• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Virus yang Serang Tenggorokan Bisa Sebabkan Bronkopneumonia

Virus yang Serang Tenggorokan Bisa Sebabkan Bronkopneumonia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Virus adalah salah satu penyebab penyakit yang memiliki banyak jenis. Meskipun telah banyak yang ditemukan penawarnya, namun bukan berarti kamu menyepelekan virus dan kurang menjaga kebersihan diri. Pasalnya, virus yang serang tenggorokan misalnya, bisa jadi penyebab penyakit seperti bronkopneumonia.

Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia, yakni infeksi yang mengakibatkan peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Bronkopneumonia bisa dipicu juga oleh beberapa faktor risiko, misalnya usia, lingkungan, gaya hidup dan kondisi kesehatan seseorang. 

Baca juga: Gejala Tidak Jelas, Bronkopneumonia Datang Tiba-Tiba

Lebih Jauh Tentang Bronkopneumonia

Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang bisa menimbulkan flek atau bercak pada kedua paru-paru. Bahkan termasuk juga saluran udara dan kantung udara. Seseorang yang mengidap bronkopneumonia bisa merasakan kesulitan saat bernapas sebagai akibat dari terhalangnya saluran udara.

Penyakit ini bisa sebabkan gejala yang bersifat ringan atau parah, dan cenderung mirip dengan gejala bronkitis. Oleh karena itu, pemeriksaan rontgen biasanya dianjurkan untuk membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut. Pengobatan bronkopneumonia tergantung pada penyebabnya. 

Baca juga: Anak di Bawah 2 Tahun Rentan Terkena Bronkopneumonia

Gejala Bronkopneumonia

Gejala bronchopneumonia bisa berbeda-beda tiap orang, tergantung tingkat keparahan gejalanya dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.  Nah, beberapa tanda dan gejala bronkopneumonia yang umum, yaitu: 

  • Demam;

  • Batuk berdahak;

  • Sakit kepala;

  • Nyeri otot;

  • Lemas dan lesu;

  • Sesak napas;

  • Nyeri atau sakit di area dada ketika batuk atau mengambil napas dalam-dalam;

  • Muncul keringat berlebihan;

  • Napas cepat.

Biasanya gejala bronkopneumonia bisa semakin serius pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti bayi, lansia, pengidap HIV/AIDS, atau kanker. Oleh karena itu, pemeriksaan di rumah sakit tidak boleh lagi ditunda. Buat segera janji dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan perawatan yang tepat dari ahlinya.

Sementara itu, gejala bronkopneumonia pada anak-anak dan bayi bisa berbeda dengan orang dewasa. Selain batuk dan demam, beberapa gejala bronkopneumonia pada anak, yaitu:

  • Denyut jantung cepat;

  • Rewel;

  • Nafsu makan dan minum berkurang;

  • Sulit tidur.

Baca juga: Daya Tahan Tubuh Lemah, Hati-Hati Bronkopneumonia

Pengobatan Bronkopneumonia

Pengobatan bronkopneumonia disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi seseorang. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu bisa sembuh dalam rentang waktu satu hingga tiga minggu.

Jika kasusnya ringan, penyakit ini bisa membaik hanya dengan teratur minum obat dan istirahat di rumah. Pada kasus yang parah, seseorang mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Apabila radang paru disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya di paru-paru. Sementara itu, antibiotik tidak akan berfungsi untuk infeksi virus. Oleh sebab itu, jika radang paru disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya meresepkan obat antivirus. Sementara untuk radang paru yang disebabkan jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur.

Pastikan kamu minum obat antibiotik, antivirus, dan antijamur sesuai dengan yang diresepkan dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Tidak hanya itu, beberapa hal juga bisa dilakukan demi mempercepat proses pemulihan penyakit bronkopneumonia, antara lain: 

  • Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu;

  • Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman saat batuk;

  • Hindari rokok dan alkohol;

  • Perhatikan asupan makanan.

Untuk itu, selalu pakai masker apabila hendak bepergian atau berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan infeksi.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is Bronchopneumonia?
Healthline. Diakses pada 2020. Bronchopneumonia.