• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wanita yang Obesitas Rentan Alami Gangguan Menstruasi

Wanita yang Obesitas Rentan Alami Gangguan Menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Gangguan menstruasi ada banyak macamnya. Mulai dari gejala fisik dan emosional sebelum menstruasi (PMS), perdarahan hebat atau telat menstruasi. Ada banyak faktor mengapa gangguan menstruasi bisa terjadi, mulai dari stres, kehamilan, masalah hormon atau mengidap penyakit tertentu. Selain faktor-faktor tersebut, wanita yang mengalami obesitas ternyata lebih rentan mengalami gangguan menstruasi daripada yang lain.

Salah satu indikator yang menentukan apakah orang tersebut mengalami obesitas adalah bobot yang lebih dari jumlah berat ideal. Nah, ini alasan mengapa wanita yang mengalami obesitas rentan mengalami gangguan menstruasi.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Dampak dari Obesitas

Mengapa Wanita yang Obesitas Rentan Alami Gangguan Menstruasi?

Ketika seorang wanita kelebihan berat badan, tubuhnya otomatis akan memproduksi hormon estrogen dalam jumlah berlebih. Estrogen merupakan salah satu hormon yang mengatur sistem reproduksi wanita. Ketika hormon ini jumlahnya berlebihan dapat memengaruhi seberapa sering kamu mengalami menstruasi atau justru menyebabkan menstruasi berhenti.

Umumnya, gangguan menstruasi dialami oleh wanita dengan BMI diatas 30 yang merupakan ciri dari obesitas. Bila kamu salah satunya dan khawatir mengalami gangguan menstruasi, sebaiknya bicara dengan dokter atau ahli gizi untuk mencari tahu cara menurunkan berat badan yang sehat dan aman. Enggak perlu keluar rumah, lewat Halodoc kamu bisa menghubungi dokter atau ahli gizi kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Mengatasi Gangguan Menstruasi pada Pengidap Obesitas

Kalau kamu mengalami gangguan menstruasi perawatannya tergantung jenis gangguan apa yang kamu alami, tingkat keparahannya dan kondisi kesehatan kamu secara keseluruhan. Bila kamu mengidap obesitas, mengubah pola makan adalah fokus utama yang harus kamu lakukan guna menurunkan berat badan. 

Pola makan untuk pengidap obesitas umumnya mengurangi asupan makanan olahan, makanan tinggi gula dan lemak dan menggantinya dengan memperbanyak biji-bijian dan makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran-sayuran. Permasalahan utama pengidap obesitas adalah rasa lapar yang cepat datang dan nafsu makan yang tinggi.

Nah, memperbanyak makanan tinggi serat dapat membantu tubuh agar merasa lebih cepat kenyang, sehingga tidak terlalu tergoda untuk makan lebih banyak. Biji-bijian juga bisa membantu kamu untuk merasa kenyang lebih lama. Pola makan sehat ini juga harus dibarengi dengan olahraga secara rutin. Untuk menghilangkan setengah kilo lemak, kamu perlu membakar 3.500 kalori. Meski kelihatannya banyak, kamu tidak harus banyak berolahraga sekaligus kok.

Baca juga: Waspada, Obesitas Dapat Sebabkan Keguguran

Jika kamu tipe orang yang jarang olahraga, kamu bisa memulainya dengan berjalan cepat, berenang atau naik turun tangga setiap hari. Tidak harus dengan olahraga, melakukan tugas-tugas seperti berkebun, mengerjakan pekerjaan rumah, atau mengajak anjing jalan-jalan semuanya bisa kamu lakukan untuk menurunkan berat badan asal kamu berkomitmen untuk menjalaninya setiap hari.

CDC menyarankan untuk melakukan aktivitas dengan intensitas sedang selama 60–90 menit hampir setiap hari dalam seminggu. Jika kamu tertarik ingin memulai olahraga yang lebih berat, kamu bisa mengikuti keanggotaan di gym atau mendaftar kelas-kelas di pusat kebugaran. 


Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Stopped or missed periods.
Healthy Women Organization. Diakses pada 2020. Menstrual Disorders.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are the treatments for obesity?.