• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wanita Menopause Lebih Mudah Alami Infeksi Saluran Kemih

Wanita Menopause Lebih Mudah Alami Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami wanita. Namun, tahukah kamu jika ISK pada wanita menopause bisa terjadi? Faktanya, wanita menopause justru rentan mengidap penyakit ini, lho. Berikut alasannya!

Baca juga: Inilah Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Ini Alasan ISK pada Wanita Menopause Bisa Terjadi

Wanita memiliki risiko delapan kali lebih banyak mengidap ISK dibandingkan dengan pria. Hal tersebut terjadi karena wanita memiliki saluran terakhir yang membuang urine ke luar tubuh (uretra) yang lebih pendek ketimbang pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menginfeksi saluran kemih.

Pada wanita, ISK terdiri dari dua jenis, yaitu infeksi saluran atas dan bawah. Saat mengidap infeksi saluran bawah, gejala akan ditandai dengan tekanan di bagian panggul, sakit perut, serta perih saat buang air kecil. Sedangkan infeksi saluran atas yang telah menyebar ke organ ginjal, akan ditandai dengan sakit punggung, demam, dan mual. Perlu diketahui bahwa infeksi saluran atas yang telah menyebar ke organ ginjal akan sulit untuk diobati.

ISK pada wanita menopause terjadi karena mereka mengalami penurunan hormon estrogen. Hormon estrogen sendiri memiliki peran penting pada saluran kemih wanita, yaitu memicu kandung kemih untuk menghasilkan zat antimikroba alami. Saat menopause terjadi penurunan kadar hormon estrogen, sehingga produksi mikroba akan berkurang secara bertahap.

Penurunan produksi mikroba tersebut akan berujung pada melemahnya sistem pertahanan tubuh dalam melawan bakteri penyebab infeksi. Karena hal tersebut, tidak mengherankan jika ISK pada wanita menopause lebih rentan terjadi.

Baca juga: Apakah Pria Bisa Kena Infeksi Saluran Kemih?

Apa Pengobatan ISK pada Wanita Menopause?

ISK perlu diatasi dengan segera. Jika tidak, infeksi tersebut akan berkembang menjadi kronis dan mengakibatkan munculnya sejumlah komplikasi. Berikut beberapa langkah yang dilakukan untuk mengatasi ISK pada wanita menopause:

  1. Antibiotik. Obat ini banyak diresepkan oleh dokter saat seseorang mengidap ISK. Meski gejala sudah mereda, jangan lupa untuk menghabiskannya, ya!
  2. Pemberian estrogen. Pada wanita menopause, pemberian hormon estrogen dilakukan untuk membantu menguatkan jaringan pada vagina, mengurangi pH vagina, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik, serta mengurangi pertumbuhan bakteri jahat.
  3. Terapi supresif. Jika ISK pada wanita disebabkan oleh seks yang sembarangan, terapi supresif mungkin saja dibutuhkan.
  4. Obat pereda nyeri. Obat ini diberikan untuk membantu meredakan gejala ISK yang berupa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Efek samping penggunaan akan membuat urine berubah warna menjadi cokelat atau kemerahan.

Baca juga: Ketahui Cara Tangani Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Langkah Mencegah ISK pada Wanita Menopause

Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Berikut ini sejumlah langkah efektif dalam mencegah infeksi saluran kemih pada wanita menopause:

  • Agar tidak mudah terkena ISK, pastikan kamu telah mencukupi kebutuhan cairan harian. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka akan lebih mudah mengeluarkan bakteri dari saluran kemih..
  • Jaga kebersihan vagina dengan membersihkan area vagina dari arah depan ke belakang. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah perpindahan bakteri anus ke vagina.
  • Jika kamu pernah terkena ISK sebelumnya, jangan lupa untuk biasakan mengonsumsi probiotik, seperti yoghurt atau susu kefir guna mencegah infeksi berulang.

Saat sejumlah cara tersebut tidak dapat mencegah ISK, silahkan temui dokter di rumah sakit untuk melakukan sejumlah langkah pengobatan. Pengobatan akan berfokus untuk meringankan gejala yang kamu alami serta menemukan penyebab terjadinya ISK.

Referensi:
Huff Post. Diakses pada 2020. UTIs and Menopause.
Healthline. Diakses pada 2020. Chronic Urinary Tract Infection (UTI).
Prevention. Diakses pada 2020. The Best Ways To Prevent And Treat Urinary Tract Infections When You're Menopausal.