• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 3 Komplikasi dari Penyakit Asam Urat

Waspada, Ini 3 Komplikasi dari Penyakit Asam Urat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gout atau sering disebut sebagai penyakit asam urat adalah bentuk umum dari radang sendi yang rasanya sangat menyakitkan. Biasanya, kondisi ini memengaruhi satu sendi pada satu waktu dan umumnya sendi jempol kaki. Ada kalanya gejala kian memburuk, yang dikenal sebagai flare, dan saat tidak ada gejala yang disebut remisi. Serangan gout yang berulang dapat menyebabkan artritis gout, yakni suatu bentuk artritis yang kian memburuk.

Sayangnya tidak ada obat untuk asam urat, tetapi kamu dapat mengobati dan mengelola kondisi secara efektif dengan pengobatan dan strategi yang dilakukan secara mandiri. Selain itu, kamu juga perlu terus meminta saran dari dokter supaya penyakit asam urat tidak menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pengidap Asam Urat Sebaiknya Lakukan Diet, Catat Tipsnya

Ini Komplikasi Penyakit Asam Urat

Mereka yang mengidap penyakit asam urat juga bisa mengembangkan kondisi yang lebih parah, seperti:

  • Asam Urat Berulang. Beberapa orang mungkin tidak pernah mengalami tanda dan gejala asam urat lagi. Namun, seseorang sangat mungkin mengalami asam urat beberapa kali setiap tahun. Obat dapat membantu mencegah serangan asam urat pada orang dengan asam urat berulang. Jika tidak ditangani, asam urat dapat menyebabkan erosi dan kerusakan sendi.
  • Gout Lanjut. Gout yang tidak diobati dapat menyebabkan deposit kristal urat terbentuk di bawah kulit dalam bentuk nodul yang disebut tophi (TOE-fie). Tophi dapat berkembang di beberapa area seperti jari, tangan, kaki, siku, atau tendon. Achilles di sepanjang bagian belakang pergelangan kaki. Tophi biasanya tidak menyakitkan, tetapi ia bisa menjadi bengkak dan lunak selama serangan asam urat.
  • Batu Ginjal. Kristal urat dapat terkumpul di saluran kemih pengidap asam urat, dan lambat laun menyebabkan batu ginjal. Namun, dengan perawatan yang tepat maka risiko batu ginjal berkurang.

Baca juga: Kondisi Medis yang Berisiko Memicu Penyakit Asam Urat

Oleh Karena Itu, Pahami Penyebab dan Faktor Risiko Asam Urat

Gout terjadi ketika kristal urat menumpuk di sendi dan menyebabkan peradangan dan nyeri hebat akibat serangan gout. Kristal urat dapat terbentuk ketika kamu memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darah.

Tubuh akan menghasilkan asam urat saat memecah purin, yakni zat yang ditemukan secara alami di tubuh. Purin juga ditemukan dalam makanan tertentu, seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut. Makanan lain juga meningkatkan kadar asam urat, seperti minuman beralkohol, terutama bir, dan minuman manis dengan gula buah (fruktosa).

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal ke urin. Namun, terkadang tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal hanya bisa menyaring terlalu sedikit asam urat. Jika hal ini terjadi, asam urat dapat menumpuk, membentuk kristal urat tajam seperti jarum pada sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan.

Kamu pun lebih mungkin mengembangkan gout jika memiliki beberapa faktor berikut:

  • Diet. Makan makanan yang kaya daging dan makanan laut dan minum minuman manis dengan gula buah (fruktosa) meningkatkan kadar asam urat, yang meningkatkan risiko asam urat. Konsumsi alkohol, terutama bir, juga meningkatkan risiko asam urat.
  • Kegemukan. Jika kamu kelebihan berat badan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat dan ginjal jadi lebih sulit menghilangkan asam urat.
  • Kondisi Medis. Penyakit dan kondisi tertentu meningkatkan risiko asam urat. Ini termasuk tekanan darah tinggi yang tidak diobati dan kondisi kronis seperti diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit jantung dan ginjal.
  • Obat-Obatan Tertentu. Penggunaan diuretik thiazide, yang biasa digunakan untuk mengobati hipertensi, dan aspirin dosis rendah juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Begitu pula penggunaan obat anti penolakan yang diresepkan untuk orang yang telah menjalani transplantasi organ.
  • Riwayat Keluarga. Jika anggota keluarga yang lain pernah mengidap asam urat, kamu lebih mungkin mengembangkan penyakit tersebut.
  • Usia dan Jenis Kelamin. Gout lebih sering terjadi pada pria, terutama karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Namun, setelah menopause, kadar asam urat wanita mendekati pria. Pria juga lebih mungkin mengembangkan asam urat lebih awal, biasanya antara usia 30 dan 50, sedangkan wanita umumnya mengembangkan tanda dan gejala setelah menopause.
  • Operasi atau Trauma Kecelakaan. Mengalami operasi atau trauma baru-baru ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan asam urat.

Baca juga: Bolehkah Pengidap Asam Urat Konsumsi Makanan Bersantan?

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit asam urat, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter di Halodoc. Ambil smartphone kamu sekarang dan manfaatkan fitur chat untuk bicara dengan dokter, kapan dan di mana saja.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Gout.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout.