Waspada Angioedema Terjadi karena Reaksi Obat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada Angioedema Terjadi karena Reaksi Obat

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan kesehatan bernama angioedema? Kalau belum, bagaimana dengan alergi? Angioedema sendiri merupakan pembengkakan di bawah kulit yang seringkali diakibatkan oleh reaksi alergiAngioedema hampir mirip dengan kaligata atau biduran. Perbedaannya kaligata terjadi pada permukaan kulit dan menimbulkan rasa gatal. Dalam beberapa kasus, pengidap angiodema juga mengalami biduran.

Pertanyaanya, apa sih yang memicu terjadi angioedema? Benarkah reaksi obat-obatan tertentu bisa memicu terjadinya masalah ini? 

Bukan Cuma karena Reaksi Obat-Obatan

Konsumsi obat-obatan memang menjadi cara terampuh untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun sayangnya, peran obat-obatan terkadang tak lepas dari efek samping. Nah, kondisi inilah yang salah satunya bisa memicu terjadinya angioedema. 

Hal yang perlu digarisbawahi, hampir semua obat-obatan dapat menyebabkan reaksi angioedema, terutama pada orang yang sensitif terhadap satu macam obat tertentu. Namun, ada beberapa obat yang umumnya sering memicu, yaitu penisilin, aspirin, ibuprofen, naproxen, dan obat-obatan penurun tekanan darah.

Baca juga: Stres Dapat Sebabkan Angioedema, Benarkah?

Akan tetapi, faktor pemicu terjadinya angioedema tak hanya konsumsi obat-obatan tertentu. Masih terdapat faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya angioedema. Contohnya: 

  • Makanan. Banyak makanan yang dapat memicu reaksi angioedema, terutama pada mereka yang alergi pada beberapa jenis makanan. Contohnya, makanan laut, kacang, telur, dan produk susu.

  • Alergen umum. Beberapa zat bisa menyebabkan angioedema, antara lain serbuk sari, rambut/bulu hewan, lateks dan sengatan serangga.

  • Kondisi medis lain. Kelainan sistem imun, seperti lupus, beberapa tipe kanker, penyakit tiroid, dan infeksi bakteri atau virus.

  • Genetik. Meski kasusnya jarang, tetapi angioedema bisa disebabkan karena faktor genetik. Tepatnya yang berhubungan dengan gangguan fungsi protein plasma dalam tubuh yang berfungsi 

  • Faktor lingkungan. Udara panas, dingin, sinar matahari, air, tekanan pada kulit, atau stres emosional juga bisa menyebabkan penyakit angioedema.

Faktor pemicunya sudah, lalu bagaimana dengan gejala-gejalanya? 

Dari Bengkak hingga Sesak Napas

Angioedema bukanlah sebuah kondisi yang langka. Kira-kira sekitar 15–20 persen dari semua orang pernah atau akan mengalami gatal-gatal, atau angioedema, minimal sekali dalam hidupnya. Yang perlu diingat, angioedema ini bisa menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria di usia berapa pun. Lantas, bagaimana dengan gejalanya? 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

Dalam kebanyakan kasus, angioedema ditandai dengan adanya bengkak pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir. Selain itu, ada pula gejala lain yang bisa timbul, seperti: 

  • Penebalan yang meluas dan berbatas tegas.

  • Pembengkakan disertai kemerahan.

  • Kadang dapat timbul rasa nyeri pada daerah yang mengalami pembengkakan.

  • Mata merah karena pembengkakan di konjungtiva.

  • Sensasi panas dan nyeri di area yang bengkak.

  • Sulit berkemih dan sakit perut (bila angioedema disebabkan).

  • Sesak napas karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.

Segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Nah, meski angioedema bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, tetapi ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah kondisi ini. Penasaran? 

Baca juga: 4 Penanganan untuk Atasi Angioedema

Tips Mencegah Angioedema

Ada berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya angioedema, antara lain: 

  • Hindari pencetus yang telah diketahui. Termasuk makanan, obat-obatan, dan beberapa keadaan yang dapat memicu terjadinya angioedema. Misalnya, stres emosi atau bentuk perubahan fisik lainnya.

  • Catat daftar makanan. Jika dicurigai memiliki alergi makanan yang memicu penyakit angioedema tetapi masih tidak tahu makanan apa yang dapat mencetuskan, cobalah untuk mencatat setiap bahan yang dimakan sehari-hari. Kemudian, lakukan evaluasi mana makanan yang dapat menyebabkan angioedema.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Hives and Angioedema. 
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Angioedema.