• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Copycat Suicide, Bunuh Diri yang Meniru Orang Lain
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Copycat Suicide, Bunuh Diri yang Meniru Orang Lain

Waspada Copycat Suicide, Bunuh Diri yang Meniru Orang Lain

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 November 2022

“Pemberitaan tentang selebritis yang bunuh diri berisiko ditiru oleh individu atau penggemar yang membacanya. Kondisi ini dikenal sebagai copycat suicide, yaitu bunuh diri yang meniru orang lain.”

Waspada Copycat Suicide, Bunuh Diri yang Meniru Orang LainWaspada Copycat Suicide, Bunuh Diri yang Meniru Orang Lain

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini dunia hiburan internasional mendapatkan kabar duka, tentang meninggalnya Jason David Frank. Ia merupakan pemeran ranger hijau dalam serial Power Rangers yang tayang pada tahun 1993 hingga 2000-an. Peristiwa kematiannya pun tidak biasa, yaitu karena Jason melakukan bunuh diri. 

Akibat peristiwa tersebut, para ahli memperingatkan adanya copycat suicide atau suicide contagious, yaitu perilaku bunuh diri yang menular. Copycat suicide adalah meniru perilaku bunuh diri setelah mengetahui adanya kabar bunuh diri oleh orang lain. Perlu diwaspadai, berita tentang bunuh diri seorang selebritas dapat memberikan efek peniru yang cukup besar pada individu atau penggemarnya. 

Alasan Copycat Suicide Dapat Terjadi

Penelitian menunjukkan bahwa peristiwa bunuh diri cenderung meningkat setelah ada kabar atau berita tentang bunuh dirinya seorang selebriti. 

1. Mengikuti perilaku bunuh diri oleh selebriti

Menurut penelitian pada Journal of Epidemiology & Community Health, contoh terbesar dari copycat suicide yaitu setelah adanya berita bunuh diri ikon film Marilyn Monroe. Pada masanya, tingkat bunuh diri menjadi meningkat sekitar 12 persen pada Agustus 1962, di bulan kematiannya. Demikian pula dalam lima bulan setelah bunuh dirinya komedian Robin Williams pada Agustus 2014, kasus bunuh diri meningkat sebesar 9,85 persen. 

2. Mengikuti penggambaran media tentang bunuh diri

Meskipun bukti ilmiah menunjukkan adanya hubungan kuat antara copycat suicide dan laporan berita tentang bunuh diri, tapi penggambaran fisik tentang bunuh diri masih terbukti lebih memiliki dampak. 

Menurut penelitian pada Journal of the American Academy of Child & Adolescent, ditemukan bahwa dalam beberapa bulan setelah pemutaran perdana musim pertama serial Netflix berjudul 13 Reason Why, yang berkisah tentang gadis berusia 17 tahun yang bunuh diri, terjadi peningkatan 28,9 persen peristiwa bunuh diri di kalangan anak-anak usia 10 hingga 17 tahun. Peningkatan bunuh diri tersebut terutama berdampak pada anak laki-laki dalam kelompok usia tersebut.

3. Mengikuti perilaku bunuh diri dari orang yang dicintai

Sementara itu penelitian pada tahun 2015 pada Journal of Health and Social Behavior menemukan, remaja yang mengetahui adanya upaya bunuh diri teman memiliki risiko dua kali lipat untuk melakukan percobaan bunuh diri pada tahun berikutnya. Risiko tersebut menjadi lebih besar jika teman tersebut benar-benar meninggal akibat bunuh diri. 

Semua temuan ini menunjukkan berbagai cara bunuh diri tunggal dapat menyebabkan copycat suicide atau penularan bunuh diri. 

Cara Mencegah Penularan Bunuh Diri

Meskipun copycat suicide tidak dapat dipahami sepenuhnya, tapi para profesional kesehatan mental mengembangkan pedoman untuk mencegahnya. Pedoman pencegahan ini ditujukan untuk media massa yang memberitakan, individu, orang tua, guru, serta komunitas. 

1. Pedoman pencegahan untuk media massa

Hubungan penularan bunuh diri dengan laporan media massa tentang bunuh diri, telah membuat organisasi global menyusun pedoman untuk laporan media tentang bunuh diri. Beberapa pedoman tersebut meliputi:

  • Buat laporan tentang bunuh diri secara faktual dan ringkas.
  • Hindari terlalu menyederhanakan alasan bunuh diri dengan menunjuk pada peristiwa atau stres kehidupan negatif baru-baru ini.
  • Hindari menggambarkan atau mendeskripsikan metode yang digunakan individu untuk bunuh diri.
  • Hindari mendukung individu bahwa perilaku bunuh dirinya membantu mereka mencapai tujuannya.
  • Berikan informasi tentang kontak darurat (hotline) untuk pencegahan bunuh diri, dan cara lain untuk membantu seseorang berniat untuk bunuh diri.

Setelah dibuatnya pedoman di atas, ada beberapa bukti bahwa pencegahan bunuh diri ini dapat membantu. Misalnya ketika vokalis band Nirvana, Kurt Cobain, diberitakan bunuh diri pada tahun 1994. Media massa di Seattle (Amerika Serikat), tempat ia tinggal dan kariernya dimulai, menekankan pemberitaan tentang perawatan kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, serta rasa sakit akibat kehilangan yang dialami keluarganya.

Beberapa bulan setelah kematian Cobain, kasus bunuh diri pun menurun di wilayah Seattle. Sementara itu panggilan ke kontak darurat pencegahan bunuh diri meningkat.

2. Pedoman pencegahan untuk orang tua, guru, dan anggota komunitas lainnya

Ketika anak-anak dan remaja terpapar kabar bunuh diri, orang tua dan guru dapat membantu meminimalkan risiko copycat suicide dalam beberapa cara, yaitu:

  • Berbicara dengan anak-anak tentang kematian itu akan ada waktunya. Meskipun begitu, orang tua tidak boleh menekankan metode bunuh diri. Namun, jangan juga berusaha merahasiakan apa yang terjadi atau mencoba menghindari percakapan tentang berita bunuh diri.
  • Memeriksa anak secara rutin dengan melakukan percakapan yang memungkinkan anak untuk mengungkapkan perasaannya, tentang apa yang terjadi dan bunuh diri secara umum.
  • Sekolah dan tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja dapat menawarkan program pencegahan bunuh diri, yang memberikan pelatihan tentang cara merespons ketika seorang teman memiliki pikiran untuk bunuh diri.
  • Jika seorang anak atau remaja menunjukkan stres, tekanan, atau mengaku merasa ingin bunuh diri, orang tua harus membawa mereka ke profesional kesehatan mental. 

Itulah yang perlu diketahui tentang copycat suicide. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika anak mengaku sedang banyak tekanan hingga memiliki pikiran untuk bunuh diri, segeralah kunjungi profesional kesehatan mental. Ayah dan ibu juga bisa membuat janji medis di fasilitas kesehatan pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What Is Suicide Contagion? (And How to Prevent It)
Journal of Health and Social Behavior. Diakses pada 2022. Suicidal Disclosures among Friends: Using Social Network Data to Understand Suicide Contagion
Nature. Diakses pada 2022. Age and sex subgroups vulnerable to copycat suicide: evaluation of nationwide data in South Korea