• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Sleep Anxiety bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Sleep Anxiety bagi Kesehatan

Waspada, Ini Bahaya Sleep Anxiety bagi Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 April 2022

“Gangguan kecemasan tidur atau sleep anxiety adalah ketakutan atau kekhawatiran akan tidur. Sleep anxiety yang berkepanjangan atau dibiarkan tanpa penanganan, dapat memengaruhi tubuh dalam banyak hal.”

Waspada, Ini Bahaya Sleep Anxiety bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Gangguan tidur, seperti insomnia ataupun sleepwalking, merupakan masalah yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena tidur adalah hal penting yang memengaruhi kesehatan sehari-hari. Jika gangguan tidur dibiarkan, bahkan hingga bertahun-tahun, maka seseorang bisa berada pada sleep anxiety atau kecemasan tidur. 

Kondisi serupa juga pernah dialami oleh artis Hollywood, Jennifer Aniston. Menurut pengakuannya, kondisi ini berawal dari insomnia dan sleepwalking yang dialaminya selama puluhan tahun tanpa penanganan. Jennifer Aniston juga sempat berada di titik mengkhawatirkan, yaitu sleep anxiety. Kondisi tersebut bisa dikatakan lebih mengkhawatirkan dari sekadar gangguan tidur.

Mengenal Sleep Anxiety

Gangguan kecemasan tidur atau sleep anxiety adalah ketakutan atau kekhawatiran akan tidur. Seseorang mungkin khawatir tidak bisa tidur di malam hari. Beberapa orang juga memiliki fobia atau ketakutan yang berbeda tentang tidur, yang juga disebut somniphobia

Pengidap sleep anxiety seringkali berpikir sesuatu yang buruk akan terjadi pada saat mereka tidur. Atau mereka merasa tidak boleh tidur karena mereka harus tetap waspada dan terjaga. 

Selain itu, gangguan tidur dan kejiwaan, seperti kecemasan, seringkali berjalan beriringan. Jika seseorang memiliki gangguan kecemasan, kemungkinan ia merasa sulit untuk tertidur atau tetap tertidur. Begitu juga jika seseorang memiliki gangguan tidur, ia mungkin merasa cemas atau takut sebelum tidur.

Hal tersebut dikarenakan mereka merasa takut tidak mendapatkan istirahat yang dibutuhkan. Satu kondisi biasanya juga memperburuk kondisi lainnya, sehingga bisa terasa seperti siklus yang tidak pernah berakhir. 

Stres dan kecemasan memicu tubuh untuk melepaskan hormon yang membantu tubuh bereaksi dengan cepat untuk menghindari bahaya. Namun jika seseorang memiliki kecemasan kronis, ia mungkin merasa stres atau khawatir sepanjang waktu. Ia juga mungkin merasa takut dengan situasi sehari-hari, seperti mengemudi kendaraan atau bahkan tertidur. 

Tingginya kadar hormon ini secara kronis, terutama sebelum tidur, dapat membuat tubuh sulit untuk rileks. Seseorang akan mengalami kesulitan untuk tidur, bahkan jika berhasil tidur, ia mungkin akan terbangun di malam hari dengan kondisi stres sehingga kemudian tidak dapat tidur lagi.

Kombinasi kecemasan dan insomnia juga dapat disebabkan oleh kondisi saat hormon tiroid dalam aliran darah dan metabolisme tubuh melambat (hipotiroidisme). Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dapat memengaruhi tidur rapid eye movement (REM). Ini adalah fase tidur ketika seseorang cenderung memiliki mimpi yang jelas. Jika seseorang memiliki kecemasan, mimpi yang ia rasakan mungkin mengganggu atau berubah menjadi mimpi buruk yang membuatnya bangun dari tidur. 

Faktor Risiko Terjadinya Sleep Anxiety

Sleep anxiety dapat memengaruhi orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Seseorang lebih mungkin mengalami sleep anxiety jika memiliki gangguan tidur seperti:

  • Insomnia.
  • Narkolepsi.
  • Sindrom kaki gelisah.
  • Sleep apnea.
  • Tidur berjalan atau sleepwalking.

Pengidap gangguan kesehatan mental berikut ini juga dapat mengembangkan sleep anxiety:

  • Gangguan kecemasan.
  • Gangguan bipolar.
  • Depresi.
  • Kecanduan narkoba atau alkoholisme.
  • Gangguan panik.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Skizofrenia.

Gejala dan Komplikasi Sleep Anxiety

Adapun gejala sleep anxiety yaitu berupa perubahan perilaku, termasuk:

  • Perasaan terbebani.
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.
  • Sifat lekas marah.
  • Gugup.
  • Kegelisahan.
  • Rasa bahaya atau malapetaka akan datang.

Sementara itu efek fisik sleep anxiety berupa:

  • Masalah pencernaan.
  • Detak jantung cepat.
  • Pernafasan cepat.
  • Berkeringat.
  • Otot-otot tegang.
  • Gemetaran.

Beberapa orang juga mengalami serangan panik di malam hari. Serangan panik adalah ledakan ketakutan ekstrem yang terjadi tiba-tiba dan intens. 

Sleep anxiety yang berkepanjangan atau dibiarkan tanpa penanganan, dapat mempengaruhi tubuh dalam banyak hal. Sleep anxiety berpotensi pada risiko yang lebih tinggi pada komplikasi jangka panjang, yaitu:

  • Diabetes.
  • Serangan jantung.
  • Penyakit jantung.
  • Gagal jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Aritmia (detak jantung tidak teratur).
  • Obesitas.
  • Stroke.

Itulah sebaiknya gangguan tidur jangan disepelekan dan dibiarkan tanpa penanganan. Jika mengalami gangguan tidur, kamu direkomendasikan untuk segera mengunjungi dokter untuk mengobati kecemasan atau gangguan kesehatan yang menjadi faktor sleep apnea

Kamu dapat membuat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc untuk saat-saat diperlukan.

Referensi:
Priory. Diakses pada 2022. Managing sleep anxiety symptoms at night.
Good Path. Diakses pada 2022. How Anxiety Affects Your Sleep
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Sleep Anxiety