Viral Asal Usul DNA Najwa Shihab, Ini 6 Manfaat Tes DNA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Viral Asal Usul DNA Najwa Shihab, Ini 6 Manfaat Tes DNA

Halodoc, Jakarta - Meski bukan tokoh politik, pejabat pemerintah, musisi, atau pula artis ternama, nama Najwa Shihab tak terdengar asing di telinga publik. Apalagi bagi mereka yang aktif di dunia media sosial atau mengikuti perkembangan berita di tanah air. 

Banyak kata untuk mendeskripsikan Najwa. Tajam, mendalam, berani, lugas, dan kritis, menjadi karakter yang sudah melekat dalam dirinya ketika tampil di layar kaca. Tak sedikit narasumber, khususnya para politisi atau penyelenggara negara, yang dibuatnya kelabakan lewat pertanyaan-pertanyaan “mematikannya”.

Singkat kata, publik mengenal Najwa dengan kecakapannya sebagai seorang jurnalis. Namun, bagaimana dengan hal yang lebih bersifat pribadi, seperti asal-usul DNA (deoxyribonucleic acid) tuan rumah Mata Najwa tersebut? 

Selama ini orang-orang mengira kalau Nana, sapaan akrabnya, kental dengan darah bangsa Arab atau Timur Tengah. Akan tetapi, lewat hasil selisik tes DNA, ternyata wanita ini memiliki 10 fragmen DNA dari 10 leluhur yang berbeda. 

Menurut hasil penelitian Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli ini, Najwa memiliki fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa. Dari penelitian di atas, Nana menjadi relawan dengan fragmen DNA terbanyak. 

Baca juga: Tes DNA untuk Perencanaan Kesehatan yang Tepat

Tak Cuma Penelusuran Nenek Moyang

Bagaimana, apa dirimu sudah mengira kalau wanita ini memiliki beragam DNA hingga Eropa utara? Cara kerja tes DNA memang ajaib, bisa meneropong jauh asal-usul seseorang. 

Pertanyaannya, benarkah tes DNA hanya sebatas menyingkap asal-usul leluhur seseorang? 

Keistimewaan tes DNA memang dianggap mampu untuk mencari dan memberikan jawaban serta data ilmiah soal komposisi ras seseorang. Namun, faktanya fungsi tes DNA tak hanya sebatas itu. Bukan cuma digunakan untuk penelusuran nenek moyang. 

Dalam kacamata dunia medis, tes DNA memiliki sederet kegunaan. Dari diagnosis kelainan genetika, hingga uji forensik. Penasaran? Berikut ini ulasan lengkap mengenai manfaat tes DNA dalam ilmu kedokteran:

Baca juga: Ketahui Fakta CRISPR, Teknik Edit DNA Bayi yang Ramai Dibicarakan

1. Menelisik Ada Tidaknya Kelainan Genetika

Dalam dunia kedokteran, tes DNA bisa digunakan untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan kelainan genetik tertentu. Tes ini bisa dilakukan pada bayi hingga orang dewasa, yang menunjukkan kelainan genetik tertentu, misalnya seperti sindrom Down.

2. Tes Prenatal atau Pra-kelahiran

Tes ini digunakan untuk mendeteksi perubahan pada gen bayi yang belum lahir. Jenis tes DNA ini direkomendasikan bagi mereka yang bayinya berisiko memiliki kelainan genetik atau kromosom. 

3. Memantau Kondisi Newborn

Tes DNA juga bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi bayi yang baru dilahirkan. Tujuannya jelas, untuk mengetahui atau mengidentifikasi kemungkinan kelainan genetik, sehingga dapat diobati sejak dini. Contohnya, setiap bayi di Inggris dites untuk melihat kemungkinan ada-tidaknya cystic fibrosis. Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan lendir tubuh menjadi lengket dan menghambat sejumlah saluran di dalam tubuh. Salah satunya saluran pernapasan.

Baca juga: Inilah 6 Penyakit yang Disebabkan Genetik

4. Uji Pra-implantasi

Manfaat tes DNA juga bisa digunakan untuk pasangan yang sedang menjalani prosedur bayi tabung. Tes DNA uji pra-implantasi bertujuan untuk mendeteksi perubahan pada pribadi yang terbentuk dengan teknik tertentu, contohnya fertilisasi in-vitro (IVF) atau bayi tabung. 

Nantinya, bagian kecil dari sel telur yang sudah dibuahi di luar rahim akan diambil untuk diteliti. Tujuannya untuk memeriksa ketidaknoralan genetika tertentu. Setelah itu, embrio yang tidak terpengaruh (sehat) akan dipindahkan ke rahim ibu. Andaikan kehamilan berhasil, bayi tidak akan terpengaruh oleh kelainan genetik yang telah di uji.

5. Carrier Testing

Carrier testing atau Uji pembawa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang memiliki kondisi genetik tertentu, yang mungkin saja bisa diturunkan pada keturunannya. Jenis tes DNA ini amat bermanfaat bagi pasangan untuk menentukan keputusan perencanaan kehamilan. 

6. Uji Forensik

Uji forensik ini menggunakan serangkaian DNA untuk mengidentifikasi seseorang untuk kepentingan hukum. Berbeda dengan beberapa tes DNA di atas. Uji forensik tak digunakan untuk melihat ada-tidaknya mutasi gen yang terkait dengan penyakit. 

Tes DNA berupa uji forensik umumnya digunakan untuk mengetahui identitas orangtua dari seorang anak. Bisa juga untuk mengidentifikasi jasad atau bagian tubuh korban bencana alam, seperti tsunami atau kebakaran. 

Nah, kesimpulannya, tes DNA bukan cuma digunakan untuk menelusuri asal-muasal nenek moyang saja. Sebab, tes DNA memiliki banyak kegunaan, terutama dalam dunia medis. 

Mau tahu lebih jauh mengenai tes DNA? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Patiens. Dr Colin Tidy. Diakses pada 2019. Genetic Testing. Prenatal diagnosis and screening
Web MD. Diakses pada 2019. Genetic Test.