• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Belum Ditemukan, Bagaimana Cara Mencegah Chikungunya?

Vaksin Belum Ditemukan, Bagaimana Cara Mencegah Chikungunya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Chikungunya atau yang populer dengan sebutan “flu tulang”, adalah penyakit infeksi yang menyebabkan gejala nyeri pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Alphavirus, yang ditransmisikan ke manusia, lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk tersebut sama seperti nyamuk penyebab demam berdarah.

Beberapa kelompok orang seperti bayi baru lahir, orang lanjut usia, pengidap diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung, berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi virus ini. Selain nyeri sendi, chikungunya juga dapat menyebabkan infeksi berat yang berujung pada kematian, tetapi tergantung pada kondisi organ kardiovaskuler, pernapasan, dan neurologis masing-masing.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Cara Mencegah Chikungunya

Hingga saat ini, vaksin untuk mencegah penyakit chikungunya belum ada. Lalu bagaimana cara mencegah penyakit ini? Tentu saja upaya pencegahan hanya bisa dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk yang berpotensi membawa virus penyebab chikungunya. Untuk mengurangi risiko terkena gigitan nyamuk, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan obat pengusir nyamuk dan serangga.
  • Menggunakan pakaian yang tertutup.
  • Gunakan pendingin ruangan.
  • Pasang lapisan pelindung anti nyamuk pada pintu, jendela, dan ventilasi.
  • Memasang kelambu pada area tempat tidur.
  • Mengoleskan obat antinyamuk sebelum tidur.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Selain berbagai cara tersebut, melakukan pemberantasan sarang nyamuk juga diperlukan, sebagai upaya mencegah chikungunya. Di Indonesia, terdapat istilah 3M Plus dalam hal ini, yaitu:

  • Menguras. Membersihkan tempat yang berpotensi jadi tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lainnya.
  • Menutup. Menutup rapat-rapat semua tempat penampungan air, seperti drum, kendi, tangki air, dan sebagainya.
  • Mendaur ulang. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kamu juga menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit untuk dibersihkan, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat air tergenang seperti kolam/penampung air jika memungkinkan, dan menanam tanaman pengusir nyamuk agar membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk.

Hindari juga perilaku yang kurang baik, seperti kebiasaan menggantung pakaian dalam jumlah banyak dalam rumah dan membuang sampah sembarangan. Jadi, pada intinya, hilangkan sebisa mungkin tempat dimana nyamuk bisa bersembunyi di dalam dan luar rumah.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ini juga perlu lebih ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba karena banyaknya lokasi yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Dengan begitu, risiko untuk terkena penyakit chikungunya pun bisa diminimalisir.

Baca juga: Anak Terserang Chikungunya, Ibu Harus Apa?

Pengobatan untuk Penyakit Chikungunya

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan langsung penyakit chikungunya. Seperti penyakit infeksi virus lainnya, chikungunya juga bersifat self limiting atau sembuh sendiri tanpa pengobatan. Penyakit ini dapat berlangsung selama 2-3 hari. 

Sebagian besar pengidapnya akan mengalami perbaikan gejala dalam 1 minggu. Namun, nyeri sendi yang dirasakan dapat berlangsung hingga beberapa bulan. Perawatan yang dilakukan untuk chikungunya bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami. Berikut beberapa tindakan yang biasa direkomendasikan:

  • Banyak istirahat.
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Minum obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti parasetamol dan ibuprofen.
  • Jangan mengonsumsi aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid hingga dokter memastikan tidak ada indikasi demam berdarah dengue. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko perdarahan yang dapat terjadi.
  • Konsultasikan pada dokter mengenai obat yang dikonsumsi. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter kapan dan di mana saja. 

Walaupun chikungunya telah mendapat pengobatan yang memadai, penyakit ini dapat terjadi secara berulang tanpa adanya infeksi baru. Hal ini karena virus dapat bertahan pada otot atau persendian.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Chikungunya.
Very Well Health. Diakses pada 2020. What is It Like to Have Chikungunya?
Depkes RI. Diakses pada 2020. Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus.