• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Campak Bisa Sebabkan Terjadinya Radang Otak

Waspada, Campak Bisa Sebabkan Terjadinya Radang Otak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Campak adalah infeksi masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Untungnya kini campak hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin. Campak adalah masalah yang bisa serius dan bahkan fatal bagi anak kecil. Kini tingkat kematian telah menurun di seluruh dunia karena lebih banyak anak menerima vaksin campak. Namun, penyakit ini masih membunuh lebih dari 100.000 orang setiap tahun, dan sebagian besar di bawah usia 5 tahun.

Campak tak bisa disepelekan, pasalnya sekitar 1 dari 1.000 anak yang terkena campak dilaporkan akan mengalami ensefalitis (pembengkakan otak) yang dapat menyebabkan kejang dan dapat membuat anak menjadi tuli atau mengalami gangguan intelektual. Selain itu, masih banyak sekali komplikasi dari campak, seperti diare hingga infeksi telinga. 

Baca juga: 5 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak 

Lantas, Mengapa Campak Bisa Sebabkan Radang Otak?

Dalam satu bentuk infeksi campak yang sangat langka, virus menyebabkan penyakit pada sistem saraf pusat yang disebut "subacute sclerosing panencephalitis". Meskipun gejala neurologis tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah infeksi, para peneliti berpikir bahwa virus sampai ke otak pasien dan perlahan berkembang, menyebabkan kehilangan ingatan, lekas marah, kehilangan kontrol motorik, dan dalam beberapa kasus kejang dan kehilangan penglihatan. 

Hingga kini belum ada obat untuk mengatasinya. Para peneliti juga belum mengetahui mekanisme yang masuk akal tentang bagaimana campak bisa memasuki neuron otak.

Mengutip Mayo Foundation for Medical Education and Research, seorang ahli virology, Roberto Cattaneo, Ph.D. menjelaskan signifikansi potensial mengapa campak bisa sebabkan radang otak. Ia menduga bahwa ketika sel-sel tertentu berdampingan, yang satu merobek bagian yang lain. Sel "penerima" tidak hanya menempati sepotong membran sel "donor", tetapi juga sitoplasma. Satu virus, campak, dapat memanfaatkan proses ini untuk menyebar dari sel epitel ke neuron. 

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Pencegahan Campak yang Efektif

The Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan agar anak-anak dan orang dewasa menerima vaksin campak untuk mencegah campak.

Vaksin campak pada anak-anak

Untuk mencegah campak pada anak-anak, dokter biasanya memberi bayi dosis pertama vaksin antara 12 dan 15 bulan, dengan dosis kedua biasanya diberikan antara usia 4 dan 6 tahun. Vaksin juga sangat penting apabila:

Ketika kamu akan bepergian ke luar negeri saat anak berusia 6 hingga 11 bulan, maka bicarakan dengan dokter anak tentang pemberian vaksin campak lebih awal.

Jika anak atau remaja tidak mendapatkan dua dosis pada waktu yang disarankan, dia mungkin memerlukan dua dosis vaksin dengan jarak empat minggu.

Vaksin campak pada orang dewasa

Kamu juga mungkin memerlukan vaksin campak jika kamu adalah orang dewasa yang:

Memiliki peningkatan risiko campak seperti kuliah, bepergian ke luar negeri atau bekerja di lingkungan rumah sakit dan kamu tidak memiliki bukti kekebalan. Bukti kekebalan termasuk dokumentasi tertulis dari vaksinasi atau konfirmasi laboratorium tentang kekebalan atau penyakit sebelumnya.

Jika kamu tidak yakin apakah kamu memerlukan vaksin campak, bicarakan dengan dokter di Halodoc untuk kemungkinan mendapatkan vaksin campak. Dokter di Halodoc akan menjelaskan apa saja yang perlu kamu pahami mengenai vaksin untuk orang dewasa.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari saat Kena Campak

Cara mencegah campak selama wabah atau infeksi yang sudah terjadi: 

Jika seseorang di rumah mengidap campak, lakukan tindakan pencegahan berikut untuk melindungi keluarga dan teman yang rentan:

  • Isolasi. Karena campak sangat menular dari sekitar empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul, pengidap campak tidak boleh kembali ke aktivitas di mana mereka berinteraksi dengan orang lain selama periode ini. Mungkin juga perlu untuk menjauhkan orang yang tidak diimunisasi. 
  • Vaksinasi. Pastikan siapa saja yang berisiko terkena campak yang belum divaksinasi penuh segera menerima vaksin campak. Ini termasuk bayi yang berusia lebih dari 6 bulan dan siapa pun yang lahir pada 1957 atau lebih yang tidak memiliki dokumentasi tertulis tentang vaksinasi, atau yang tidak memiliki bukti kekebalan atau pernah mengidap campak di masa lalu.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Measles. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.
Mayo Foundation for Medical Education and Research. Diakses pada 2020. Insight Into How Measles Might Reach The Brain.