• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Asal Oxford Memberi Respon Imun yang Kuat pada Lansia, Ini Faktanya

Vaksin Corona Asal Oxford Memberi Respon Imun yang Kuat pada Lansia, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Vaksin Corona Asal Oxford Memberi Respon Imun yang Kuat pada Lansia, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta - Saat ini, banyak ilmuwan dan perusahaan farmasi di seluruh dunia yang berlomba-lomba mengembangkan vaksin corona. Salah satunya adalah yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, Inggris, yang bekerja sama dengan perusahaan biofarmasi AstraZeneca. 

Vaksin corona yang dikembangkan Universitas Oxford ini memberikan harapan bagi orang lanjut usia atau lansia. Melansir dari laman Reuters, vaksin corona asal Oxford ini diklaim mampu menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada lansia, sebaik orang dewasa muda. Seperti diketahui, lansia merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap COVID-19. 

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

Vaksin Corona Asal Oxford Belum Bisa Dijamin Aman

Vaksin corona asal Oxford yang bekerjasama dengan AstraZeneca itu diklaim dapat memicu antibodi pelindung dan sel-T, pada kelompok usia yang lebih tua. Terkait hal ini, para peneliti didorong untuk mencari bukti terkait vaksin corona yang dapat menyelamatkan orang tua dari penyakit serius atau kematian akibat virus di kemudian hari.

Temuan ini menguatkan data yang dirilis pada Juli 2020 lalu, yang menunjukkan bahwa vaksin menghasilkan tanggapan kekebalan yang kuat pada sekelompok orang dewasa sehat berusia 18-55 tahun, dari tes darah imunogenisitas. 

Meski begitu, FT mengingatkan bahwa tes imunogenisitas positif tidak menjamin vaksin pada akhirnya terbukti aman dan efektif pada orang tua. AstraZeneca yang mengembangkan vaksin bersama para peneliti dari Universitas Oxford memang dipandang sebagai pelopor dalam perlombaan memproduksi vaksin Corona. Namun, rincian temuan diharapkan segera dipublikasikan di jurnal klinis. 

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

Lebih Lanjut tentang Vaksin Corona Asal Oxford 

Saat ini, ada lebih dari 150 calon vaksin corona tengah dikembangkan di seluruh dunia. Namun, vaksin harus melalui proses uji klinis tiga tahap sebelum disetujui. Hal ini tentunya dapat menjadi proses yang panjang. Seperti diketahui, Oxford dan AstraZeneca saat ini tengah mengembangkan vaksin bernama ChAdOx1 nCoV-19. 

Dalam hal ini, tim peneliti Oxford telah mentransfer protein SARS-CoV-2, yang membantu virus corona menyerang sel tubuh menjadi versi adenovirus yang dilemahkan, yang biasanya menyebabkan flu biasa. Ketika adenovirus disuntikkan ke manusia, lonjakan protein diharapkan akan memicu respons imun. 

Rencananya, vaksin corona asal Oxford yang sedang dikembangkan ini akan diproduksi sebanyak satu miliar dosis, untuk dijual dengan harga tertentu. Hasil awal dari dua fase uji coba kandidat vaksin ini mengungkapkan, vaksin telah memicu respons imun yang kuat, termasuk peningkatan antibodi dan respons sel-T. Adapun efek samping ringan yang ditimbulkan adalah kelelahan dan sakit kepala. 

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

Pada September 2020, uji coba vaksin corona sempat dihentikan, karena faktor keamanan. Namun, Oxford dan AstraZeneca telah melanjutkan uji coba vaksin corona eksperimentalnya di Amerika Serikat setelah mendapatkan persetujuan dari regulator.

Dikabarkan Reuters, salah satu rumah sakit besar di London, Inggris, akan menerima batch pertama dari vaksin yang dikembangkan Oxford dan AstraZeneca, mulai 2 November 2020. Sementara itu, Indonesia sejauh ini masih menjadikan vaksin corona asal Oxford dan AstraZeneca sebagai kandidat. Namun, belum ada penjelasan resmi kapan vaksin ini akan siap diedarkan.

Mari tunggu kabar baik dari pengembangan vaksin Oxford, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Jika merasa tidak enak badan, di rumah saja, lalu download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2020. Vaccine Hopes Rise as Oxford Jab Prompts Immune Response Among Old as Well as Young Adults.
Financial Times. Diakses pada 2020. Oxford Covid Vaccine Trials Offer Hope for Elderly