• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Virus Chapare Mewabah di Bolivia, Seperti Apa Gejalanya?

Virus Chapare Mewabah di Bolivia, Seperti Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Virus Chapare Mewabah di Bolivia, Seperti Apa Gejalanya?

Halodoc, Jakarta - Pandemi virus corona belum selesai, masyarakat dunia kembali dibuat cemas dengan munculnya virus chapare yang mewabah di Bolivia. Meski saat ini masih terbilang langka, virus chapare disebut-sebut bisa menular antar manusia, lho. 

Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus chapare atau Chapare mammarenavirus yang menginfeksi manusia dapat menyebabkan kondisi yang bernama Chapare hemorrhagic fever (CHHF). Adapun nama virus “chapare” diambil dari daerah pertama kali ditemukannya penyakit ini, yaitu di Chapare, wilayah Timur Lapaz, Bolivia.

Baca juga: Tikus Bisa Sebabkan Demam Tiba-Tiba

Lebih Lanjut tentang Virus Chapare

Masuk ke dalam keluarga arenavirus, virus chapare dapat menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Hingga artikel ini diterbitkan, sudah ada dua wabah CHHF yang terjadi di Bolivia. Wabah pertama terjadi pada 2003 di Provinsi Chapare, dan mengakibatkan satu kasus kematian.

Lalu, wabah kedua terjadi pada 2019, di Provinsi Caranavi, yang mengakibatkan lima kasus terkonfirmasi, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Meski kemunculan virus ini belum diketahui secara pasti, mammarenavirus umumnya ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan air liur, urine, dan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. 

Misalnya, berkontak langsung, termasuk dari gigitan dan cakaran hewan pengerat, atau kontak tidak langsung yang bisa disebabkan karena seseorang menghirup partikel virus yang telah tercampur ke udara, atau menelan makanan yang terkontaminasi urine, liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

Lalu, orang yang terinfeksi virus chapare dapat menyebarkan penyakit tersebut ke orang lain. Penularan antar manusia dapat terjadi ketika berkontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, atau saat menghirup aerosol cairan dari tubuh orang yang terinfeksi virus chapare. 

Banyak peneliti yang menduga bahwa virus chapare berasal dari tikus. Namun karena kasus infeksi virus chapare yang dilaporkan baru sedikit, diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan untuk memahami penyakit ini. 

Gejala Infeksi Virus Chapare Mirip Demam Berdarah

Gejala infeksi virus chapare sebenarnya mirip dengan gejala demam berdarah. Masa inkubasi virus dalam tubuh adalah sekitar 4-21 hari setelah seseorang terinfeksi. Lalu, beberapa gejala yang dapat muncul adalah: 

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Sakit di bagian mata belakang.
  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Gusi berdarah.

Hingga saat ini, belum banyak laporan kasus terkait virus chapare, faktor risiko kematiannya masih belum diketahui pasti. Namun, pengidap yang sudah pulih dilaporkan masih membawa virus di dalam darah, air liur, urine, atau air mani dari tubuhnya selama beberapa bulan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dan karantina ketat pada pengidap. 

Baca juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

Bagaimana Langkah Pencegahan Infeksi Virus Chapare?

Meski virus chapare masih sangat langka, bukan berarti kamu bisa mengabaikannya. Mengetahui tindakan pencegahan terhadap infeksi virus ini sangat penting, agar bisa agar terhindar dari infeksi. Berikut beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan: 

  • Jangan berkontak dengan hewan pengerat, seperti tikus, terutama yang dicurigai terinfeksi.
  • Tutup semua lubang yang menghubungkan bagian dalam rumah dengan got atau selokan.
  • Pastikan rumah bersih dari tikus, dan berbagai macam bulu serta kotoran hewan.
  • Hindari menyentuh kotoran, urine, dan air liur hewan. Jika memang ingin membersihkannya, gunakan masker dan sarung tangan agar tidak berkontak dan menghirup kotoran. Lalu, pel dan semprot rumah dengan cairan disinfektan, serta tidak lupa cuci tangan setelah selesai.

Lakukan berbagai upaya pencegahan infeksi virus chapare tersebut dan segera periksakan diri jika mengalami gejala-gejalanya. Jika ada yang masih belum jelas atau ingin membicarakan keluhan kesehatan, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter, kapan dan di mana saja.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Chapare hemorrhagic fever (CHHF).