• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Abu Vulkanik bisa Berdampak pada Kesehatan

Waspada, Abu Vulkanik bisa Berdampak pada Kesehatan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Gunung Agung, kembali meletus pada Senin (2/7/2018). Letusan tersebut disertai dengan lava pijar dan memicu kebakaran terjadi di sekitar gunung. Letusan susulan pun masih terus terjadi hingga Selasa (3/7/2018) pagi.

Letusan yang terjadi menyebabkan Gunung Agung tertutup abu vulkanik tinggi. Bahkan, ketinggian kolom abu yang diamati mencapai lebih dari 2.000 meter di puncak. Semburan abu vulkanik ini nyatanya bisa membawa dampak bagi sekitarnya, yaitu penduduk sekitar gunung hingga wisatawan yang datang berkunjung. Ada sejumlah dampak kesehatan yang diakibatkan abu vulkanik. Apa saja?

Baca juga: Daya Tahan Tubuh Lemah, Ini Cara Cegah Flu dengan Olahraga

 

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

 

Pada dasarnya, abu vulkanik adalah partikel batu kecil yang memiliki lapisan asam dan dapat mengiritasi saluran pernapasan jika dihirup. Dampak kesehatan yang satu ini adalah hal yang paling umum terjadi dan harus diwaspadai. Gejala khas dari gangguan ISPA adalah batuk, tenggorokan kering, hidung meler, hingga kesulitan bernapas.

Untuk menghindari serangan dari ISPA, pastikan untuk selalu mengenakan masker sebagai pelindung. Terutama saat berada di daerah yang udaranya mungkin telah tercampur dengan abu vulkanik.

 

  • Konjungtivitis

 

Dampak kesehatan yang juga harus diwaspadai saat ada bencana gunung meletus adalah konjungtivitis. Yaitu peradangan yang terjadi pada selaput mata. Kondisi ini biasanya menunjukkan gejala berupa mata merah atau terasa perih.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meneteskan obat mata. Namun jika malah bertambah parah, atau perih, segera periksakan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Baca juga: 5 Penyakit Akibat Tak Gunakan Masker Saat Beraktivitas

 

  • Masalah Pernapasan

 

Seseorang yang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit pernapasan harus lebih waspada. Sebab paparan abu vulkanik dapat semakin memperparah gejala. Misalnya, penyakit asma yang bisa saja kembali kambuh.

Untuk menghindari hal ini, usahakanlah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat sedang ada bencana gunung meletus. Jika sangat diperlukan untuk keluar rumah, pastikan untuk selalu melindungi diri dengan masker, kacamata, hingga pakaian yang sesuai.

 

  • Masalah Kulit

 

Selain penyakit pernapasan, paparan abu vulkanis juga bisa menyebabkan iritasi jika terkena kulit manusia. Hal ini lagi-lagi merupakan dampak dari kandungan asam yang ada dalam abu vulkanik. Berita buruknya, kandungan asam tersebut memiliki konsentrasi yang bervariasi dan bisa menimbulkan iritasi.

Selain iritasi, abu vulkanik juga bisa menyebabkan masalah kulit lainnya. Salah satunya adalah alergi. Pasalnya, abu vulkanik terdiri dari berbagai macam debu, partikel, dan pollen. Kondisi ini mungkin akan semakin parah pada orang yang memang berbakat alergi.

Kena Hujan Abu Vulkanik, Harus Apa?

Gunung meletus bisa terjadi kapan saja pada gunung berapi yang masih aktif. Tak jarang, bencana tersebut terjadi tiba-tiba dan berjalan lambat. Sehingga, hal itu mungkin bisa menyebabkan hujan abu vulkanik tipis terjadi.

Paparan abu vulkanik pada kulit manusia bisa menyebabkan terjadinya iritasi. Jika hal ini terjadi, membersihkannya pun tidak boleh sembarangan. Membersihkan abu vulkanik yang terkena kulit pun sebaiknya segera dilakukan.

Baca juga: Musim Banjir Tiba! Waspadai 3 Penyakit Ini

Membersihkan abu vulkanik bisa dilakukan dengan membasuh air mengalir pada luka. Usahakan untuk tidak menggosok dengan keras. Sebab hal itu malah bisa membuat iritasi menjadi lebih parah.

Kalau kamu tinggal di daerah yang rawan bencana gunung meletus, pastikan untuk selalu menyediakan masker untuk perlindungan. Kalau kehabisan stok, beli di aplikasi Halodoc saja! Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!