• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waktu Bertahan Stok ASI saat Liburan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waktu Bertahan Stok ASI saat Liburan

Waktu Bertahan Stok ASI saat Liburan

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Juni 2022

“Saat berlibur ibu masih bisa menjaga stok ASI tetap aman. Namun, ketahui durasi ketahanan ASI agar ibu tetap bisa memberikan ASI yang berkualitas baik untuk Si Kecil saat liburan.”

Waktu Bertahan Stok ASI saat Liburan

Halodoc, Jakarta – Setelah melalui proses kehamilan yang panjang, ibu akan memasuki fase baru setelah persalinan yaitu menyusui. Proses menyusui bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Berbagai faktor perlu diperhatikan agar menyusui bisa berjalan dengan baik dan lancar.

ASI adalah makanan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh anak yang baru lahir hingga usia enam bulan. Untuk itu, sangat penting bagi ibu untuk menjaga kualitas ASI tetap optimal, termasuk saat ibu sedang pergi berlibur bersama Si Kecil. Yuk, simak ulasan mengenai waktu bertahan stok ASI dan cara menjaganya agar tetap berkualitas saat liburan!

Persiapan untuk Menjaga Stok ASI saat Liburan

Menjadi ibu yang baru menjalani persalinan tentunya membuat sebagian wanita merasa lelah bahkan stres. Bantuan dari pasangan, keluarga, dan kerabat bisa menjadi salah satu tindakan yang membuat ibu lebih mudah mengelola stres pasca melahirkan. 

Ibu dan keluarga juga bisa melakukan perjalanan untuk berlibur agar kondisi kesehatan mental ibu tetap optimal. Namun, bagaimana dengan proses menyusui yang ibu lakukan? 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ASI adalah satu-satunya asupan utama bagi bayi yang baru dilahirkan hingga usia enam bulan. Hal ini membuat ibu harus memastikan jumlah ASI tetap terjaga dengan baik agar bayi tidak kekurangan nutrisi. Selain melakukan direct breastfeeding, ibu juga bisa memerah ASI untuk menjaga asupan ASI bayi terpenuhi selama liburan.

Tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi ibu menyusui, tetapi bukan berarti ibu tidak bisa pergi berlibur. Selama berlibur, pastikan ibu membawa peralatan dan perlengkapan untuk menyusui maupun memerah ASI. 

Nah, sebaiknya ibu juga ketahui beberapa peralatan yang perlu ibu siapkan agar ketahanan ASI menjadi lebih panjang dan ASI tetap berkualitas, seperti:

  • Persiapkan nursing cover agar menyusui atau memerah ASI lebih aman dan nyaman.
  • Jangan lupa untuk membawa peralatan penyimpanan ASI, seperti kantong ASI yang terbuat dari plastik khusus untuk ASI hingga botol kaca yang telah disteril. Jangan simpan ASI pada botol atau tempat yang memang bukan diperuntukan bagi penyimpanan ASI.
  • Jika ASI akan disimpan untuk beberapa hari kedepan, ibu wajib membawa cooler box atau tas pendingin untuk memastikan ASI bisa disimpan dengan bersih dan aman.
  • Peralatan memerah ASI juga menjadi hal penting yang sebaiknya jangan tertinggal.
  • Bawa peralatan kebersihan untuk botol bayi dan alat pumping agar kebersihannya tetap terjaga.

Nyatanya, kebersihan dari peralatan dan penyimpanan yang dipakai juga bisa menentukan ketahanan stok ASI saat ibu pergi berlibur.

Berapa Lama Stok ASI Bertahan saat Berlibur?

Waktu ketahanan ASI nyatanya ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari kebersihan peralatan, suhu ruang waktu itu memerah, hingga jumlah ASI yang dihasilkan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui durasi yang sesuai digunakan untuk memastikan kualitas ASI yang diberikan pada bayi tetap optimal.

Berikut ini waktu ketahanan stok ASI yang bisa diketahui oleh ibu:

1. ASI yang Baru Diperah

ASI yang baru diperah bisa bertahan di suhu ruangan selama empat jam. Jika ibu langsung memasukkan ASI ke dalam lemari pendingin dengan suhu minimal empat derajat celcius, ASI bisa bertahan selama empat hari. Sedangkan, jika ibu langsung memasukkannya ke dalam freezer, ASI akan bertahan selama 6 hingga 12 bulan. 

Saat berlibur, tentunya ibu bisa memasukkan ASI yang baru diperah ke dalam tas pendingin atau cooler box yang dipenuhi dengan ice pack dengan waktu penyimpanan selama 24 jam. Jika memungkinkan, kamu bisa menitipkan ASI di freezer pada tempat penginapan yang kamu gunakan. Pastikan ibu memberikan tanggal perah serta tempat khusus agar ASI tetap bersih dan steril.

2. ASI yang Sudah Didinginkan dari Freezer

Untuk menggunakan ASI yang baru saja dikeluarkan dari freezer, ibu perlu meletakkan ASI pada kulkas atau cooler box hingga mencair dan memiliki suhu yang sesuai. Namun, setelah mencair, susu hanya bisa bertahan selama 1 hingga 2 jam. Jangan membekukan kembali ASI yang telah mencair.

3. Sisa ASI yang Diminum Bayi

Sisa ASI yang diminum bayi hanya bisa bertahan selama dua jam setelah sesi terakhir menyusu. Jangan gunakan sisa ASI yang lebih dari dua jam di suhu ruangan.

Itulah cara tepat menyimpan dan waktu ketahanan ASI yang bisa diketahui ibu saat berlibur. Pemberian ASI bisa membantu bayi dalam meningkatkan imun tubuh sehingga terhindar dari berbagai gangguan kesehatan saat berlibur. 

Namun, jika bayi mengalami keluhan kesehatan yang tak kunjung membaik, segera buat janji pemeriksaan di rumah sakit terdekat agar gejala yang dialami bisa membaik. Caranya download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Proper Storage and Preparation of Breast Milk.
What to Expect. Diakses pada 2022. Your Ultimate Guide to Traveling While Breastfeeding.
Today’s Parents. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know about Breast Milk Storage.