• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini 6 Jenis dan Fungsi Antibiotik bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini 6 Jenis dan Fungsi Antibiotik bagi Kesehatan

Wajib Tahu, Ini 6 Jenis dan Fungsi Antibiotik bagi Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 November 2022

“Dari ratusan jenis antibiotik yang ada, ada enam jenis yang umum digunakan, seperti penisilin, cephalosporin, dan lain-lain. Jenis-jenis antibiotik tersebut memiliki fungsinya masing-masing untuk mengobati infeksi bakteri dan parasit.”

Wajib Tahu, Ini 6 Jenis dan Fungsi Antibiotik bagi KesehatanWajib Tahu, Ini 6 Jenis dan Fungsi Antibiotik bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Antibiotik adalah kelompok obat yang mampu mengobati infeksi bakteri dan parasit tertentu. Obat ini tidak efektif bila digunakan untuk mengatasi infeksi virus dan jamur. 

Antibiotik umumnya diberikan dokter dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, salep atau obat suntik. Obat yang punya nama lain antimikroba ini ternyata ada beberapa jenis, dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda bagi kesehatan. 

Nah, berikut jenis-jenis antibiotik beserta fungsinya bagi kesehatan tubuh

Jenis Antibiotik dan Fungsinya

Beberapa antibiotik bekerja dengan cara membunuh kuman (bakteri atau parasit). Hal itu biasanya dilakukan dengan mengganggu struktur dinding sel bakteri atau parasit. Sementara beberapa antibiotik yang lain bekerja dengan cara menghentikan bakteri atau parasit dari berkembang biak.

Namun, obat ini biasanya hanya diberikan dokter untuk infeksi kuman yang lebih serius. Misalnya, infeksi yang sulit sembuh tanpa obat, bisa menular, atau berisiko memicu komplikasi parah. Jadi, jangan heran bila dokter tidak memberikan antibiotik untuk infeksi yang sifatnya ringan.

Ada ratusan obat antibiotik dengan nama yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis antibiotik yang umum dan fungsinya:

1. Penisilin

Jenis antibiotik ini sering kali menjadi pilihan pertama dokter untuk mengobati beberapa jenis infeksi, seperti infeksi kulit, pernapasan, telinga, penyakit menular seksual dan infeksi gigi. Contoh penisilin, yaitu penisilin G, penisilin V, dan amoksilin.

2. Cephalosporin

Fungsi antibiotik ini adalah untuk mengobati berbagai macam infeksi, mulai dari radang tenggorokan dan infeksi kulit hingga infeksi yang sangat serius seperti, sepsis dan meningitis. Contoh cephalosporin, yaitu cephalexin.

3. Aminoglikosida

Jenis antibiotik ini cenderung hanya digunakan di rumah sakit untuk mengobati penyakit yang sangat serius, seperti sepsis. Hal itu karena bisa menyebabkan efek samping yang serius, termasuk gangguan pendengaran dan kerusakan ginjal. 

Aminoglikosida biasanya diberikan melalui suntikan, tapi juga bisa diberikan sebagai obat tetes untuk beberapa infeksi telinga atau mata. Contoh jenis antibiotik ini, yaitu gentamisin dan tobramisin.

4. Tetrasiklin

Jenis antibiotik ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, tapi umumnya digunakan untuk mengobati jerawat dan kondisi kulit yang disebut rosacea. Contoh tetrasiklin, antara lain tetrasiklin, doksisiklin, dan lymesiklin.

5. Macrolides

Fungsi antibiotik ini sangat berguna untuk mengobati infeksi paru-paru dan dada, atau sebagai alternatif untuk orang yang alergi dengan penisilin, atau untuk mengobati strain bakteri yang resisten terhadap penisilin. Contoh macrolides, yaitu azithromycin, erythromycin dan clarithromycin.

6. Fluoroquinolones

Ini adalah jenis antibiotik spektrum luas yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi. Contohnya infeksi mata, kulit, paru (pneumonia),  saluran kemih, sinus, dan masih banyak lagi. Namun, karena bisa menimbulkan beberapa efek samping yang serius, fluoroquinolones tidak dianjurkan untuk mengobati infeksi umum, seperti sinusitis, bronkitis, dan infeksi saluran kemih yang tidak rumit. 

Jenis antibiotik ini hanya diresepkan ketika pengobatan dengan antibiotik lain tidak berhasil. Contoh fluoroquinolones, yaitu ciprofloxacin dan levofloxacin.

Itulah jenis-jenis antibiotik yang umum digunakan. Ingat, obat ini tidak boleh sembarangan digunakan atau dikonsumsi tanpa anjuran dokter. Pasalnya, bila tidak digunakan secara tepat, kuman penyebab penyakit bisa kebal atau resisten terhadap antibiotik. Akibatnya, penyakit jadi sulit untuk diobati di kemudian hari.

Bila kamu sakit atau punya keluhan kesehatan tertentu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Sekarang periksa kesehatan ke dokter sudah lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Caranya, tinggal buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Patient. Diakses pada 2022. Antibiotics.
National Health Service. Diakses pada 2022. Antibiotics.
Health Grades. Diakses pada 2022. Types of Antibiotics