibat dalam vaginismus. Perawatan ini dapat membantu memahami bagaimana bagian-bagian tubuh bekerja dan bagaimana tubuh kamu merespons.

Sementara itu konseling mungkin melibatkan kamu sendiri atau bersama pasangan kamu. Konselor akan mengkhususkan pada gangguan seksual yang mungkin terjadi. Teknik relaksasi dan hipnosis juga dapat meningkatkan relaksasi dan membantu kamu merasa lebih nyaman saat berhubungan intim. 

  • Dilator Vagina

Dokter atau konselor mungkin merekomendasikan terapi menggunakan dilator vagina di bawah pengawasan profesional. Perawatan ini dengan menempatkan dilator berbentuk kerucut di vagina. Dilator akan semakin membesar. Ini dapat membantu otot-otot vagina meregang dan menjadi fleksibel. 

Untuk meningkatkan keintiman, mintalah pasangan kamu membantu memasukkan dilator. Setelah menyelesaikan perawatan dengan satu set dilator, kamu dan pasangan dapat mencoba berhubungan intim kembali. 

  • Terapi Fisik

Jika kamu kesulitan menggunakan dilator sendiri, maka cobalah untuk meminta rujukan kepada ahli terapi fisik yang memiliki spesialisasi dasar panggul. Ahli dapat membantu kamu mempelajari lebih lanjut tentang cara menggunakan dilator dan belajar tentang teknik relaksasi yang mendalam.

Baca juga: 6 Gejala Vaginismus yang Harus Diwaspadai

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai penyebab vaginismus. Jika kamu mengalaminya, cobalah untuk berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Vaginismus?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What you need to know about vaginismus