• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini 5 Fakta tentang Hypertensive Heart Disease (HHD)
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini 5 Fakta tentang Hypertensive Heart Disease (HHD)

Wajib Tahu, Ini 5 Fakta tentang Hypertensive Heart Disease (HHD)

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Agustus 2022

“Hypertensive heart disease (HHD) merupakan gangguan kesehatan yang berisiko dialami oleh pengidap darah tinggi. Faktanya, HHD berpotensi tinggi dialami oleh pria ketimbang wanita.”

Wajib Tahu, Ini 5 Fakta tentang Hypertensive Heart Disease (HHD)Wajib Tahu, Ini 5 Fakta tentang Hypertensive Heart Disease (HHD)

Halodoc, Jakarta – Hypertensive heart disease (HHD) adalah istilah dari penyakit gagal jantung dan masalah pada detak jantung (aritmia). Ini merupakan kondisi jangka panjang yang berkembang dalam waktu bertahun-tahun.

Kedua penyakit yang disebutkan di awal meningkatkan tekanan darah di atas 120/80 mmHg. Risikonya semakin tinggi pada pengidap hipertensi yang tidak mengontrol tekanan darah tingginya. 

Tekanan darah terlalu tinggi bisa menghancurkan plak yang menyumbat di pembuluh darah koroner. Serpihan plak yang terlepas ini bisa terbawa oleh darah dan menyumbat pembuluh darah lain sehingga muncul gejala HHD. 

Fakta Tentang HHD

Fakta pertama, organ jantung pengidap HHD lebih sulit memompa darah karena otot jantung jadi lebih tebal dan lemah. Dinding pembuluh darah juga menebal akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.

Fakta lain terkait dengan HHD, di antaranya:

1. Berpotensi Dialami Pria Ketimbang Wanita

Pria lebih berisiko terkena hypertensive heart disease karena rendahnya kadar hormon estrogen dalam tubuh mereka. Estrogen berperan penting dalam setiap jaringan dan organ tubuh, termasuk jantung dan pembuluh darah.

Dalam menunjang kesehatan jantung, estrogen berperan dalam:

  • Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
  • Menunjang proses pembentukan bekuan darah.
  • Merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah meningkat
  • Menyerap radikal bebas yang dapat merusak arteri dan jaringan lain dalam organ jantung.

2. Diatasi dengan Pemasangan Alat dan Penanaman Implan

Salah satu caranya dilakukan dengan memasang alat pacu jantung. Alat ini berbentuk kecil dan bertenaga listrik yang ditanamkan di bawah kulit di area dada, tepatnya di bawah tulang selangka.

Setelah berhasil ditanamkan, kabel-kabel kecil pada alat akan dihubungkan dengan organ jantung. Alat pacu jantung berfungsi agar jantung berdetak lebih teratur. Dengan begitu, jantung bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal. 

Selain itu, penanaman Cardioverter-defibrillators (ICD) berupa perangkat implan bisa dilakukan untuk mengobati aritmia jantung yang mengancam nyawa. Sama seperti alat pacu jantung, ICD juga dipasang di bawah kulit di area dada. 

Penggunaan ICD bertujuan untuk memperlambat denyut jantung menggunakan impuls atau sengatan listrik guna membantu mengendalikan detak jantung.

3. Gejala Muncul saat Jantung Sudah Rusak

Gejala dapat berupa sesak napas, sakit di area dada, pusing, stroke, pingsan, meningkatkan detak jantung, kematian jantung mendadak, rasa lelah berlebihan, rasa tertekan di area dada dan nyeri di area punggung, lengan, serta bahu.

4. Kematian Mendadak Jadi Komplikasi Paling Parah

Risiko kematian pada pengidap tergolong tinggi karena gejala baru akan muncul setelah organ jantung mengalami kerusakan. Beberapa komplikasi lainnya, termasuk:

  • Gagal jantung akibat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh.
  • Penyakit jantung iskemik akibat organ jantung tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen.
  • Serangan jantung akibat terganggunya aliran darah menuju organ jantung. Ini menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen
  • Serangan jantung mendadak akibat organ jantung berhenti bekerja secara tiba-tiba. Pengidap kemudian mengalami henti napas dan kehilangan kesadaran.

5. Merokok Menjadi Salah Satu Pemicunya

Tembakau dalam rokok mengandung karbon monoksida dan nikotin yang dapat menghalangi pasokan oksigen menuju jantung. Akibatnya, jantung tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Selain merokok, pemicu HHD lainnya termasuk kelebihan berat badan, pola hidup tidak aktif atau jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, serta stres berlebihan.

Itulah beberapa fakta tentang HHD yang perlu kamu ketahui. Jika ada yang ingin ditanyakan seputar gangguan kesehatan yang dialami, silakan tanya dokter lewat aplikasi Halodoc.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya dengan men-download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hypertensive Heart Disease.
Healthline. Diakses pada 2022. Hypertensive Heart Disease.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Hypertensive Heart Disease.