Viral Menteri Susi Sedang Mengupil, Apa Efeknya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
viral-menteri-susi-sedang-mengupil-apa-efeknya-untuk-kesehatan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Meski terkesan jorok, mengupil sepertinya menjadi kebiasaan yang menyenangkan untuk dilakukan dan bisa memberi kepuasan tersendiri. Seperti foto viral belakangan ini yang diunggah ke akun Twitter resmi menteri kelautan dan perikanan, yaitu ibu Susi. Ibu Susi terlihat mengupil ketika sedang rapat di gedung DPR. Tanpa menunjukan rasa malu, sepertinya ibu Susi merasa “ngupil” adalah sesuatu yang wajar dan harus dilakukan setiap hari.

Tetapi, apakah mengupil adalah kebiasaan yang jorok dan berbahaya, atau kebiasaan yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh? Yuk, ketahui fakta medisnya di sini!

Baca juga: Hidung Terasa Tersumbat Terus-Menerus? Ini 10 Gejala Polip Hidung

 

Ada Dampak Positif Bagi Tubuh dari Mengupil

Meskipun terdengar aneh, mengupil bisa memberikan berbagai dampak positif bagi  tubuh, antara lain:

  • Sistem imun tubuh menjadi lebih kuat. Manfaat yang bisa didapatkan dari mengupil, salah satunya adalah menguatkan sistem imun tubuh. Terutama jika upil yang sudah keluar, langsung dimakan. Hal ini disebabkan oleh bakteri baik yang terkandung dalam upil, ternyata bisa membentuk sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih optimal.

  • Bagus untuk gigi. Meski terdengar aneh, mengupil lalu memakan upil membuat gigi menjadi sehat. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The American Society for Microbiology,  penyebabnya adalah kandungan bakteri baik yang terkandung dalam upil, bisa mencegah bakteri jahat untuk menempel pada gigi dan gusi. Tapi jangan kamu lakukan ketika lagi rapat ya.

  • Membersihkan rongga hidung. Selain untuk menghirup udara pernapasan, hidung juga berperan untuk menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh. Mengupil membantu untuk membersihkan rongga hidung tersebut dan membersihkannya. Rongga hidung yang kotor, meningkatkan resiko seseorang untuk  terinfeksi berbagai penyakit seperti flu. Selain itu, rongga hidung yang kotor juga dapat menimbulkan penumpukan kotoran, sehingga hidung bisa tersumbat.

Baca juga: Kehujanan Bisa Sebabkan Flu, Kok Bisa?

 

Jangan Lupakan Dampak Negatif Mengupil Bagi Tubuh

Selain dari dampak positif bagi tubuh, mengupil juga bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh kamu. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi dari mengupil, antara lain:

  • Mimisan. Mengupil memang menyenangkan, tetapi jangan sampai kamu melupakan jari kamu sendiri. Kuku jari yang panjang bisa menyebabkan luka jika kamu mengupil terlalu kencang. Jika luka tersebut tidak ditangani, infeksi dapat terjadi karena rongga hidung penuh dengan bakteri dan kotoran.

  • Risiko terserang penyakit. Selain dapat membuat luka atau mimisan juga bisa membuat bulu hidung rontok. Bulu hidung berperan sebagai salah satu penyaring udara yang masuk. Bakteri, debu, dan kotoran yang masuk ke dalam rongga hidung bisa masuk tanpa tersaring kedalam saluran pernapasan jika bulu hidung banyak mengalami kerontokan. Hal tersebut tentu saja dapat menimbulkan berbagai penyakit jika tubuh sedang tidak fit.

Nah, mengupil tidak sepenuhnya jorok atau berbahaya, karena dapat memberikan berbagai dampak positif bagi tubuh. Tapi, kebersihan tangan juga harus dijaga karena bisa menjadi sumber dari berbagai penyakit menular seperti flu, ispa, tbc, dan lain-lain. Meskipun sebenarnya sah-sah saja untuk dilakukan, jangan sampai berlebihan dan terlalu kencang karena rongga hidung bisa terluka jika kuku sedang panjang. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Flu juga Bisa Berbahaya

 

Jika merasakan luka atau gejala tertentu timbul setelah mengupil, segeralah bicara ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat dan segera. Penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko gejala makin parah, atau komplikasi.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Is It Dangerous for Me to Pick My Nose, and How Do I Stop?
BBC. Diakses pada 2019. Why do we pick our nose?
Telegraph. Diakses pada 2019. Eating bogies is good for teeth and overall health, scientists conclude