Wajib Tahu, 5 Fakta Mengenai Schistosomiasis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Wajib Tahu, 5 Fakta Mengenai Schistosomiasis

Halodoc, Jakarta – Schistosomiasis alias bilharzia merupakan jenis penyakit yang terjadi karena adanya infeksi cacing parasit. Cacing parasit penyebab penyakit ini hidup di air serta sering ditemukan di daerah subtropis dan tropis. Penyakit ini masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah, dan mulai menyerang usus serta sistem urinaria terlebih dahulu. Seiring berjalannya waktu, serangan parasit ini akan menyebar dan menyerang sistem lain di tubuh. 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko meningkat pada saat seseorang terpapar air yang sudah terkontaminasi cacing. Ada beberapa jenis parasit yang bisa menjadi pemicu penyakit schistosomiasis. Biar lebih jelas, simak penjelasan dan fakta-fakta menarik tentang gangguan kesehatan yang satu ini! 

Baca juga: Inilah Penyebab Munculnya Schistosomiasis

Fakta-Fakta Seputar Penyakit Schistosomiasis 

Penyakit schistosomiasis terjadi karena adanya infeksi cacing parasit Schistosoma. Jenis parasit ini ditemukan di air tawar, seperti kolam, danau, sungai, dan waduk. Umumnya, jenis parasit ini banyak ditemukan di negara dengan cuaca tropis atau subtropis. Selain itu, berikut ini sejumlah fakta lain seputar penyakit schistosomiasis: 

1. Disebut Demam Siput 

Penyakit ini juga sering disebut dengan istilah demam siput atau demam keong. Sebab, cacing parasit penyebab penyakit schistosomiasis biasanya menempel pada siput. Ada beberapa jenis parasit schistosoma yang bisa menyebabkan penyakit ini, di antaranya S. mansoni, S. mekongi, S. intercalatum, S. Hematobium, dan S. japonicum

2. Cara Parasit Menyerang 

Cacing parasit penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh melalui permukaan kulit, kemudian menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah. Setelah beberapa minggu, cacing akan mulai meneteskan telurnya di dalam organ tubuh. Parasit ini bisa menyerang organ tubuh manusia, seperti usus, ginjal, hati, jantung, kandung kemih, paru-paru, serta saraf otak. 

Baca juga: Meski Langka, Kenali Gejala Munculnya Schistosomiasis

3. Menular Lewat Air 

Penyakit ini bisa menular melalui air yang sudah terkontaminasi cacing parasit atau siput yang sudah membawa bakteri. Schistosomiasis bisa menyerang orang yang tengah berenang, mencuci, mandi, atau mengonsumsi air yang tidak steril. Meski begitu, jenis parasit ini tidak akan ditemukan pada kolam renang yang diberi klorin, air laut, atau air yang sudah steril. 

4. Bersifat Akut dan Kronis 

Penyakit ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu schistosomiasis akut dan kronis. Setelah cacing menetaskan telur, sistem imun akan melawannya dan mengeluarkan telur cacing yang sudah mati melalui urine atau tinja. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat tubuh tidak mampu melakukan proses ini dan penyakit justru menyebar serta menginfeksi organ tertentu. Kondisi itu disebut dengan schistosomiasis akut. Selain itu, ada juga schistosomiasis kronis, yaitu penyakit yang tidak diobati dan menyebabkan infeksi menahun dan memicu komplikasi berbahaya, seperti kanker kandung kemih, gagal ginjal kronis, atau peradangan usus besar. 

5. Mencegah Schistosomiasis 

Sayangnya, hingga kini masih belum ada vaksin atau cara khusus untuk mencegah infeksi cacing parasit ini. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah dengan membatasi kontak dengan air tawar yang berpotensi terkontaminasi. Hindari berenang di air tawar dan kenakan pakaian serta sepatu yang melindungi tubuh saat berkunjung ke tempat yang diduga terkontaminasi bakteri penyebab demam siput. 

Baca juga: Waspadai Faktor yang Tingkatkan Risiko Schistosomiasis

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit schistosomiasis atau demam siput dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2019. Schistosomiasis.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Schistosomiasis (Bilharzia).