Hati-Hati, Wanita Hamil Rentan Mengalami Hernia Inguinalis

Hati-Hati, Wanita Hamil Rentan Mengalami Hernia Inguinalis

Halodoc, Jakarta – Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan, seperti bagian dari usus, menonjol melalui titik lemah pada otot perut. Tonjolan yang dihasilkan bisa terasa sakit, terutama ketika batuk, membungkuk, atau mengangkat benda berat.

Hernia inguinalis tidak selalu berbahaya. Namun, tidak akan membaik dengan sendirinya dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Mengembangkan hernia selama kehamilan tidak selalu menjadi masalah kecuali menjadi menyakitkan. Namun, jika tidak ditangani, pada akhirnya bisa menjadi lebih serius dan bahkan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Agar Tak Panik, Ketahui 5 Mitos Kehamilan Ini

Saat hamil, otot cenderung menegang, kurus dan melemah, sehingga wanita lebih rentan terkena hernia selama kehamilan. Mengangkat berat adalah salah satu penyebab hernia terbesar selama kehamilan. Penting untuk segera memeriksakan ke dokter jika mengalami hernia saat kehamilan. Tujuannya, untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi. Dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan untuk memperbaiki hernia inguinalis yang terasa nyeri atau membesar.

Gejala Hernia pada Ibu Hamil

Setiap wanita belum tentu mengalami tanda atau gejala hernia selama kehamilan. Titik fisik hernia  dapat dirasakan sebagai benjolan saat berbaring atau menekan area tersebut. Pengidap juga mungkin melihat tonjolan di bawah kulit di lokasi hernia. Rasa sakit yang tumpul mungkin juga dialami yang biasanya menjadi lebih jelas ketika membungkuk, bersin, batuk, ataupun tertawa. Beberapa wanita juga memiliki lebih banyak kesulitan bergerak seiring dengan perkembangan kehamilan.

Pengobatan Hernia Inguinalis

Pembedahan adalah satu-satunya cara yang efektif untuk memperbaiki hernia. Dinding otot harus diperbaiki melalui pembedahan untuk mencegah organ masuk. Namun, ibu hamil tidak dianjurkan untuk menjalankan operasi, kecuali jika berisiko pada ibu hamil dan bayi. Jika tidak mendesak, proses pembedahan harus ditunda sampai setelah kelahiran dan setelah pemulihan penuh. Untuk kasus yang memerlukan pembedahan selama kehamilan dapat dilakukan selama trimester kedua.

Baca Juga: 5 Manfaat Puasa untuk Ibu Hamil

Jika hernia masih berukuran kecil dan tidak mengganggu, dokter mungkin menyarankan untuk menunggu. Mengenakan penopang dapat membantu meringankan gejala, tapi sebaiknya diskusikan ke dokter terlebih dahulu, karena penopang yang dipakai harus pas.

Mencegah Hernia Inguinalis

Pada dasarnya, kehamilan tidak menyebabkan hernia menjadi lebih besar. Namun, memberikan dukungan fisik di lokasi hernia ketika bersin, batuk, dan tertawa dapat mencegah  ketidaknyamanan lebih lanjut. Untuk memberikan dukungan ini, pengidap cukup menggunakan tangan dan menekan hernia saat bersin, batuk, ataupun tertawa. Pengidap juga perlu untuk meminimalkan aktivitas fisik ekstrem yang dapat memperburuk hernia. Terdapat beberapa Tips pencegahan yang berguna untuk mengurangi ketegangan pada otot dan jaringan perut, yaitu:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat. Bagi ibu hamil, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter untuk memilih jenis olahraga dan pola makan yang cocok untuk kehamilan.

  • Rutin mengonsumsi tinggi serat yang dapat membantu mencegah sembelit dan mengejan.

  • Angkat benda berat dengan hati-hati atau hindari mengangkat barang berat. Jika diharuskan untuk mengangkat sesuatu yang berat, selalu tekuk lutut bukan pinggang.

  • Berhenti merokok. Selain perannya dalam banyak penyakit serius, merokok sering menyebabkan batuk kronis yang dapat menyebabkan atau memperburuk hernia inguinalis.

Baca Juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Jadi, ibu hamil sebaiknya hindari mengangkat beban berat ya. Kalau ibu punya pertanyaan seputar masalah kehamilan, tanya saja ke dokter Halodoc. Gunakan fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!