• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Tanda Bayi yang Mengalami Gawat Janin

Waspada, Ini 4 Tanda Bayi yang Mengalami Gawat Janin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ketika dokter atau bidan melihat adanya tanda bahwa bayi di dalam kandungan ibu mengalami gangguan atau tidak mampu menjalani proses persalinan dengan baik, maka kondisi itu disebut gawat janin.

Selama kehamilan, gerakan bayi merupakan cara yang baik bagi ibu untuk mengetahui kesehatannya. Ada banyak alasan mengapa bayi menjadi tertekan. Namun, seringnya komplikasi kesehatan mempengaruhi seberapa banyak darah dengan oksigen dan nutrisi esensial mampu mencapai bayi melalui plasenta.  

Baca juga: Ini Pergerakan Bayi di Dalam Kandungan

Tanda Bayi Mengalami Gawat Janin

Jika ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih saat hamil, maka ada kemungkinan besar bayi mengalami stres atau gawat janin. Inilah beberapa tanda bayi mengalami gawat janin yang perlu segera diwaspadai

Air Ketuban Terkontaminasi Kotoran Bayi

Salah satu tanda pertama yaitu kotoran bayi (mekonium) muncul di air ketuban. Bidan atau dokter akan memeriksa air ketuban yang terkontaminasi mekonium. Cairan ketuban biasanya bening, dengan sedikit warna merah jambu, kuning atau merah. Jika warnanya hitam, itu tandanya bayi sudah melewati mekonium. Jika ibu terlambat, mekonium memenuhi ketuban terjadi.

Detak Jantung Bayi Meningkat

Mekonium tidak selalu berarti ada masalah. Jika bayi memiliki detak jantung yang meningkat, bersamaan dengan mekonium, maka ini pertanda bayi mengalami gawat janin. Ketebalan mekonium sangat penting. Mekonium yang menggumpal perlu menjadi perhatian, karena dapat menyebabkan masalah jika masuk ke saluran napas bayi. 

Jika terjadi perubahan pada detak jantung bayi, itu bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang tertekan. Kisaran normal detak jantung bayi cukup bulan yaitu antara 110 detak dan 160 detak per menit (bpm).

Selain dua penyebab di atas, beberapa faktor penyebab lainnya termasuk:

Gerakan Janin Berkurang

Gerakan janin biasanya akan berkurang menjelang persalinan karena ruang geraknya di dalam rahim pun sudah berkurang. Hanya saja, pergerakan janin tetap terasa dan masih pada pola yang sama. Berkurangnya gerakan janin secara drastis dapat menjadi tanda gawat janin. Maka itu, ibu hamil sebaiknya selalu memantau gerakan bayi dalam kandungan untuk mengetahui pola gerakan dan kondisi janin. 

Kandungan Memiliki Ukuran Terlalu Kecil dari Usia Kehamilan

Pengukuran kandungan atau pengukuran tinggi puncak rahim (tinggi fundus uteri) diukur mulai dari tulang kemaluan ke atas. Apabila ukuran perut ibu terasa terlalu kecil untuk usia kehamilan, maka kemungkinan menandakan kondisi gawat janin. 

Baca juga: 4 Dampak Kekurangan Berat Badan Saat Hamil

Cara Diagnosis Gawat Janin pada Ibu Hamil

Gawat janin dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil oleh dokter kandungan. Tindakan ini bisa dilakukan sebelum atau setelah bayi dilahirkan. Berikut ini pemeriksaan yang dilakukan dan tanda yang ditemukan saat bayi mengalami gawat janin:

  • USG kandungan, untuk melihat apakah pertumbuhan bayi dalam kandungan sesuai dengan usia kandungan. 
  • USG doppler, untuk mengetahui adanya gangguan dalam aliran darah dan jantung bayi di dalam kandungan. 
  • Cardiotocography (CTG), untuk melihat secara berkelanjutan bagaimana detak jantung terhadap pergerakan bayi dalam kandungan dan kontraksi rahim.
  • Pemeriksaan air ketuban, ini dilakukan untuk mengetahui volume air ketuban dan melihat apakah ada mekonium pada air ketuban. 

Selain cara diagnosis di atas, mungkin juga diperlukan pengambilan sampel darah bayi agar dapat memeriksa pH darah bayi yang berubah menjadi lebih asam jika janin tidak mendapat cukup oksigen.

Baca juga: Perut Kram saat Hamil, Pertanda Apa?

Itulah yang perlu ibu ketahui mengenai kondisi bayi yang alami gawat janin jika terjadi selama kehamilan. Jika ibu mengalami gangguan selama masa kehamilan, ibu dapat menanyakannya pada dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc mengenai penyebab dan penanganannya. Interaksi dengan dokter lebih praktis karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Baby Center UK. Diakses pada 2020. Fetal Distress
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Fetal Distress