• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksinasi Flu untuk Ibu Menyusui, Ketahui Hal Ini

Vaksinasi Flu untuk Ibu Menyusui, Ketahui Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Vaksinasi flu sangat penting bagi setiap orang. Terutama di masa pandemi, pemberian vaksin flu tak hanya sekadar melindungi dari penyakit flu, tetapi juga mengurangi keparahan gejala infeksi virus corona (COVID-19). Vaksin flu juga perlu diberikan pada ibu menyusui. Sebab, selain dapat melindungi sang ibu, vaksin flu juga turut melindungi bayi yang disusui. 

Hal ini karena antibodi yang dihasilkan tubuh ibu dikeluarkan melalui ASI. Bahkan, menurut penelitian dalam jurnal Drugs and Lactation Database, bayi dari ibu yang saat hamil mendapat vaksin flu saat trimester ketiga kehamilan dan mengonsumsi ASI selama 14 minggu, mengalami penurunan risiko penyakit saluran napas dan demam sebesar 36 persen.

Baca juga: Inilah Alasan Flu Biasa Bisa Sebabkan Pneumonia

Seputar Vaksin Flu

Pada kebanyakan kasus, flu mungkin hanya menimbulkan gejala yang ringan. Namun, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius bagi beberapa orang, lho. Terutama pada lansia, ibu hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, pekerja medis, dan pengidap penyakit kronis. 

Komplikasi serius akibat flu yang bisa terjadi adalah pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, dan gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Flu juga bisa membuat penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif menjadi semakin parah.

Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan vaksin flu, sebagai upaya pencegahan. Dengan pemberian vaksin flu, risiko untuk terkena penyakit ini akan berkurang atau gejala yang dialami akan cenderung lebih ringan, dibandingkan jika tidak mendapatkan vaksin.

Baca juga: Masih Masa Pertumbuhan, Mengapa Anak Sering Flu dan Batuk?

Jenis-Jenis Vaksin Flu yang Bisa Diberikan

Berdasarkan bentuk sediaannya, vaksin flu ada dua jenis, yaitu bentuk suntikan dan semprot hidung. Bedanya, vaksin flu bentuk suntik mengandung virus yang telah dimatikan, sedangkan vaksin flu semprot mengandung virus hidup yang dilemahkan. Namun, tenang saja, meski mengandung virus, kedua jenis vaksin flu itu tidak akan menyebabkan kamu sakit. 

Vaksin flu suntik pun terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalent dan quadrivalent. Vaksin flu trivalent mengandung 2 tipe virus influenza A dan 1 tipe virus influenza B, sedangkan vaksin flu quadrivalent mengandung 2 tipe virus influenza A dan 2 tipe virus influenza B. 

Cara kerja vaksin flu adalah membangun antibodi dalam tubuh seseorang, untuk melawan virus influenza. Pembentukan antibodi tersebut memerlukan waktu sekitar 2 minggu, sejak vaksin diberikan. 

Baca juga: Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh, Perlukah ke Dokter Spesialis?

Adakah Efek Samping dari Vaksin Flu?

Vaksin flu juga memiliki risiko efek samping, meski jarang terjadi, seperti:

  • Nyeri, bengkak, dan ruam merah di area bekas suntikan.
  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.
  • Suara serak dan sakit tenggorokan.
  • Bengkak di area mata atau bibir.
  • Lelah.
  • Jantung berdebar.
  • Perubahan perilaku.
  • Pingsan.
  • Hidung meler.
  • Nyeri otot.

Segera periksakan diri ke dokter atau download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter, jika kamu mengalami efek samping tersebut setelah menerima vaksin flu. 

Selain dengan vaksinasi flu, penyakit flu dapat dicegah dengan berbagai cara lain. Misalnya, mengurangi kontak dengan orang sakit, istirahat di rumah ketika sedang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum yang cukup. Selain itu, gunakan masker untuk menghindari penyebaran virus ketika batuk atau bersin, dan biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun.

Referensi:
Drugs and Lactation Database (LactMed). Diakses pada 2020. Influenza Vaccines.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Influenza (Seasonal).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Key Facts About Flu Vaccines.
WebMD. Diakses pada 2020. What Are Flu Complications?
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Flu Vaccine and People with Egg Allergies