• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Viral Ibu Hamil Minum Obat Pemutih, Ini Bahayanya Bagi Janin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Viral Ibu Hamil Minum Obat Pemutih, Ini Bahayanya Bagi Janin

Viral Ibu Hamil Minum Obat Pemutih, Ini Bahayanya Bagi Janin

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Agustus 2022

“Minum obat pemutih selama masa kehamilan bisa menyebabkan cacat lahir dan kerusakan anggota badan dan organ pada janin. Begitu juga dengan sejumlah kandungan yang sering ditemukan di krim pemutih, bisa berbahaya bagi janin.”

Viral Ibu Hamil Minum Obat Pemutih, Ini Bahayanya Bagi JaninViral Ibu Hamil Minum Obat Pemutih, Ini Bahayanya Bagi Janin

Halodoc, Jakarta – Belakangan ini sedang viral di media sosial tentang fenomena ibu hamil yang mengonsumsi obat pemutih, agar anaknya nanti lahir dengan kulit yang putih. Hal itu mereka lakukan karena terobsesi ingin mempunyai bayi yang berkulit cerah.

Padahal, ibu hamil perlu berhati-hati sekali dalam mengonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan. Sebab semua yang ibu konsumsi bisa berdampak pada kondisi kesehatan janin. Begitu juga dengan suplemen kecantikan. 

Tidak semua suplemen kecantikan aman untuk dikonsumsi bumil. Meminum obat pemutih yang tidak jelas kandungannya bisa juga berbahaya, bahkan berakibat fatal bagi janin. Simak bahayanya minum obat pemutih bagi janin di sini.

Bahaya Konsumsi Obat Pemutih Bagi Janin

Ternyata, praktik mengonsumsi obat pemutih saat hamil juga pernah menjadi tren yang berkembang di negara Afrika. Wanita-wanita di Ghana mengonsumsi pil pencerah kulit yang mengandung glutathione, karena berharap bayi mereka bisa lahir dengan warna kulit yang cerah.

Food and Drugs Authority (FDA) di Ghana menegaskan bahwa obat pemutih tersebut ilegal, dan bisa menyebabkan cacat lahir dan kerusakan pada anggota badan dan organ dalam janin. FDA Ghana mengungkapkan bahwa tidak ada produk yang sudah disetujui oleh mereka, dalam bentuk pil untuk mencerahkan kulit bayi yang belum lahir.

Bukan hanya obat dalam bentuk pil, ibu hamil juga dianjurkan untuk berhati-hati dalam menggunakan produk pemutih kulit dalam bentuk krim. Pasalnya, ada beberapa kandungan yang biasanya ditemukan dalam krim pemutih yang bisa berbahaya bagi janin, antara lain:

  • Hidrokuinon

Beberapa krim pemutih kulit mengandung bahan aktif Hidrokuinon yang bekerja dengan cara mencegah pigmentasi. Studi memang tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko cacat lahir akibat penggunaan produk dengan kandungan ini. 

Namun, diperkirakan bahwa 35-45 persen dari produk pemutih tersebut bisa diserap ke dalam kulit ibu ketika diaplikasikan. Jadi, sebaiknya minimalkan penggunaan krim pemutih hidrokuinon selama kehamilan.

  • Garam Merkuri

Kandungan bahan lainnya yang juga sering ditemukan dalam produk pemutih kulit adalah garam merkuri. Seperti merkuri klorida atau kalomel, garam merkuri bisa mencerahkan kulit dengan cara mencegah pembentukan melanin. 

Namun, produk yang mengandung merkuri tidak aman dan bisa membahayakan kesehatan. Bila digunakan selama kehamilan, kandungan tersebut bisa menyebabkan kelainan janin.

  • Hidrogen Peroksida dan Amonia

Hidrogen peroksida yang diencerkan bisa memutihkan atau mencerahkan kulit. Kandungan tersebut sering ditemukan pada perawatan pemutihan kulit di salon kecantikan. Selain itu, produk pemutih rambut juga mengandung hidrogen peroksida dan amonia.

Belum ada penelitian tentang keamanan kedua bahan ini dalam produk pemutih kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan amonia tidak berbahaya bagi janin.

  • Steroid

Kortikosteroid (steroid topikal) juga digunakan dalam beberapa krim pemutih kulit. Sebuah studi menemukan bahwa wanita hamil yang menggunakan krim pencerah kulit dengan kandungan steroid yang kuat, lebih berisiko untuk memiliki plasenta yang lebih kecil, dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Itulah bahaya penggunaan produk pemutih kulit bagi janin. Penting untuk berhati-hati dalam menggunakan atau mengonsumsi sesuatu selama kehamilan, apalagi obat yang diminum. Karena obat akan langsung masuk ke dalam tubuh ibu dan memberikan dampak langsung pada janin. 

Jadi, pastikan ibu hamil selalu membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter kandungan bila ingin mengonsumsi obat, suplemen, maupun obat herbal.

Ikuti juga anjuran dokter mengenai cara dan dosis saat mengonsumsi obat. Bila tidak perlu, sebaiknya hindari minum obat selama kehamilan. 

Untuk cek obat dan vitamin yang ibu butuhkan selama masa kehamilan, gunakan saja aplikasi Halodoc saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
The Atlanta Voice. Diakses pada 2022. Pregnant women in Ghana are taking skin bleaching pills for their unborn babies.
Baby Centre. Diakses pada 2022. Is it safe to use skin lightening products during pregnancy?.