• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Tahapan Hubungan yang Memiliki Komitmen
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Tahapan Hubungan yang Memiliki Komitmen

Wajib Tahu, Ini Tahapan Hubungan yang Memiliki Komitmen

3 menit
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 28 Oktober 2022

“Ada beberapa tahapan hubungan yang memiliki komitmen. Tahapan ini dimulai dari cinta romantis, dan biasanya diakhiri dengan penerimaan.”

Wajib Tahu, Ini Tahapan Hubungan yang Memiliki KomitmenWajib Tahu, Ini Tahapan Hubungan yang Memiliki Komitmen

Halodoc, Jakarta – Dalam membina hubungan asmara, tentunya bukan hanya kasih sayang semata yang dibutuhkan. Setiap pasangan juga perlu memiliki komitmen, untuk menyamakan pemikiran dan sudut pandang. Sebab, tanpa komitmen yang jelas, hubungan asmara hanya akan menjadi utopia dengan status, tanpa tujuan yang jelas. 

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa relationship atau hubungan yang memiliki komitmen juga memiliki tahapan. Lantas, apa tahapan hubungan yang memiliki komitmen? Yuk, ketahui informasinya di sini!

Tahapan Hubungan yang Memiliki Komitmen

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang akan melewati semua tahapan ini. Selain itu, sebagian pasangan mungkin hanya akan melewatinya dalam urutan berbeda. Berikut adalah tahapan tersebut: 

1. Cinta romantis 

Selain disebut sebagai tahapan cinta romantis, tahap ini juga dikenal sebagai honeymoon phase atau fase bulan madu. Pada tahap ini, pasangan akan merasakan bahwa cinta adalah hal yang indah, mudah, dan tidak memerlukan banyak usaha. Selain itu, pasangan cenderung selalu memikirkan satu sama lain, dan melakukan banyak kontak mata dengan sangat mesra ketika bersama. 

Ketika masih ada di tahap ini, pasangan akan sama-sama memiliki kepercayaan bahwa perasaan dan pengalaman ini akan berlangsung selamanya. Tahap ini umumnya berlangsung dari enam bulan hingga dua tahun, dan merupakan tahap terpendek dari semua tahap hubungan berkomitmen jangka panjang.

2. Menyesuaikan realita

Di tahap ini, biasanya pasangan juga akan mengalami konflik kecil atau besar dalam hubungan. Terkadang, pemicunya adalah kebiasaan tertentu yang dimiliki satu sama lain. Sebagai contoh, seorang pria cenderung mudah tertidur ketika sedang berbicara di telpon dapat membuat pasangan wanitanya jengkel. 

Tahap ini adalah pertama kalinya ketakutan akan keintiman mulai muncul. Tiba-tiba pasangan harus belajar bagaimana menghadapi perbedaan yang sangat nyata, bagaimana menghadapi konflik, dan bagaimana mengintegrasikan menjadi orang yang mandiri serta seseorang dalam hubungan intim.

3. Perebutan kekuasaan

Ketika kekecewaan pada tahap sebelumnya semakin dalam, pasangan cenderung memiliki lebih banyak ketidaksepakatan. Akibatnya, masalah kecil meledak menjadi argumen yang lebih besar. Kedua pasangan berusaha keras dan mempertahankan posisi mereka dalam berbagai masalah dengan sengit. Untuk pertama kalinya dalam hubungan, salah satu pihak terkadang memiliki pikiran untuk menyelesaikan hubungan.

4. Evaluasi ulang

Pada tahap ini, setiap pasangan akan melakukan evaluasi ulang untuk mempertimbangkan kembali kenyataan dan ketakutannya dalam hubungan yang dijalani. Pada tahap ini, normal bagi kebanyakan orang untuk berpikir apakah dirinya benar-benar ingin menghabiskan hidupnya dengan pasangannya saat ini. 

5. Rekonsiliasi

Jika hubungan tetap bertahan setelah tahap evaluasi ulang, ada kebangkitan kembali minat untuk lebih dekat dan terhubung kembali. Mengetahui semua yang mereka ketahui, datang dari kenyataan dan bukan fantasi, mendorong pasangan untuk mencoba sekali lagi. Ada penerimaan terbuka terhadap konflik dan perbedaan dalam hubungan, tetapi hal ini dihadapi dengan sikap yang berbeda. Sebab,  konflik dan perbedaan dapat digunakan sebagai kesempatan untuk belajar tentang satu sama lain. 

6. Penerimaan 

Tahap terakhir dalam hubungan berkomitmen adalah penerimaan, karena pasangan sudah menyesuaikan kebutuhan diri dan kebutuhan hubungan. Setiap orang bertanggung jawab atas kebutuhan mereka sendiri, untuk kehidupan individu mereka sendiri, dan juga untuk memberikan dukungan bagi pasangan mereka. Konflik masih muncul sesekali, tetapi sebagai hasil dari perjuangan pada tahap sebelumnya. Di tahap ini, pasangan tersebut telah menemukan cara untuk menyelesaikan sebagian besar konflik dengan relatif cepat.

Itulah beberapa tahapan hubungan yang memiliki komitmen dan cenderung bertahan lama. Memiliki hubungan asmara yang sehat dan bertahan lama merupakan dambaan hampir setiap orang. Namun, tak hanya hubungan asmara yang harus sehat, tetapi juga tubuhmu. Karena itu, pastikan untuk secara rutin memeriksakan kesehatan tubuh. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji medis untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Relationship Institute. Diakses pada 2022. The Stages of Committed Relationships. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. What Is the Honeymoon Phase and How Long Does It Last?
MBG Relationship. Diakses pada 2022. The 5 Stages Of A Relationship Every Couple Goes Through.