• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Belum Tersedia, Begini Cara Tekan Angka Penularan

Vaksin Corona Belum Tersedia, Begini Cara Tekan Angka Penularan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Saat ini, kasus pandemi COVID-19 belum berakhir. Berbagai hal dilakukan oleh tiap negara untuk menekan angka penularan, salah satunya dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru dan menyarankan penggunaan masker ketika masyarakat beraktivitas. Cara ini dilakukan mengingat belum tersedianya vaksin corona.

Baca juga: Waspada, Bahaya Baru COVID 19, Bisa Sebabkan Stroke Hingga Radang Otak

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga hari ini vaksin corona masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia hingga beberapa bulan ke depan. Untuk itu, para ahli mengingatkan masyarakat agar tetap hidup berdampingan dengan kondisi yang baru dan mulai melakukan adaptasi yang baru. Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan, juga menyebutkan sulit untuk menyiapkan vaksin corona selama beberapa bulan ke depan. 

Lakukan Ini untuk Cegah Peningkatan Virus Corona

WHO mengatakan, vaksin untuk mengatasi COVID-19 belum masih dalam tahap pengembangan. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap virus corona yang dikatakan tidak akan pernah hilang, apalagi dalam waktu yang cukup dekat. Hal ini membuat masyarakat diminta selalu waspada dan menjalani adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup berdampingan dengan virus corona.

WHO juga menyatakan, setiap orang dapat mengurangi penyebaran atau penularan COVID-19 dengan melakukan protokol kesehatan yang berlaku. Misalnya, selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan air yang mengalir dan sabun. Selain itu, kamu bisa menggunakan hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol untuk menghilangkan virus corona yang terpapar pada tangan.

Baca juga: Alasan Psikologis Orang Enggan Pakai Masker Wajah

Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain kamu tidak terpapar droplet atau percikan air liur dari orang lain. Untuk itu, hindari keramaian atau kontak langsung dengan orang banyak. Percikan air liur yang terpapar pada barang tertentu dan tersentuh oleh tangan juga dapat masuk dalam tubuh melalui sentuhan pada mata, hidung, maupun mulut. 

Penggunaan masker dinilai cukup efektif untuk menurunkan angka penyebaran dan penularan virus corona. Kamu dapat gunakan masker dengan bahan kain maupun masker medis ketika memiliki kesehatan yang kurang optimal atau saat diperlukan untuk beraktivitas di luar ruangan. 

Pastikan masker yang digunakan menutupi area hidung, mulut, dan dagu. Selalu gunakan masker yang bersih dan hindari menggunakan masker secara berulang. Namun, ingat, tetap berada di rumah menjadi cara yang cukup efektif untuk mencegah penularan maupun penyebaran COVID-19.

Kenali Gejala Awal Virus Corona

Virus corona dapat menunjukkan gejala yang berbeda, mulai dari yang ringan hingga yang cukup parah. Bahkan, pada beberapa kasus, virus corona tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya, namun tetap berpotensi untuk menyebarkan virus.

Melansir Center for Control and Disease Prevention, pengidap mengalami gejala awal setelah 2-14 hari terpapar virus corona. Gejala awal yang dapat muncul seperti demam, batuk, kesulitan bernapas, napas yang menjadi lebih pendek, kelelahan, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan, hingga hidung yang berair. 

Baca juga: Ilmuwan Sebut Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Udara

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi petugas kesehatan setempat. Hindari melakukan kontak dengan orang lain sampai mengetahui penyebab pastinya. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc dan tanya langsung pada dokter untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami. Lakukan pengobatan yang tepat dan selalu konsumsi makanan yang sehat agar kesehatan tubuh tetap optimal. 

Referensi:
Center for Control and Disease Prevention. Diakses pada 2020. Symptoms of Coronavirus
World Health Organization. Diakses pada 2020. Coronavirus Disease Advice for Public
World Health Organization. Diakses pada 2020. When and How to Use Masks
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID 19)