Waspada, Ini 4 Komplikasi dari Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
bronkiektasis

Halodoc, Jakarta - Kamu tengah mengalami batuk yang tak kunjung sembuh dan disertai dengan lendir yang berwarna kekuningan atau kehijauan? Jika iya, kamu wajib waspada. Pasalnya, kondisi ini menandakan kalau kamu tengah mengidap bronkiektasis. Penyakit ini dapat terjadi karena adanya kerusakan pada saluran pernapasan besar pada paru-paru karena peradangan kronis. Jika dibiarkan begitu saja, berikut komplikasi yang bisa saja muncul.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Gejala yang Dibiarkan, Akan Menimbulkan Sejumlah Komplikasi Berikut

Batuk berdarah merupakan komplikasi yang paling berbahaya pada pengidap bronkiektasis. Pada pengidap kondisi ini, darah akan keluar dengan sangat banyak ketika pengidap batuk (hemoptisis). Darah yang keluar ini berasal dari pembuluh darah yang bertugas dalam menyediakan darah bagi paru-paru. Beberapa gejala pada hemoptisis meliputi:

  1. Kepala terasa berkunang-kunang.

  2. Batuk berdarah selama 24 jam dengan volume darah sebanyak 100 mililiter.

  3. Pengidap kondisi ini akan sulit bernapas, karena darah yang menghalangi aliran udara pada paru-paru.

  4. Merasa terus menerus pusing karena jumlah darah dalam tubuh yang berkurang cukup banyak. Selain itu, kehilangan banyak darah akan ditandai dengan kulit yang terasa basah dan merasa kedinginan.

Gejala tersebut merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Jika hal ini terjadi, segera temui dokter untuk melakukan penanganan secepatnya. Biasanya, dokter akan menyumbat perdarahan pada paru-paru dibantu dengan pemindaian sinar-X.

Baca juga: Ikuti 8 Hal Ini untuk Meringankan Gejala Bronkiektasis 

Kenali Gejala yang Muncul pada Pengidap Bronkiektasis

Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh meski diobati merupakan gejala utama pada pengidap bronkiektasis. Dahak yang dihasilkan pun akan berwarna kekuningan, atau kehijauan. Selain itu, gejala lain pada pengidap bronkiektasis meliputi:

  • Sesak napas.

  • Napas mengi.

  • Nyeri sendi.

  • Kuku menebal, serta ujung jari menjadi berbentuk bulat.

  • Mengalami infeksi saluran pernapasan.

  • Kehilangan berat badan.

  • Merasa terus kelelahan.

Jika gejala dibiarkan, pengidap akan mengalami kerusakan bronkus. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada dada ketika bernapas, dahak semakin mengental dan berbau tidak sedap, sesak napas semakin parah, serta batuk mulai mengeluarkan darah. Jika serangkaian gejala ini muncul, berarti infeksi paru-paru yang kamu alami sudah semakin parah.

Jika mengalami serangkaian gejala parah tersebut, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah penanganan selanjutnya. Jika tidak, kamu bisa saja kehilangan nyawa karena kesulitan dalam bernapas, karena nyeri dada parah yang kamu alami.

Baca juga: Pneumonia Bisa Sebabkan Bronkiektasis, Ini Alasannya

Untuk Mencegah Terjadinya Bronkiektasis, Lakukan Langkah Berikut

Kebanyakan kasus bronkiektasis terjadi karena adanya infeksi saluran pernapasan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, terdapat beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, di antaranya:

  • Hentikan kebiasaan merokok.

  • Menjalani vaksinasi influenza, batuk rejan, dan cacar.

  • Hindari udara berpolusi, asap memasak, dan senyawa kimia berbahaya. Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan masker penutup hidung dan mulut saat bepergian ke luar rumah.

  • Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Lakukan diagnosis bronkiektasis sejak dini, sehingga dapat mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih berbahaya.

Jika terjadi penurunan kesadaran atau batuk-batuk setelah makan, segera cari pertolongan medis terdekat, ya. Jangan lupa untuk selalu melakukan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan, serta daya tahan tubuh.

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Diakses pada 2019). Bronkiektasis.

NHS (Diakses pada 2019). Bronchiectasis.