Wajib Tahu, Fatty Liver Bukan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 fatty liver, gastritis, gangguan lambung

Halodoc, Jakarta – Perut yang terasa nyeri hingga memicu mual dan muntah sering dikaitkan dengan gangguan lambung. Namun ternyata, gejala tersebut tidak melulu tanda adanya gangguan di lambung, sebab ada beberapa jenis penyakit yang juga sering menunjukkan gejala yang serupa, termasuk fatty liver. Apakah fatty liver termasuk dalam jenis gangguan lambung? Jawabannya adalah tidak.

Perlemakan hati alias fatty liver adalah satu kondisi yang menyebabkan organ hati mengalami “berat berlebih” karena adanya penumpukan lemak. Fatty liver terjadi saat organ hati seseorang sudah tertutup lemak lebih dari 5 persen dari berat normal organ tersebut.

Hati merupakan organ terbesar kedua di tubuh manusia yang berfungsi dalam memproses serta menyaring segala sesuatu yang dikonsumsi dan berpotensi membahayakan tubuh. Saat seseorang mengalami fatty liver, maka gangguan terhadap proses tersebut bisa terjadi dan menghambat kinerja hati.

Membedakan Fatty Liver dan Gangguan Lambung

Jika dilihat dari gejala yang ditimbulkan, sekilas penyakit fatty liver mungkin terasa seperti gangguan lambung gastritis. Pasalnya, perlemakan hati yang sudah terjadi selama beberapa waktu, sering menunjukkan gejala seperti rasa sakit di perut bagian kanan atas, kelelahan, hingga penurunan berat badan. Tidak hanya itu, seringnya kondisi ini juga memicu terjadinya mual, muntah, dan hilangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.

Sementara saat seseorang mengalami gangguan lambung gastritis, gejala serupa juga sering muncul. Perbedaannya adalah rasa nyeri pada bagian perut. Orang yang mengidap gastritis biasanya akan merasa nyeri di perut bagian atas yang disertai dengan hilangnya nafsu makan. Selain nyeri di perut, gastritis akut yang kian parah juga bisa memicu seseorang mengalami muntah darah atau perubahan warna feses menjadi merah.

Tak hanya gastritis, gejala serupa juga sering menjadi tanda adanya infeksi lambung dan usus. Namun biasanya, penyakit ini juga disertai dengan demam, sakit kepala, hingga nyeri otot. Untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala fatty liver atau gangguan lambung, perlu dilakukan pemeriksaan oleh orang yang ahli di bidangnya. Maka dari itu, jika gejala yang muncul sudah dirasa parah dan tak kunjung mereda, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bisakah Fatty Liver Disembuhkan?

Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghilangkan fatty liver? Sayangnya, hingga kini perlemakan hati tidak dapat diobati, pun tidak bisa dioperasi. Jika seseorang mengalami kondisi ini atau memiliki risiko mengalami fatty liver, biasanya dokter akan menyarankan perubahan pola hidup.

Salah satu pemicu fatty liver adalah konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Nah, untuk menghindari penyakit ini bertambah parah, pengidapnya akan diminta untuk memperbaiki gaya hidup dengan mengurangi konsumsi alkohol, menjaga kadar kolesterol dan gula darah, hingga menurunkan berat badan. Pengidap fatty liver biasanya akan dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan sehat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.

Hal yang paling penting adalah jangan salah mengartikan fatty liver dan penyakit lainnya. Jadi, pengobatan yang tepat dan cepat bisa segera dilakukan. Jika kamu ragu terhadap gejala yang muncul dan butuh saran dokter, pakai aplikasi Halodoc saja! Sampaikan keluhan dan gejala awal pada dokter melalui Vide/Voice Call atau Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: