Waspada, Ini 3 Tanda Hubungan Ibu dan Anak Tidak Sehat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada, Ini 3 Tanda Hubungan Ibu dan Anak Tidak Sehat

Halodoc, Jakarta – Ketika seorang anak menjadi dewasa, terkadang hubungan dengan sang ibu mengalami pergolakan. Ini dikarenakan anak mulai memasuki masa puber, beranjak dewasa, dan dalam proses pencarian jati diri. 

Sebenarnya pertengkaran-pertengkaran kecil adalah hal yang biasa. Namun, bisa menjadi kompleks ketika masing-masing terjebak dalam peran lama, sehingga hubungan semakin merenggang. Lantas, bagaimana menghadapi situasi seperti ini?

Menganggap Anak Masih seperti Anak Kecil?

Menurut Tina B. Tessina, seorang psikoterapis dan penulis buku It Ends With You: Grow Up and Out of Disfunction, di momen anak beranjak dewasa, perlu pertumbuhan emosional antara ibu dan anak. 

Ibu harus belajar bagaimana mendukung anak-anak untuk menjadi orang dewasa yang mandiri, serta anak-anak dewasa harus melepaskan perasaan ketergantungan dan belajar menemukan jati dirinya tanpa berusaha melepaskan bonding dengan orang tuanya.

Baca juga: Kasih Sayang Anak Bisa Buat Orangtua Panjang Umur

Yuk, waspadai tanda hubungan ibu dan anak tidak sehat ini dari gejala-gejala berikut ini!

  1. Ibu yang terlalu menuntut dan anak yang tidak pengertian

Ketika kamu sedang berada dalam kondisi ini, itu berarti kamu sedang menciptakan hubungan yang tidak baik. Apa maksudnya ibu yang terlalu menuntut? Ini bisa ditunjukkan lewat ibu yang meminta anak untuk selalu mengontak anaknya yang sedang menikmati pergaulannya.

Sedangkan anak yang tidak pengertian adalah ketika anak melewatkan me time bersama keluarga karena terlalu disibukkan dengan pergaulannya dengan teman-teman. Dua kondisi ini bisa menciptakan hubungan yang tidak sehat dan saling menuntut untuk dipahami.

Ada baiknya dalam kondisi yang demikian baik anak dan ibu sama-sama bertoleransi. Nah, kalau saat ini kamu seperti terlalu berjarak dengan ibumu dan ingin segera melakukan rekonsiliasi, kontak saja Halodoc

Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. Selamat hari ibu!

  1. Anak sering berbohong ke ibunya 

Ketika kamu mendapati semakin sering berbohong dengan ibumu, ini menunjukkan kamu tidak lagi akrab dan merasa ibumu tidak menerima dirimu apa adanya. Kamu seharusnya tidak merasa perlu berbohong karena takut ketidaksetujuan sang ibu.

Jika ibu tidak menyukai apa yang kamu lakukan, cobalah diskusikan dan berikan keterangan kepada ibu, dan jangan mencoba untuk berbohong. Ketika seseorang beranjak dewasa hendaknya dia bertanggung jawab atas keputusan yang dilakukannya.

  1. Berusaha untuk menghindari pertemuan dengan ibu

Apakah kamu merasa tidak nyaman berlama-lama di rumah ataupun merasa weekend cepatlah berlalu, sehingga kamu bisa kembali ke aktivitasmu semula? Jika ini yang kamu alami saat ini, itu berarti kamu sedang mengalami hubungan yang tidak sehat dengan ibumu.

Seharusnya sebagai anak, pertemuan dengan orang tua adalah sesuatu yang dinanti-nantikan. Dan ketika ini menjadi tidak menyenangkan lagi, bisa jadi ada yang salah dengan hubunganmu ke ibu. 

Apakah kamu merasa ibumu terlalu mengendalikan setiap keputusanmu atau kerap memberikan komentar yang membuatmu tidak nyaman? Bisa jadi ibu masih menganggapmu seperti anak kecil. 

Cobalah untuk mendiskusikan kepada ibu, apa hal-hal yang membuatmu tidak nyaman. Jangan terlalu membiarkan kamu dan ibu berada dalam situasi yang tidak nyaman seperti ini. Bisa-bisa hubungan kalian semakin memburuk. Kontak Halodoc jika kamu butuh rekomendasi ataupun saran mengenai hubungan ataupun relasi yang baik dengan orang tua.

Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2019. 10 Signs You Might Have Unhealthy Boundaries With Your Mom.