Waspada, Ini Cara Penularan Hepatitis pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada, Ini Cara Penularan Hepatitis pada Anak

Halodoc, Jakarta - Ada beberapa jenis penyakit yang terjadi secara diam-diam tanpa menunjukkan gejala, salah satunya adalah hepatitis. Penyakit ini menyerang organ hati, dan orang-orang yang mengidapnya bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini selama bertahun-tahun. Ketika menyadarinya, hati telah terinfeksi dan mengalami kerusakan yang cukup parah. 

Hepatitis bisa terjadi pada siapa saja, penyebabnya karena paparan racun atau infeksi virus. Di Indonesia, hepatitis yang sering terjadi adalah paparan virus, berjenis hepatitis A, B, C, D, dan E. Oleh karena mudah menular, termasuk pada anak, ibu perlu tahu penularan hepatitis pada anak. 

Penularan Hepatitis A dan Pencegahannya

Hepatitis A menjadi jenis penyakit hati yang paling sering dialami anak-anak. Virus ini ditularkan melalui kotoran atau feses yang telah terinfeksi. Itu sebabnya penting untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Jika tidak, tangan yang kotor menyentuh benda lain (termasuk makanan dan minuman) dan membuat kuman menyebar dengan lebih mudah. 

Baca juga: A, B, C, D, atau E, Jenis Hepatitis yang Paling Parah?

Sayuran, buah-buahan, dan makanan laut bisa membawa virus hepatitis jika dipanen dalam air yang terkontaminasi atau kondisi yang kurang bersih. Untungnya, hepatitis A menyerang tubuh hanya dalam waktu singkat, dan tidak kembali atau kambuh jika sudah dinyatakan sembuh. 

Cara termudah untuk mencegah hepatitis A adalah mencuci tangan secara teratur dan bersih. Cuci juga buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, dan masak makanan mentah sampai sepenuhnya matang. Vaksin diperlukan, diberikan ketika anak berusia satu sampai dua tahun. Jika ingin mengetahui pengobatan lebih lanjut, buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat, atau pakai fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc

Baca juga: Ratusan Orang Terkena Hepatitis A, Ketahui 6 Fakta Ini

Penularan Hepatitis B dan C serta Pencegahannya

Berbeda dengan hepatitis A yang hanya terjadi pada waktu singkat, hepatitis B dan C bisa berubah menjadi penyakit serius dan terjadi dalam jangka panjang. Hepatitis jenis ini sering menyerang remaja dan dewasa muda. Penularan hepatitis pada anak terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Bahkan, penularannya lebih mudah dalam bentuk cairan dan jarum dibandingkan dengan HIV. 

Pada beberapa kondisi, ibu yang sedang mengandung dan terinfeksi hepatitis B dan C bisa menularkannya kepada janin. Kedua jenis hepatitis ini bisa menular melalui cara yang tidak terduga, yaitu peralatan manikur dan pedikur melalui peralatan yang tidak bersih. Tato yang dibuat melalui jarum yang kotor juga memiliki risiko penularan yang sama tingginya. 

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis Akut

Vaksinasi hepatitis B menjadi cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit ini, diberikan melalui suntikan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu enam bulan. Vaksin juga wajib diberikan pada anak, remaja, dan dewasa yang belum pernah mendapatkannya, agar penularan tidak terjadi. Sayangnya, belum ada vaksin untuk menangani hepatitis C

Seperti Apa Gejala yang Mudah Dikenali?

Hepatitis memang sering tidak menunjukkan gejala dan tanda-tanda tertentu. Namun, pada beberapa orang, gejalanya juga bisa muncul, seperti lebih cepat lelah, mengalami tanda seperti flu, kulit berwarna kuning (termasuk mata), sakit pada perut, urine berwarna pekat, dan penurunan berat badan. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut untuk penanganan lebih tepat.