• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wanita yang Mengalami Pelecehan Seksual Berisiko Terkena Hipertensi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wanita yang Mengalami Pelecehan Seksual Berisiko Terkena Hipertensi

Wanita yang Mengalami Pelecehan Seksual Berisiko Terkena Hipertensi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Juli 2022

“Korban pelecehan seksual mengalami tekanan emosi yang jauh lebih besar daripada mereka yang tidak. Stres akibat trauma pelecehan seksual pun dapat menyebabkan risiko tekanan darah tinggi meningkat.”

Wanita yang Mengalami Pelecehan Seksual Berisiko Terkena Hipertensi

Halodoc, Jakarta – Menurut penelitian yang dilakukan oleh U.S. National Institutes of Health  dan diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, disebutkan bahwa wanita yang pernah mengalami pelecehan seksual berisiko terkena hipertensi.

Pengalaman hidup yang traumatis, termasuk pelecehan seksual, ternyata dapat mengembangkan masalah kesehatan fisik yang luas. Informasi selengkapnya mengenai dampak pelecehan seksual dan risiko penyakit yang bisa dialaminya bisa kamu simak melalui ulasan berikut ini! 

Risiko Hipertensi pada Korban Pelecehan Seksual 

Ada beberapa alasan wanita yang mengalami pelecehan seksual lebih mungkin mengalami hipertensi. Umumnya ini disebabkan oleh stres yang terjadi akibat peristiwa traumatis tersebut. 

Stres dapat menyebabkan aktivasi berlebihan padai sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatik. Stimulasi berlebihan ini dapat menyebabkan gangguan mood seperti depresi. Kondisi ini pun menyebabkan gejala seperti kecemasan, perubahan suasana hati, dan iritabilitas.

Peningkatan aktivitas pada sistem saraf simpatik juga dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Pasalnya secara emosional, pengalaman pelecehan seksual ini dapat menyebabkan stres, kemarahan, depresi, isolasi sosial, dan emosi negatif, yang semuanya berkontribusi pada risiko hipertensi. 

Stres psikologis akibat trauma dapat berkontribusi pada tekanan darah tinggi. Orang dengan trauma juga akan mengalami tekanan emosi yang jauh lebih besar daripada yang tidak mengalami trauma.

Sewaktu-waktu trauma dapat memicu kilas balik peristiwa  yang membuat jantung berdetak kencang, tangan berkeringat, dan membuat tubuh merasa sangat tertekan. Hal lain yang memparah situasi pelecehan seksual ini adalah ketika peristiwa tersebut tidak dipercaya dan dianggap serius. Hal ini dapat memberikan dampak traumatis yang lebih besar dan penyangkalan terhadap peristiwa tersebut dapat meningkatkan stres.

Metode Koping untuk Korban Pelecehan Seksual

Jika kamu pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja atau di mana saja, jangan sepelekan peristiwa traumatis tersebut. Segera bicarakan dengan terapis profesional tentang peristiwa berat tersebut untuk membantu memproses dan memberikan rekomendasi penanganan yang bisa dilakukan.

Ada beberapa metode koping yang bisa dilakukan sebagai perawatan dan penanganan pasca peristiwa traumatis, yaitu:

1. Olahraga

Setidaknya masukkan satu jam olahraga setiap harinya dalam rencana aktivitas harian. Olahraga dapat menjaga kesehatan dan mood menjadi lebih baik.

Kamu bisa memilih bersepeda, menari, atau berjalan kaki. Selain latihan kardio, aktivitas fisik yang melatih kekuatan seperti angkat besi bisa meningkatkan massa otot dan membantu kamu merasa lebih bugar.

2. Kurangi Asupan Natrium

Asupan yang dianjurkan untuk konsumsi natrium adalah 1.500 mg sehari untuk pengidap hipertensi. Terlalu banyak mengonsumsi natrium tidak hanya berdampak pada tekanan darah tetapi juga pada mood

3. Pertahankan Berat Badan Ideal

Memiliki berat badan ideal dapat membantu menjaga kesehatan, baik itu kesehatan fisik maupun psikis. Mengurangi berat badan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. 

4. Kurangi Minuman Beralkohol

Cobalah untuk minum minuman beralkohol paling banyak satu gelas saja per hari. Minum alkohol terkadang dikaitkan dengan relaksasi dan melupakan masalah. Padahal tidak demikian, justru terlalu banyak minum alkohol bisa memicu mood swing yang akan memperburuk emosi dan perasaan.

5. Lakukan Teknik Relaksasi

Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi ataupun latihan pernapasan dapat membantu menstabilkan emosi dan menenangkan diri. Pada akhirnya ini bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Nah, informasi lengkap mengenai dampak pelecehan seksual terhadap hipertensi dan masalah kesehatan lainnya bisa kamu tanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi? Ayo download aplikasi Halodoc sekarang juga! 

Referensi:
National Institutes of Health. Diakses pada 2022. Women’s experiences of sexual assault and harassment linked with high blood pressure.
Very Well Health. Diakses pada 2022. Sexual Assault, Harassment Linked to Greater Risk of High Blood Pressure in Women.
Healthline. Diakses pada 2022. Sexual Harassment, Assault Increases Odds of High Blood Pressure in Women.