16 November 2018

Wanita Hamil yang Mengidap Diabetes, Benarkah Memberikan Risiko Bayi Terkena Spina Bifida?

Wanita Hamil yang Mengidap Diabetes, Benarkah Memberikan Risiko Bayi Terkena Spina Bifida?

Halodoc, Jakarta – Spina bifida adalah cacat tabung saraf yang memengaruhi sekitar 1.500 kehamilan setiap tahun. Meskipun kejadian tampaknya menurun, tapi spina bifida terjadi pada sekitar 7 dari setiap 10.000 kelahiran hidup di Amerika Serikat. Menurut Asosiasi Spina Bifida Amerika, diperkirakan bahwa lebih dari 70.000 orang di Amerika Serikat hidup dengan cacat lahir ini.

Sepertinya ada beberapa faktor risiko tertentu yang meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan spina bifida. Salah satunya adalah ketika ibu hamil mengidap diabetes. Ini terjadi ketika kadar gula darah meningkat pada awal kehamilan. Kontrol gula darah yang baik dan manajemen diabetes dapat menurunkan risiko ini.

Ada beberapa risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan bayi dilahirkan dengan kondisi spina bifida adalah sebagai berikut.

  1. Obesitas

Wanita yang mengalami obesitas sebelum hamil berada pada risiko yang lebih tinggi untuk memiliki bayi mengidap spina bifida daripada wanita dengan berat badan ideal. Hubungan antara obesitas pra-kehamilan dan cacat lahir tabung neural tidak jelas, tetapi satu teori adalah bahwa kebiasaan makan yang buruk dan nutrisi yang tidak memadai bisa berkontribusi. Teori lain adalah bahwa wanita gemuk sering memiliki diabetes yang menjadi faktor risiko bayi mengidap spina bifida dan cacat tabung saraf lainnya.

  1. Riwayat Gangguan Kejang

Penggunaan antikonvulsan tertentu, seperti asam valproat dan carbamazapine dapat mengatur tahap untuk Neural Tube Defects (NTD) karena dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk memproses asam folat.

  1. Suhu Tubuh yang Tinggi

Peningkatan suhu tubuh tiga atau empat derajat (seperti dari demam atau sauna berkepanjangan dan penggunaan bak mandi panas) di awal kehamilan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko spina bifida.

  1. Asupan Asam folat

Tidak memadainya asupan asam folat (vitamin B9) dalam diet ibu adalah kunci untuk perkembangan janin yang sehat. Kekurangan asam folat meningkatkan risiko spina bifida dan defek tabung saraf lainnya. Itulah mengapa suplemen vitamin yang diberikan kepada ibu hamil biasanya mengandung asam folat.  

  1. Status Sosial Ekonomi Rendah

Gizi buruk mungkin menjadi masalah utama risiko bayi mengidap spina bifida.

Asam folat merupakan vitamin penting untuk perkembangan janin yang sehat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan menambahkan asam folat dalam makanan dapat mengurangi risiko bayi terkena spina bifida.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jika seorang wanita mengambil 400 mikrogram asam folat setiap hari sebelum dan sesudah hamil, maka akan mengurangi risiko memiliki bayi dengan spina bifida atau cacat tabung saraf lainnya sebanyak 70 persen.

Makanan yang tinggi asam folat secara alami termasuk sayuran hijau gelap, seperti brokoli dan bayam serta kuning telur dan buah jeruk juga sangat membantu sebagai asupan sehat. Meskipun begitu, mengonsumsi makanan yang sehat termasuk semua makanan ini tidak menjamin pasokan asam folat yang cukup.

Faktanya adalah bahwa kebanyakan orang tidak mengonsumsi folat yang direkomendasikan dari makanan saja. Itulah mengapa suplemen diperlukan untuk mencegah spina bifida. Apalagi sekarang ini banyak multivitamin mengandung dosis asam folat yang direkomendasikan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak spina bifida serta bagaimana risikonya pada bayi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: