• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Flu Sebabkan Anak Terinfeksi Corona, Mitos atau Fakta?

Vaksin Flu Sebabkan Anak Terinfeksi Corona, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Sejauh ini belum ada bukti bahwa vaksin flu dapat menyebabkan anak terinfeksi corona. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh British Columbia Center for Disease Control, pemberian vaksin flu tidak ada hubungannya dengan peningkatan risiko corona

Vaksin influenza tidak akan membuat anak-anak berisiko lebih besar terkena COVID-19, tetapi juga tidak akan mencegah mereka tertular COVID-19. Vaksin flu disesuaikan dengan jenis virus influenza tertentu, sehingga tidak akan melindungi anak dari COVID-19.

Kaitan Vaksin Flu dan COVID-19

Terkadang mendapatkan satu infeksi memudahkan seseorang mendapatkan infeksi lainnya karena imunitas tubuh yang menurun. Meski begitu, mendapatkan vaksinasi flu dapat membantu mencegah hal ini terjadi selama musim flu.

Sistem kerja vaksin flu adalah menggunakan virus influenza yang dilemahkan, untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan memblokir ketika mencoba masuk ke dalam tubuh. Waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin flu adalah setidaknya dua minggu sebelum terpapar virus, karena butuh beberapa minggu untuk kekebalan tubuh muncul. Inilah sebabnya mengapa pemberian vaksin flu direkomendasikan untuk anak sebelum masuk musim dingin. 

Baca juga: Persiapkan Hal Ini Sebelum Lakukan Vaksin Flu

Kaitan vaksin flu dengan situasi pandemi saat ini adalah menekan risiko komplikasi penyakit. Flu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Imunitas tubuh yang turun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi corona.

Terkena COVID-19 dan flu pada waktu bersamaan dapat meningkatkan gejala yang lebih parah. Terutama pada anak-anak dengan kebutuhan medis yang kompleks di mana sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sepenuhnya. Ini dapat berisiko lebih tinggi untuk mengalami sakit yang lebih parah.

Jika tidak mencegah flu pun, mendapatkan vaksin flu akan meminimalkan gejala dan mengurangi durasi. Selain itu, gejala flu dan COVID-19 terlihat sangat mirip, dengan gejala seperti demam, kelelahan, batuk, dan nyeri tubuh, sehingga akan sangat sulit untuk membedakannya. Akibatnya, orang dengan gejala perlu dites untuk flu dan COVID-19 dan perlu karantina sampai hasil tes untuk COVID-19 keluar. 

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen

Informasi selengkapnya mengenai vaksin flu dan infeksi corona, tanyakan langsung ke Halodoc. Kamu bisa menanyakan masalah kesehatan apapun dan dokter terbaik di bidangnya akan memberikan solusi. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bahkan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Anak-Anak dan Infeksi COVID-19

Dalam kasus yang jarang terjadi, anak-anak bisa menjadi sangat sakit karena COVID-19, dan bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan dan mencegah infeksi pada anak-anak maupun orang dewasa. Gejala COVID-19 lebih ringan pada anak-anak daripada pada orang dewasa, dan beberapa anak yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 4 Fakta Virus Corona pada Anak dan Balita

Gejala untuk anak-anak dan orang dewasa meliputi:

1. Batuk.

2. Demam atau kedinginan.

3. Sesak napas atau kesulitan bernapas.

4. Nyeri otot.

5. Sakit tenggorokan.

6. Kehilangan rasa atau bau.

7. Diare.

8. Sakit kepala.

9. Kelelahan.

10. Mual atau muntah.

11. Hidung tersumbat atau meler.

Kondisi serius pada anak-anak karena COVID-19 mungkin terjadi, dan orangtua harus tetap waspada jika anak didiagnosis, atau menunjukkan tanda-tanda, penyakit tersebut.

Referensi:
Banner Health. Diakses pada 2020. Kids and Flu Shots: Why They Won’t Cause COVID-19 … and Other Myths Debunked.
Discoveries Children Hospital.org. Diakses pada 2020. Does your child need a flu shot? Yes, especially this year.
Hopkins Medicine.org. Diakses pada 2020. Coronavirus in Babies and Kids: Symptoms and Prevention.