• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Pfizer Efektif Cegah Sindrom Peradangan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Pfizer Efektif Cegah Sindrom Peradangan

Vaksin Pfizer Efektif Cegah Sindrom Peradangan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Januari 2022

“Sindrom peradangan atau MIS-C merupakan kondisi serius, karena bisa menyebabkan berbagai organ vital meradang. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa vaksinasi Pfizer 91 persen efektif dalam melindungi remaja terhadap sindrom inflamasi multisistem (MIS-C).”

Vaksin Pfizer Efektif Cegah Sindrom Peradangan

Halodoc, Jakarta – Dikabarkan dua dosis vaksin Pfizer efektif dalam melindungi remaja berusia 12 hingga 18 tahun. Peradangan parah tersebut berkaitan dengan infeksi COVID-19 yang baru ditemukan dalam studi terbaru. Peradangan tersebut juga disebut sebagai sindrom inflamasi multisistem atau MIS-C. 

CDC di AS melaporkan bahwa vaksinasi Pfizer 91 persen efektif dalam melindungi remaja terhadap MIS-C. Studi CDC mengamati sebanyak 283 pasien rawat inap berusia 12 hingga 18 tahun di 24 rumah sakit anak, di 20 negara bagian. Studi ini dilakukan dari Juli hingga Desember 2021 ketika varian delta sedang menjadi varian yang ominan. Analisis difokuskan pada remaja karena suntikan Pfizer saat itu belum tersedia untuk anak-anak hingga November. 

Berkembangnya Peradangan MIS-C Pasca Terinfeksi COVID-19

MIS-C adalah kondisi serius di mana berbagai organ tubuh vital menjadi meradang. Organ tubuh tersebut seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan. Menurut CDC, anak-anak dan remaja biasanya mengembangkan peradangan MIS-C dua hingga enam minggu setelah infeksi COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan. 

MIS-C adalah penyakit peradangan yang langka, tapi berpotensi mematikan yang menyerang organ vital tubuh. Bahkan,  bisa menjadi cukup parah sehingga seseorang harus menggunakan ventilator.

“Ini adalah sindrom baru yang belum pernah terlihat pada infeksi virus lainnya,” kata Dr. Mark Sawyer, FAAP, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Anak Rady dan profesor pediatri klinis di University of California di San Diego, AS.

Kondisi peradangan ini juga diduga berkaitan dengan peningkatan respon imun yang ditimbulkan oleh virus corona pada orang dewasa dan anak-anak. Belum diketahui secara pasti mengapa infeksi COVID-19 memunculkan respon imun yang cepat ini. 

Baik anak-anak dengan MIS-C dan orang dewasa dengan COVID-19 parah sering kali diobati dengan steroid atau  obat lain untuk menimbulkan respon imun. Hal yang dikhawatirkan adalah peradangan dapat meluas dan menyebabkan masalah kesehatan kronis lainnya. 

Efektif Cegah Sindrom Peradangan

Meskipun belum yang diketahui mengapa MIS-C muncul setelah infeksi COVID-19 pada anak-anak, tapi vaksin Pfizer tampaknya dapat mengurangi risiko MIS-C sebanyak 91 persen. 

“Pada anak-anak, kami belajar bahwa jika kami dapat membatasi peradangan, itu mengurangi kemungkinan mengembangkan COVID-19 dalam jangka panjang, MIS-C, dan komplikasi lain yang terkait dengan virus,” ujar Dr. Ilan Shapiro, FAAP, direktur medis pendidikan kesehatan dan kesehatan di Layanan Kesehatan AltaMed, yang dilansir dari Healthline. 

“Jika terinfeksi virus, vaksin berfungsi sebagai ‘sabuk pengaman’ untuk melindungi dari komplikasi akibat virus.” tambahnya

Sejauh ini, hanya vaksin Pfizer yang disetujui untuk anak-anak berusia 5 tahun ke atas. Namun jika vaksin lain disetujui, sangat mungkin vaksin tersebut juga bermanfaat untuk mencegah MIS-C. Karena perlu dipahami, manfaat vaksinasi COVID-19 juga melampaui perlindungan MIS-C. 

Vaksin tidak hanya untuk mengurangi keparahan gejala. Namun, juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari efek samping dan gejala jangka panjang yang masih tersisa. Analisis dari CDC juga memberi bukti yang mendukung, bahwa vaksinasi anak-anak dan remaja sangat protektif terhadap sindrom peradangan atau MIS-C. 

Perlu diingat juga, bahwa anak-anak berusia 5 tahun ke atas sekarang memenuhi syarat untuk menerima vaksin Pfizer dua dosis. Remaja berusia 12 tahun ke atas memenuhi syarat, bisa mendapatkan suntikan booster pfizer setidaknya 5 bulan setelah dosis kedua.

Itulah yang perlu diketahui mengenai khasiat vaksin Pfizer terhadap infeksi COVID-19. Jika kamu memiliki anak remaja, cobalah untuk bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc, apakah ia sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin maupun booster. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Effectiveness of BNT162b2 (Pfizer-BioNTech) mRNA Vaccination Against Multisystem Inflammatory Syndrome in Children Among Persons Aged 12–18 Years — United States, July–December 2021
CNBC. Diakses pada 2022. Pfizer Covid vaccine protects adolescents against multisystem inflammatory syndrome, CDC says
abc4. Diakses pada 2022. Effectiveness of Pfizer vaccine against multisystem inflammatory syndrome
Healthline. Diakses pada 2022. Pfizer COVID-19 Vaccine Reduces Risk of MIS-C in Children by 91 Percent