• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Gangguan Pencernaan yang Terjadi Akibat Banjir
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Gangguan Pencernaan yang Terjadi Akibat Banjir

Waspada Gangguan Pencernaan yang Terjadi Akibat Banjir

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 November 2022

“Banjir bisa menyebabkan berbagai gangguan pencernaan. Pasalnya, air banjir mengandung bakteri, virus dan parasit dapat mengontaminasi makanan, minuman sampai peralatan makan.”

Waspada Gangguan Pencernaan yang Terjadi Akibat BanjirWaspada Gangguan Pencernaan yang Terjadi Akibat Banjir

Halodoc, Jakarta – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah kawasan tergenang banjir. Tak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, banjir juga rentan menimbulkan berbagai penyakit. 

Pasalnya, air banjir terkontaminasi limbah dan kotoran yang menjadi sarang bakteri, virus maupun parasit. Gangguan pencernaan adalah masalah kesehatan adalah salah satu konsekuensinya. Kondisi tersebut dapat timbul saat seseorang menyentuh atau bahkan mengonsumsi air yang telah terkontaminasi banjir. 

Gangguan Pencernaan Akibat Banjir

Berikut risiko gangguan pencernaan yang disebabkan oleh banjir:

1. Diare

Lingkungan yang tidak langsung dibersihkan pascabanjir bisa mengontaminasi sumber air untuk kebutuhan memasak, mencuci maupun mandi. Nah, mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi air banjir berisiko menyebabkan muntah dan diare. 

Peralatan makan yang dibersihkan dengan air banjir juga bisa menyebabkan diare. Itu sebabnya, segera bersihkan lingkungan rumah untuk mencegah hal ini. Tanda-tanda diare yang perlu diwaspadai yaitu sakit perut, buang air besar encer, kram perut, peningkatan intensitas BAB sampai tinja berlendir atau berdarah. 

Diare tidak boleh dianggap remeh. Menurut data World Health Organization (WHO),  hampir dua juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia, meninggal akibat diare setiap tahunnya. Sekitar 8,5 persen dari angka tersebut adalah anak-anak dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

2. Asam lambung naik

Banjir dapat membuat orang-orang yang terdampak sibuk mengurusi harta bendanya maupun membersihkan lingkungan rumah. Akibat kesibukan ini, mereka  tidak makan tepat waktu atau tidak mengonsumsi makanan yang sesuai kebutuhan gizi. Alhasil, asam lambung yang disertai migrain tidak dapat dihindari. Kondisi ini umumnya lebih rentan menimpa orang berusia produktif dan lansia.

3. Tipes

Tipes atau demam tifoid termasuk penyakit langganan banjir. Sama seperti diare, penyebab utamanya adalah lingkungan yang tidak langsung dibersihkan sehingga mengontaminasi sumber air. Banjir juga membawa tumpukan sampah dan kotoran ke dalam rumah, sehingga bisa menempel pada tubuh. Nah, tidak menjaga kebersihan diri pada akhirnya bisa memicu gejala tipes. 

4. Kolera

Gangguan pencernaan ini adalah diare akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Jalur utama penularan bakteri tersebut yakni melalui makanan dan minuman. Gejala kolera dapat timbul sekitar 12 jam hingga lima hari usai seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi Vibrio cholerae

Setelah berhasil masuk, bakteri mulai menginfeksi usus kecil sehingga menyebabkan diare parah. Diare akut bisa menyebabkan dehidrasi berat. Jika tidak ditangani dengan baik, kolera dapat merenggut nyawa.

Tips Mencegah Penyakit Pasca Banjir

Ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti untuk mencegah infeksi penyakit pasca banjir. Hindari kontak kulit dengan air selokan, terutama jika ada bagian kulit yang terluka. Sebisa mungkin menjaga tubuh tetap bersih dan tertutup.

Jangan mengonsumsi makanan yang sudah tercemar air banjir juga bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit. Selalu cuci tangan dengan air bersih sebelum beraktivitas, terutama sebelum makan agar terhindar dari masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh melalui tangan.

Selain itu, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di posko-posko yang biasanya disediakan saat banjir menyerang. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui risiko penyakit lebih cepat dan menghindari penyebarannya.

Kamu juga perlu mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Floodwater After a Disaster or Emergency.
Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2022. Waspadai Penyakit Pasca Banjir.