• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur

Waspada, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 November 2022

“Penggunaan antibiotik yang tepat akan secara efektif menghentikan infeksi dan mempercepat penyembuhan. Akan tetapi, kamu harus benar-benar memerhatikan pesan dokter ketika diberi obat antibiotik agar tidak mengalami resistensi antibiotik.”

Waspada, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak TeraturWaspada, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur

Halodoc, Jakarta – Jika kamu berobat ke dokter akibat mengidap infeksi, obat yang paling sering dokter berikan adalah antibiotik. Tujuan pemberian antibiotik adalah mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Antibiotik berfungsi dengan cara membasmi atau mencegah berkembangnya mikroorganisme patogen termasuk bakteri, jamur, dan parasit. Dokter biasanya akan meminta untuk mengonsumsi antibiotik tiga kali sehari sampai habis. 

Penggunaan antibiotik yang tepat akan secara efektif menghentikan infeksi dan mempercepat penyembuhan. Jadi, kamu harus benar-benar memperhatikan pesan dokter ketika diberi obat ini agar terhindar dari resistensi antibiotik.

Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur

Antibiotik bekerja dengan cara membasmi atau mencegah berkembangnya mikroorganisme patogen termasuk bakteri, jamur, dan parasit. Contoh penyakit yang dapat diobati dengan antibiotik, seperti TBC (tuberkulosis), sifilis, sinusitis, dan sakit tenggorokan. Obat ini tidak dapat mengobati infeksi virus seperti hepatitis, herpes, dan influenza.

Oleh karena itu, jika kamu memiliki suatu kondisi kesehatan, penting untuk menentukan apakah infeksi virus atau infeksi bakteri yang menyebabkannya. Hal ini karena antibiotik hanya efektif untuk mengobati penyakit karena paparan bakteri. Dokter dapat memutuskan apakah perlu menggunakan antibiotik untuk mengobati penyakitnya.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk 5-14 hari pemakaian, tergantung dari gejala dan indikasi yang muncul. Resistensi antibiotik dapat berkembang jika kamu berhenti minum obat sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini mungkin terjadi karena kemungkinan besar bakteri yang berada di tubuh masih hidup walaupun gejala penyakit sudah berkurang atau hilang.

Resistensi antibiotik akan menyebabkan mutasi bakteri yang masih hidup dalam tubuh. Karena bakteri telah mengalami mutasi, mereka akan kebal terhadap beberapa antibiotik. Alhasil, obat antibiotik yang diberikan dokter tidak akan efektif lagi untuk mengobati penyakit jika di kemudian hari kamu terkena infeksi bakteri.

Cara Mencegah Resistensi Antibiotik

Tindakan selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menghindari resistensi antibiotik. Ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi antibiotik sampai habis, meski gejala sudah hilang. 

Lakukan cara dan tips di bawah ini untuk membantu menghindari resistensi antibiotik.

  • Hindari memaksa dokter untuk meresepkan antibiotik. Tanyakan kepada dokter tentang tindakan terbaik untuk penyakit kamu.
  • Menjaga kebersihan akan membantu terhindar dari penyakit infeksi bakteri.
  • Untuk mencegah penyakit bakteri tertentu, pastikan kamu dan keluarga menerima vaksinasi.
  • Jangan obati penyakit baru dengan antibiotik sisa.
  • Jangan pernah memberikan antibiotik yang direkomendasikan untuk kamu kepada orang lain.

Ingatlah bahwa kamu harus selalu mematuhi instruksi dan rekomendasi dokter terkait penggunaan antibiotik. Kamu dapat berhenti minum antibiotik lebih cepat hanya jika dokter mengizinkan atau menyarankannya. 

Biasanya, jika kamu mulai merasa tidak nyaman di dada atau infeksi saluran kemih, dokter akan menyarankan untuk berhenti minum antibiotik. Sebelum kamu memutuskan untuk berhenti minum obat ini, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter.

Itulah pembahasan hal yang terjadi jika minum antibiotik tidak teratur. Jika kamu ingin berkonsultasi ke dokter terkait masalah kesehatan, kamu bisa menghubunginya melalui Halodoc. Bila dokter meresepkan obat, cek kebutuhan medis di Halodoc. Tunggu apa lagi, segera download Halodoc sekarang! 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2022. The Danger of Antibiotic Overuse.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Antibiotics: Are You Misusing Them?