• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Resistensi Antimikroba bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Resistensi Antimikroba bagi Kesehatan

Waspada, Ini Bahaya Resistensi Antimikroba bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 November 2021
Waspada, Ini Bahaya Resistensi Antimikroba bagi Kesehatan

“Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) adalah kondisi saat bakteri, virus, jamur, dan parasit mengalami perubahan, sehingga kebal terhadap obat-obatan yang diberikan. Jika dibiarkan, risiko penyebaran penyakit dan kematian menjadi semakin tinggi.”

Halodoc, Jakarta – Resistensi antimikroba bukanlah kondisi yang dapat disepelekan, karena menjadi salah satu tantangan berskala global di bidang kesehatan. Angka penyebarannya tentu saja perlu ditekan. Hal tersebut membutuhkan aksi dan sinergi dari semua sektor.

Bahaya Resistensi Antimikroba Terhadap Kesehatan

Dikutip dari virtual media briefing yang dilakukan oleh Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) dengan judul “Meminimalisasi Risiko Resistensi Antimikroba pada Pasien Infeksi di ICU”, berikut ini beberapa bahaya resistensi antimikroba bagi kesehatan secara umum:

1. Membuat Bakteri Kebal Terhadap Antibiotik

Antibiotik perlu digunakan secara bijak, dan disesuaikan dengan kondisi keparahan penyakit. Jika penggunaannya dilakukan sembarangan, antibiotik membuat bakteri berubah, sehingga menjadi kebal terhadap pengobatan. Singkatnya begini, ketika antibiotik dikonsumsi, sebagian besar bakteri akan mati, tetapi beberapa di antaranya dapat bertahan, bahkan berkembang biak.

Kesimpulannya, antibiotik tidak boleh dipakai secara berlebihan, karena dapat memperbanyak jumlah bakteri resisten. Hingga kini, AMR menjadi masalah kesehatan global serius. Penyebaran bakteri yang membawa sifat resisten ini dapat terjadi lewat infeksi, makanan, dan lingkungan. Meski kondisi ini merugikan pengidap kesehatan tertentu, pasien ICU menjadi yang paling dirugikan.

2. Resistensi Bakteri Muncul Lebih Cepat 

Bahaya selanjutnya adalah, resistensi bakteri muncul lebih cepat ketimbang penemuan agen mikroba baru. Hal tersebut tentu menjadi masalah keamanan global, karena dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan tempat tinggal.

Penggunaan Antibiotik Berlebihan Jadi Penyebabnya

Seperti pada penjelasan sebelumnya, penggunaan antibiotik berlebihan menjadi penyebab resistensi antimikroba. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik perlu dilakukan atas anjuran dokter. Selain itu, berikut ini beberapa anjuran konsumsi antibiotik yang perlu dilakukan:

  • Beli dengan jumlah yang telah diresepkan dokter.
  • Pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan, bahkan jika kondisi sudah membaik.
  • Konsumsi antibiotik sesuai dosis, dalam waktu yang tepat.
  • Jangan coba-coba melewatkan dosis.
  • Jangan menyimpan antibiotik untuk digunakan di kemudian hari.
  • Jangan pernah memberikan antibiotik resepmu pada orang lain.

Pastikan untuk memberi tahu dokter jika dengan mengonsumsi obat atau vitamin lain, agar antibiotik tidak berkontradiksi dengan kandungan dalam obat dan vitamin yang kamu konsumsi. Hal yang tidak kalah penting, tanyakan dengan dokter lewat aplikasi Halodoc jika kurang yakin tentang kapan dan bagaimana cara tepat mengonsumsi antibiotik.

Langkah Tepat Mengatasi Resistensi Antimikroba

Seperti pada ulasan di awal, untuk menekan jumlahnya, perlu melakukan pendekatan yang melibatkan berbagai sektor. Termasuk pakar kesehatan hewan, manusia, lingkungan, agrikultur, dan finansial. Tanpa melibatkan seluruh sektor tersebut, langkah mengatasi resistensi antimikroba tidak akan tepat sasaran.

Hati-hati, resistensi antimikroba dapat menyebabkan infeksi akan sulit untuk ditangani, sehingga bisa saja berujung pada kematian. Oleh karena itu, peningkatan edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan. Tujuannya untuk menekan penyebaran infeksi melalui pola hidup sehat dan bersih, sanitasi yang baik, serta prosedur vaksinasi.

Hal yang tak kalah penting, Rencana Aksi Nasional (RAN) AMR tahun 2020-2024 diharap bisa dilaksanakan, guna mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari dampak resistensi antimikroba.  Untuk informasi kesehatan lainnya, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Resistensi Antimikroba Ancaman Kesehatan Paling Mendesak, Strategi One Health Perlu Digencarkan.
IDN Times. Diakses pada 2021. Resistensi Antimikroba, Tantangan Global yang Perlu Segera Diatasi.
Kompas. Diakses pada 2021. Resisten Antimikroba Masalah Global Serius, Ini Strategi Kurangi Risikonya.