Waspada, Ini Bahaya Penyakit Rabies untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Waspada, Ini Bahaya Penyakit Rabies untuk Tubuh

Halodoc, Jakarta – Gigitan anjing atau kucing sebaiknya tidak diabaikan begitu saja, terutama jika hewan yang menyerang tidak diketahui asal-usulnya. Sebab, hal ini bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit rabies. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis saat gejala mulai muncul atau terasa. 

Rabies merupakan penyakit yang terjadi karena ada mengatasinya infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah “anjing gila” karena anjing merupakan salah satu hewan yang bisa menularkan virus penyebab penyakit ini. Rabies tergolong sangat berbahaya, sebab orang yang terinfeksi virus ini berisiko besar mengalami kematian.  

Baca juga: 4 Fakta tentang Rabies pada Manusia

Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu Diketahui

Seperti istilahnya, virus penyebab rabies bisa ditularkan melalui gigitan anjing, cakaran, atau air liur yang masuk melalui luka atau lapisan mukosa. Selain anjing, penyakit ini juga bisa dibawa oleh beberapa jenis hewan lain, kemudian menularkannya pada manusia. Virus rabies bisa ditemukan pada hewan, seperti kucing, musang, kera, kelelawar, sapi, kuda, kambing, serta kelinci. 

Saat hewan pembawa rabies menggigit manusia, virus mulai menyerang dengan memasuki pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Setelah itu, secara perlahan virus akan mencapai otak dan menggandakan diri dengan cepat. Hal itu kemudian menjadi pemicu terjadinya peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Peradangan ini bisa berisiko dan berpotensi menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

Hampir sama dengan jenis penyakit lain, rabies juga memiliki masa inkubasi. Masa inkubasi merupakan waktu sebelum munculnya gejala setelah infeksi terjadi. Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa: 

  • Linu dan Kesemutan 

Gejala yang pertama muncul setelah gigitan hewan pembawa rabies adalah linu, seperti kesemutan. Namun, biasanya gejala ini tidak akan langsung terasa. Setelah beberapa hari, gejala awal biasanya akan mulai muncul dan diawali dengan rasa linu atau kesemutan di tempat yang digigit. Bekas gigitan hewan pembawa rabies juga akan menyebabkan rasa gatal, bahkan perih. 

  • Gejala Flu

Penyakit ini sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang menyerupai flu. Selain sensasi linu pada bagian yang digigit, masa-masa awal infeksi rabies pada manusia juga memunculkan gejala, seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Kabar buruknya, jika gejala tersebut tidak segera ditangani, kondisi yang lebih buruk dan parah mungkin akan terjadi.

  • Gelisah dan Linglung 

Infeksi virus rabies bisa menyebabkan pengidapnya gelisah dan linglung. Penyakit ini juga memicu gejala berupa halusinasi dan gangguan kecemasan tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala tersebut setelah digigit hewan. Jika kamu memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, pastikan untuk memberi vaksin rabies pada hewan peliharanmu agar terhindar dari penyakit mematikan ini. 

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai

Tanyakan lebih lanjut mengenai gejala rabies dan bahayanya bagi tubuh pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi kesehatan terpercaya dari dokter berpengalaman. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rabies.
Healthline. Diakses pada 2019. Rabies.
WebMD. Diakses pada 2019. Rabies in Dogs.