Waspada, Ini 3 Komplikasi dari Fibroid Rahim

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Waspada, Ini 3 Komplikasi dari Fibroid Rahim

Halodoc, Jakarta – Rahim merupakan salah satu organ reproduksi pada wanita yang keberadaannya cukup vital. Kesehatan rahim harus dijaga, namun nyatanya rahim tidak terlepas dari gangguan kesehatan, salah satunya adalah fibroid rahim.

Baca juga: Kaum Hawa, Perlu Tahu Tentang Fibroid Rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan sel yang bersifat non kanker dan dapat tumbuh di luar maupun di dalam rahim. Fibroid rahim dikenal juga tumor jinak yang berkembang sehingga menyebabkan pembentukan massa dengan ukuran yang berbeda-beda. Mulai dari yang sangat kecil hingga yang cukup besar dan dapat menekan rahim.

Ketahui Komplikasi dari Fibroid Rahim

Kondisi ini umum terjadi pada wanita yang memasuki usia 40 tahun. Selain itu, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko wanita mengalami fibroid rahim, seperti wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun, wanita yang memiliki berat badan berlebih, kebiasaan mengonsumsi daging merah lebih besar dibandingkan mengonsumsi sayur, wanita yang belum memiliki anak, dan memiliki kebiasaan merokok.

Hingga saat ini belum ada yang mengetahui dengan pasti penyebab fibroid rahim. Namun peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat meningkatkan seorang wanita alami kondisi ini. Tidak hanya itu, riwayat keluarga atau faktor genetik juga dapat berpengaruh.

Meskipun tidak membahayakan, sebaiknya hindari beberapa kebiasaan untuk mencegah munculnya fibroid rahim pada tubuh. Fibroid rahim yang muncul pada tubuh tidak dapat disepelekan, karena bisa mengakibatkan beberapa komplikasi, seperti:

1. Mengganggu Proses Kehamilan

Ketika tumor jinak dalam rahim tidak memiliki ukuran yang besar, kondisi ini tidak mengganggu kesuburan. Namun, ukuran yang membesar dapat menghalangi sperma yang menuju sel telur. Kondisi ini tentu akan memengaruhi proses kehamilan. Tidak hanya itu, tumor jinak yang tumbuh bersama dengan proses kehamilan dapat meningkatkan risiko janin kekurangan oksigen. 

Baca juga: Muncul Tanpa Gejala, Ini 5 Cara Diagnosis Fibroid Rahim

2. Anemia Defisiensi Besi

Kondisi ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang terjadi akibat adanya tumor pada tubuh. Tidak ada salahnya bagi pengidap fibroid rahim mengonsumsi suplemen zat besi ketika menstruasi agar terhindar dari kondisi anemia defisiensi besi.

3. Leiomiosarkoma

Kondisi ini merupakan kanker yang muncul karena pertumbuhan sel otot polos yang tidak normal.

Inilah Gejala Fibroid Rahim

Sebagian besar kasus fibroid rahim tidak menunjukkan gejala pada pengidapnya ketika fibroid rahim masih berukuran sangat kecil. Namun, ketika fibroid rahim mengalami perkembangan ukuran dan menjadi besar kondisi ini menyebabkan gejala yang hampir mirip dengan kehamilan, seperti bagian panggul yang menjadi tegang, lebih sering buang air kecil, mengalami sembelit, nyeri panggul, rasa nyeri yang muncul ketika berhubungan intim, dan nyeri punggung.

Baca juga: Bagaimanakah Fibroid Rahim Pengaruhi Kehamilan?

Tidak hanya itu, fibroid yang terdapat pada dinding rahim dapat sebabkan pengidapnya alami perdarahan secara tiba-tiba. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala fibroid rahim. Apalagi jika kamu mengalami perubahan pada menstruasi, seperti menstruasi yang menjadi lebih panjang dari biasanya. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan, melalui aplikasi Halodoc.

Namun jangan khawatir, kondisi ini bisa diobati agar tidak mengganggu kesehatan. Lakukan beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai pencegahan munculnya fibroid rahim pada tubuh, seperti melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin agar kamu memiliki berat badan yang ideal atau terhindar dari obesitas. Selain itu, lakukan kebiasaan mengonsumsi makanan yang sehat. Pilih makanan yang memiliki vitamin dan nutrisi tinggi. Selain itu, hindari kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji untuk menjaga kesehatan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Fibroids
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Uterine Fibroids